Vastrol

Farmasi-id.com > Sistem Kardiovaskular & Hematopoietik > Obat Dislipidemia > Vastrol

By | 27/05/2018

Kandungan dan Komposisi

Rosuvastatin Calcium

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Hiperkolesterolemia primer (tipe IIa termasuk hiperkolesterolemia familial heterozigot atau dislipidemia campuran tipe IIb) sebagai tambahan tdh diet & latihan jasmani. Menurunkan kadar LDL, kolesterol total, trigliserida, & apo B yg meningkat; peningkatan kadar HDL. Hiperkolesterolemia familial homozigot sebagai tambahan thd diet & terapi lainnya utk menurunkan kadar lemak (misalnya aferesis LDL).

Farmakologi

Sifat Farmakodinamik

Mekanisme aksi:

Rosuvastatin adalah penghambat reduktase HMG-CoA selektif dan kompetitif, enzim pembatas laju yang mengubah 3-hidroksi-3-metilglutaril koenzim A menjadi mevalonat, prekursor kolesterol. Tempat utama aksi rosuvastatin adalah di hati, organ sasaran bagi penurunan kolesterol. Rosuvastatin meningkatkan jumlah reseptor LDL hati pada permukaan sel, mempertinggi penyerapan dan katabolisme LDL dan menghambat sintesis VLDL hati, dengan demikian mengurangi jumlah total partikel VLDL dan LDL.

Efek farmakodinamik

Rosuvastatin mengurangi kolesterol LDL tinggi, kolesterol total, trigliserida, dan meningkatkan kolesterol HDL. Rosuvastatin juga menurunkan ApoB, kolesterol non-HDL, kolesterol VLDL, VLDL-TG dan meningkatkan ApoA-1.

Rosuvastatin juga menurunkan rasio kolesterol LDL/ kolesterol HDL, kolesterol/ kolesterol HDL total dan kolesterol non-HDL/ kolesterol HDL dan ApoB/ ApoA-1

Respon terapetik terhadap rosuvastatin nampulak dalam waktu 1 minggu sejak memulai terapi dan 90% respon maksimum biasanya terkapsulai dalam waktu 2 minggu, respon maksimum biasanya terkapsulai dalam waktu 4 minggu dan tetap terjaga sesudahnya.

Sifat Farmakokinetik

Absorpsi : Konsentrasi plasma rosuvastatin maksimum terkapsulai kira-kira 5 jam setelah pemberian secara oral. Ketersediaan hayati mutlak adalah kira-kira 20 %.

Distribusi : rosuvastatin diserap secara ekstensi oleh hati yang merupakan tempat utama sintesis kolesterol dan pembersihan kolesterol LDL. Volume distribusi rosuvastatin adalah kira-kira 134L. Kira-kira 90 % rosuvastatin terikat pada protein plasma, utamanya pada albumin.

Metabolisme: Rosuvastatin mengalami metabolisme terbatas (kira-kira 10 %) utamanya pada metabolit N-desmetil dan metabolit lakton. Metabolit N-desmetil kira-kira 50 % kurang aktif dari pada rosuvastatin sedangkan bentuk lakton dianggap tidak aktif secara klinis. rosuvastatin bertanggung jawab atas lebih besar dari 90% aktivitas penghambat reduktase HMG-CoA yang beredar.

Ekskresi: Kira-kira 90% rosuvastatin diekskresikan dalam bentuk utuh di dalam feses dan bagian yang tersisa diekskresikan dalam urin. Waktu paruh dalam plasma kira-kira 19 jam. Waktu paruh tidak meningkat pada dosis yang lebih tinggi.

Populasi khusus:

Usia dan jenis kelamin: Tidak ada efek yang relevan secara klinis dan usia atau jenis kelamin pada farmakokinetik rosuvastatin. Gangguan fungsi ginjal : Dalam sebuah studi pada subyek penderita gangguan fungsi ginjal dengan derajat yang berbeda-beda, penyakit ginjal ringan hingga sedang tidak memiliki pengaruh pada konsentrasi plasma rosuvastatin. Akan tetapi subyek penderita dengan gangguan fungsi ginjal berat (CrCI ‹ 30  ml/min) mengalami peningkatan konsentrasi plasma sebanyak 3 kali lipat dibandingkan dengan relawan sehat.

