Vancocin

By | Oktober 14, 2020 | Farmasi-id.com > Health > Vancocin

Vancocin

Produsen
PT Eli Lilly

 

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Vancocin

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Vancocin adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:


– Infeksi berat yang disebabkan oleh stafilokokus yang resistan terhadap metisilin (beta laktam) – Pasien yang alergi terhadap pinisilin – Pasien yang tidak memberikan respon terhadap obat-obat lain termasuk pinisilin atau sefalosporin – Infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang peka terhadap vancomycin

Kontra Indikasi:
Hipersensitivitas terhadap vancomycin.

Generik: Vancomycin

Dosis dan Aturan Pakai Vancocin

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Vancocin:


Pasien dengan fungsi ginjal normal:
Dewasa: 500 mg setiap 6 jam atau 1 gram setiap 12 jam.
Anak-anak: 10 mg/kg/6 jam.
Bayi: dosis awal: 15 mg/kg, dilanjutkan dengan 10 mg/kg/12 jam.
Pasien dengan kelainan fungsi ginjal:
Disesuaikan dengan creatinine clearance penderita.

Cara Pemberian:
Bila ingin digunakan, campurkan dengan 10 ml sterile water for infection.
Vancocin yang telah dilarutkan ini dapat disimpan di lemari es selama 14 hari tanpa kehilangan potensinya.

Larutkan dengan sedikitnya 100 ml cairan infus dan berikan selama tidak kurang dari 60 menit setiap kalinya kepada pasien.

Cairan infus yang dapat digunakan:
– 5% dextrose
– 0.9% NaCl
– Ringer laktat
– Ringer laktat dalam 5% dextrose

Efek Samping Vancocin

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Vancocin yang mungkin terjadi adalah:


Nefrotoksisitas, ototoksisitas, flebitis sangat jarang terjadi.

Catatan:
Vancocin terutama diindikasikan untuk pengobatan infeksi berat di rumah sakit. Infeksi berat ini biasanya disebabkan oleh stafilokokus yang sudah resisten terhadap golongan metisilin (suatu pinisilin semisintetik) dimana untuk kuman tersebut di atas Vancocin adalah obat pilihan utama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Vancocin Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Vancocin, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Vancocin?

Jika Anda lupa menggunakan Vancocin, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Vancocin Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Vancocin?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Vancocin yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 14 Oktober). Vancocin. Diakses pada 22 Oktober 2020, dari https://www.farmasi-id.com/vancocin/


Format MLA (Modern Language Association)

"Vancocin". Farmasi-id.com. 14 Oktober 2020. 22 Oktober 2020. https://www.farmasi-id.com/vancocin/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Vancocin", 14 Oktober 2020, <https://www.farmasi-id.com/vancocin/> [Diakses pada 22 Oktober 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *