VIRINOL

Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > Antivirus > VIRINOL

By | 08/05/2019

Kandungan

Virinol Sirup: Tiap sendok takar (5ml) mengandung Methisoprinol 250 mg

Indikasi

Penyakit yang disebabkan oleh virus saluran napas, penyakit – penyakit eksantem, penyakit hati dan sistem saraf. Flu pada anak dan orang dewasa, bronkitis, rhinofaringitis, varicella, campak, herpes simplex dan parotitis.

Kontra Indikasi

  • Hati-hati ketika memberikan Virinol kepada pasien-pasien gout, karena obat ini sedikit meningkatkan kadar asam urat dalam serum.
  • Karena memiliki sedikit pengaruh terhadap jantung, perhatian diperlukan dalam pengobatan pasien jantung yang sedang menjalankan pengobatan dengan Digitalis.
  • Virinol sebaiknya tidak digunakan pada infeksi bakteri karena tidak memiliki efek antibakteri.
  • Virinol sebaiknya tidak digunakan selama empat bulan pertama kehamilan.
  • Tidak diketahui apakah Virinol diekskresi pada air susu ibu.
  • Mengingat rasio antara dosis terapi dan dosis toksik adalah 1 : 100,
  • Virinol dapat digunakan tanpa kekhawatiran akan efek toksik.
  • Akumulasi tidak terjadi karena Methisoprinol cepat dieliminasi bersama dengan metabolitnya melalui urin.

Efek Samping

Peningkatan sementara urine dan kadar asam urat dalam serum, ruam kulit atau gatal, kelelahan atau malaise, diare, sakit kepala, vertigo, gugup, insomnia, konstipasi dan poliuria.

Dosis

  • Usia < 5 tahun, rata – rata 50 mg/kgBB per hari. Dosis ini dapat ditingkatkan sampai dengan 100 mg/kgBB per hari, tergantung tingkat keparahan penyakit.
  • Usia > 5 tahun, rata – rata 50 mg/kgBB per hari dan dapat ditingkatkan sampai 60 mg/kgBB per hari. Dosis ini diberikan 4-6 kali dalam dosis terbagi.

Pemberian Obat

Produk bersifat higroskopis setelah kemasan dibuka.

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat sejuk (15-25°C) dan kering.

Kemasan dan Sediaan

Dus,1 botol @ 60 ml, sirup 250 mg

Izin BPOM

DKL1818832237A1

Produsen

PT Otto Pharmaceutical Industries

Sekilas Tentang Antivirus
Antivirus merupakan zat yang digunakan untuk membasmi, menghambat pertumbuhan virus. Virus adalah parasit mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus bersifat parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus akan diekspresikan menjadi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.

Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).

Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas jika tidak berada dalam sel inang. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau/TMV).