Gangguan fungsi hati: Dalam sebuah studi pada subyek penderita dengan gangguan fungsi hati dengan derajat yang berbeda-beda, tidak ada bukti meningkatnya paparan terhadap rosuvastatin selain dari pada dua subyek penderita penyakit hati terparah (nilai Child-Pugh sebesar 8 dan 9). Pada subyek tersebut paparan sistemik meningkat sekurang-kurangnya 2 kali lipat dibandingkan dengan nilai Child-Pugh yang lebih rendah.

Perhatian 

Pertimbangkan utk dilakukan penilaian fungsi ginjal selama follow-up rutin  pd pasien yg diterapi dg dosis 40 mg. Pasien yg mengonsumsi alkohol secara berlebihan &/atau memiliki riwayat penyakit hati; dg hiperkolesterolemia sekunder yg disebabkan hipotiroid atau sindrom nefrotik; dg faktor predisposisi miopati/rabdomiolisis. Lakukan tes fungsi hati sblm memulai terapi & 3 bln ssdhnya. Laporkan segera adanya nyeri otot yg tdk seperti biasanya, kelemahan atau kram otot, terutama jika disertai dg demam atau kurang enak badan. Pantau adanya peningkatan kadar kreatinin kinase yg jelas. Hipotiroid, riwayat ggn otot herediter, toksisitas muskuler dg HMG-CoA reductase inhibitor lainnya atau fibrat, penyalahgunaan alkohol, penggunaan bersama dg fibrat. Tes neuromuskuler & serologi tambahan mungkin diperlukan. Peningkatan kadar HbA1C, glukosa serum & plasma. Pemberian bersama dg produk yg berinteraksi dg trasporter protein (misalnya OATP1B1 & BRCP). Pasien yg diketahui memiliki genotip c.521CC atau c.421AA. Ggn ginjal. Dpt mengganggu kemampuan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin. Anak. Lanjut usia >70 thn.

Efek Samping

DM, sakit kepala, pusing; konstipasi, mual, nyeri perut; mialgia, astenia.

Interaksi Obat

  • Antagonis vitamin K : Sebagaimana halnya dengan penghambat reduktase HMG-CoA lain, inisiasi pengobatan atau peningkatan titrasi dosis rosuvastatin pada pasien yang diobati secara bersamaan dengan antagonis vitamin K (misalnya warfarin) dapat mengakibatkan peningkatan INR. Penghentian atau pengurangan titrasi rosuvastatin dapat mengakibatkan penurunan INR. Dalam situasi semacam itu, pemantauan INR yang tepat diperlukan sekali.
  • Gemfibrosil : Penggunaan rosuvastatin dan gemfibrosil secara bersamaan mengakibatkan peningkatan Cmax dan AUC rosuvastatin sebanyak dua kali lipat (lihat Dosis dan Cara pemberian).
  • Siklosporin : Selama pengobatan dengan rosuvastatin dan siklosporin secara bersamaan tingkat plasma rosuvastatin rata-rata 7 kali lebih tinggi dari pada yang teramati pada relawan yang sehat (lihat kontraindikasi). Pemberian rosuvastatin dan siklosporin secara bersamaan tidak mempengaruhi konsentrasi plasma siklosporin.
  • Antasida : Pendosisan rosuvastatin secara serentak dengan suspensi antasida yang mengandung aluminium dan magnesium hidroksida mengakibatkan penurunan konsentrasi plasma rosuvastatin sebesar kira-kira 50%. Efek ini berkurang bilamana antasida didosiskan 2 jam setelah rosuvastatin. Keterkaitan klinis dari interaksi ini belum dipelajari.
  • Enzym P450 sitokrom : Hasil studi in vitro dan in vivo menunjukkan bahwa Rosuvastatin bukanlah penghambat maupun pengimbas isoenzim P450 sitokrom. Selain itu rosuvastatin adalah substrat buruk bagi isoenzim tersebut. Tidak ada interaksi yang telah teramati antara rosuvastatin dan flukonazol (sebuah penghambat CYP2C9 dan CYP3A4) atau ketokonazol (sebuah penghambat CYP2A6 dan CYP3A4).
  • Eritromisin: Penggunaan rosuvastatin dan eritromisin secara bersamaan mengakibatkan penurunan AUC rosuvastatin dan penurunan Cmax rosuvastatin. Interaksi ini dapat disebabkan oleh peningkatan motilitas usus yang disebabkan oleh eritromisin.
  • Kontrasepsi oral: Penggunaan rosuvastatin dan kontrasepsi oral secara bersamaan mengakibatkan peningkatan AUC etinil estradiol dan norgestrel. Peningkatan tingkat plasma tersebut harus dipertimbangkan saat memilih dosis kontrasepsi oral.
  • Kehamilan dan menyusui:
    Rosuvastatin tidak dianjurkan selama kehamilan atau menyusui karena keamanan rosuvastatin selama kehamilan dan menyusui belum pasti. Wanita usia subur harus mengambil tindakan kontraseptif yang tepat. Karena kolesterol dan produk biosintesis kolesterol lain penting bagi perkembangan janin, potensi risiko akibat penghambatan reduktase HMG-CoA lebih besar dari pada keuntungan pengobatan selama kehamilan. Studi pada hewan memberikan bukti terbatas tentang toksisitas reproduktif. Jika seorang pasien hamil selama penggunaan produk ini, pengobatan harus segera dihentikan. rosuvastatin diekskresikan dalam susu tikus. Tidak ada data berkenaan dengan ekskresi dalam susu manusia.

