Vaksin Poliomyelitis Oral

Farmasi-id.com > Vaksin Antiserum & Imunologikal > Vaksin Polio > Vaksin Poliomyelitis Oral

By | 14/04/2015

Kandungan dan Komposisi Vaksin Poliomyelitis Oral

DESKRIPSI

Vaksin Polio Oral (OPV)  adalah  vaksin tri- valen merupakan cairan berwarna kuning kemerahan  dikemas dalam  vial gelas yang mengandung suspensi  dari tipe 1,2, dan  3 virus Polio hidup  (strain Sabin) yang  telah dilemahkan. Vaksin Polio Oral ini merupakan suspensi  “drops” untuk  diteteskan   melalui droper (secara oral).

Tiap dosis (2 tetes = 0,1 mL) mengandung :

Zat berkhasiat :

•    Virus  Polio hidup  dilemahkan  (strain Sa- bin) tipe 1 ≥ 106.0   CCID50* tipe 2 ≥ 105.0   CCID50 tipe 3 ≥ 105.8 CCID50

Zat tambahan :

•  Eritromisin tidak lebih dari 2 mcg
•  Kanamisin tidak lebih dari 10 mcg
•  Sukrosa 35 % (v/v) (sebagai zat penstabil)

* CCID50  = Cell Culture Infective Dose 50

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Vaksin digunakan  untuk pencegahan terha- dap Poliomyelitis.

CARA KERJA OBAT

Merangsang   tubuh   membentuk  antibodi terhadap Poliomyelitis.

POSOLOGI

  • OPV hanya  diberikan  secara  oral. Diteteskan  langsung  ke dalam  mulut dari vial dosis ganda melalui droper se- banyak 2 tetes.
  • Hati-hati jangan sampai droper terkon- taminasi dengan air liur anak yang di vaksinasi.
  • Bayi-bayi sedikitnya harus mendapat- kan 3 dosis OPV dengan interval wak- tu 4 minggu pada usia 2 bulan.
  • Imunisasi ulangan diberikan 1 dan 3 tahun kemudian ; 1 dosis.

Efek Samping
Umumnya tidak terdapat efek sam- ping. Sangat jarang terjadi kelum- puhan (paralytic poliomyelitis), yang diakibatkan karena vaksin (perban- dingan 1 / 1.000.000 dosis).

Individu yang kontak dengan anak yang telah divaksinasi, jarang sekali beresiko mengalami lumpuh polio (paralytic poliomyelitis) akibat vaksi- nasi (perbandingan 1 / 1.400.000 dosis sampai 1 / 3.400.000 dosis). Dan hal ini terjadi bila kontak belum mempunyai kekebalan terhadap virus polio atau belum pernah diimunisasi.
Sindroma Guillain Barré.

KONTRAIndikasi

  • Apabila sedang mengalami diare, dosis OPV yang diberikan tidak akan dihitung sebagai bagian dari jadwal imunisasi, dan harus diulang setelah sembuh.
  • Penderita leukemia dan disgamma- globulinemia.
  • Anak dengan infeksi akut yang disertai demam.
  • Anak dengan defisiensi sistem keke- balan.
  • Anak dalam pengobatan imunosu- presif.

INTERAKSI OBAT
Obat yang bersifat imunosupresif.

PERINGATAN & Perhatian

  • Harus diberikan secara oral
  • Pemberian secara bersama-sama de- ngan vaksin hidup lainnya harus di- lakukan secara terpisah
  • Perhatikan petunjuk pemakaian vak- sin (halaman 17).

PENYIMPANAN

  • Potensi vaksin akan terjaga sampai dengan waktu daluarsa yang terda- pat pada vial jika disimpan pada suhu tidak lebih dari -20°C. Dan hanya dapat disimpan selama 6 bulan pada suhu antara +2°C dan +8°C.
  • Masa daluarsa 2 tahun.

Penggunaan vaksin dalam vial dosis ganda yang sudah dibuka
Vaksin OPV dalam kemasan vial dosis ganda yang telah diambil satu dosis atau lebih untuk imunisasi dapat disimpan dan dapat digunakan untuk sesi imunisasi beri- kutnya sampai dengan 4 minggu, jika semua kondisi yang dipersyaratkan dipenuhi. (Lihat keterangan petunjuk penyimpanan, hal. 11).

Kemasan
• Dus : 10 vial @ 1 mL (10 dosis)
• Dus : 10 vial @ 2 mL (20 dosis)
• Dus : 50 vial @ 2 mL (20 dosis)

Sekilas Tentang Vaksin

Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Pemberian vaksin (imunisasi) dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi penyebab penyakit - penyakit tertentu. Vaksin biasanya mengandung agen yang menyerupai mikroorganisme penyebab penyakit dan sering dibuat dari mikroba yang dilemahkan atau mati, dari toksinnya, atau dari salah satu protein permukaannya. Agen merangsang sistem imun untuk mengenali agen sebagai ancaman, menghancurkannya, dan untuk lebih mengenali dan menghancurkan mikroorganisme yang terkait dengan agen yang mungkin ditemui di masa depan. Vaksin dapat bersifat profilaksis (misalnya untuk mencegah atau memperbaiki efek infeksi di masa depan oleh patogen alami atau "liar") atau terapeutik (misalnya vaksin terhadap kanker).

Pemberian vaksin disebut vaksinasi. Vaksinasi merupakan metode paling efektif untuk mencegah penyakit menular. Kekebalan karena vaksinasi terjadi menyeluruh di dunia sebagian besar bertanggung jawab atas pemberantasan cacar dan pembatasan penyakit seperti polio, campak, dan tetanus. Efektivitas vaksinasi telah dipelajari dan diverifikasi secara luas, misalnya vaksin terbukti efektif termasuk vaksin influenza,vaksin HPV, dan vaksin cacar air.