Kontra Indikasi

Rosuvastatin dikontraindikasikan pada pasien:

  • Yang hipersensitif terhadap komponen produk ini
  • Dengan penyakit hati aktif (termasuk kenaikan transaminase serum secara terus menerus yang tidak dapat dijelaskan dan kenaikan transaminase serum yang melebihi 3 x batas atas normal)
  • Dengan miopati
  • Yang mendapat siklosporin secara bersamaan
  • Hamil dan menyusui

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori X: Studi pada binatang percobaan atau manusia telah memperlihatkan adanya kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman pada manusia ataupun keduanya, dan risiko penggunaan obat pada wanita hamil jelas-jelas melebihi manfaat yang mungkin diperoleh. Obat dikontraindikasikan bagi wanita yang sedang atau memiliki kemungkinan untuk hamil.

Dosis dan Aturan Pakai

Awal 5 atau 10 mg 1 x/hr baik pd pasien yg blm pernah mendapat terapi statin atau pasien yg mengganti terapi dari HMG-CoA reductase inhibitor lainnya ke statin. Dosis berikutnya dpt ditingkatkan ssdh 4 minggu, bila perlu. Hiperkolesterolemia berat pd pasien dg risiko tinggi ggn KV Dosis maks: 40 mg.

Pemberian Obat

Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan.

Cara Penyimpanan

Simpan di bawah suhu 30°C.

Izin BPOM, Kemasan dan Sediaan

  • DKL1621646117A1, Dus, 3 blister @ 10 tablet salut selaput 10 mg
  • DKL1621646117B1, Dus, 3 blister @ 10 tablet salut selaput 20 mg

Produsen

Pharos Indonesia

Sekilas Tentang Pharos
Pharos merupakan suatu perusahaan farmasi besar di Indonesia yang didirikan pada 30 September 1971 oleh Drs. Eddie Lembong Apt. Nama Pharos sendiri diambil dari nama suatu mercusuar di Alexandria, Mesir. Perusahaan ini bergerak di banyak lini usaha sehingga membentuk sekira 17 perusahaan yang masing-masing perusahaan berfokus pada lini usahanya masing-masing. Semua perusahaan itu bergabung dalam suatu group usaha bernama Pharos Group. Beberapa perusahaan itu seperti Faratu Medika Laboratories (industri kosmetik), Century Franchisindo Utama (franchise apotek Century), Nutrindo Jaya Abadi (marketing produk farmasi), dan lain-lain.

Pharos memiliki banyak produk terkenal dan jangkauan pemasarannya telah meluas hingga ke negara-negara Asia Tenggara seperti Kamboja, Vietnam, Malaysia, Filipina, bahkan fasilitas produknya selain di Indonesia juga telah ada di Singapura dan Vietnam. Perusahaan ini telah mengantongi sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dan juga sertifikat ISO 9001/2000.