Vaksin DTP-HB 10 Bio Farma

By | Mei 27, 2021 |

DESKRIPSI Vaksin DTP-HB merupakan suspensi koloidal homogen berwarna putih susu dalam vial gelas, mengandung toksoid tetanus murni, toksoid difteri murni dan B. pertussis yang diinaktivasi, serta antigen permukaan virus Hepatitis B (sub unit HBsAg) murni yang bersifat non-infectious. Sub unit HBsAg diproduksi melalui teknologi DNA rekombinan pada sel ragi.

Kandungan dan Komposisi Vaksin DTP-HB 10 Bio Farma

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Vaksin DTP-HB 10 Bio Farma adalah: Setiap dosis vaksin (0,5 mL) mengandung: Zat berkhasiat :
  • Toksoid difteri murni 20 Lf
  • Toksoid tetanus murni 7,5 Lf
  • B. pertussis yang diinaktivasi 12 OU
  • HBsAg 10 mcg

Zat tambahan :

  • Aluminium fosfat 1,5 mg
  • Thimerosal 0,05 mg

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Vaksin DTP-HB 10 Bio Farma

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Vaksin DTP-HB 10 Bio Farma adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Vaksin digunakan untuk pencegahan terhadap difteri, tetanus, pertusis, dan Hepatitis B secara simultan.

CARA KERJA OBAT Merangsang tubuh membentuk antibodi terhadap difteri, tetanus, pertusis (batuk rejan), dan Hepatitis B.

POSOLOGI Vaksin TIDAK BOLEH digunakan untuk dosis lahir Hepatitis B. Di negara-negara dimana pertusis menjadi bahaya khusus terhadap bayi muda, vaksin kombinasi diberikan sesegera mungkin dengan dosis pertama pada usia 6 minggu, dan dua dosis lanjutan dengan interval 4 minggu.

Vaksin bisa diberikan secara aman dan efektif bersamaan dengan vaksin BCG, Campulak dan Polio (OPV dan IPV), vaksin Hib dan Yellow Fever, serta suplemen vitamin A. Jika DTP-HB diberikan bersamaan dengan vaksin lain, harus diberikan pada tempat terpisah. Vaksin DTP-HB tidak dapat dicampur kecuali jika diizinkan penggunaan sebagai produk kombinasi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Vaksin DTP-HB 10 Bio Farma Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Vaksin DTP-HB 10 Bio Farma?

Jika Anda lupa menggunakan Vaksin DTP-HB 10 Bio Farma, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Vaksin DTP-HB 10 Bio Farma Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Vaksin DTP-HB 10 Bio Farma?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Vaksin DTP-HB 10 Bio Farma yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Vaksin DTP-HB 10 Bio Farma

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Vaksin DTP-HB 10 Bio Farma yang mungkin terjadi adalah:

Reaksi lokal atau sistemik yang bersifat ringan. Kasus yang sering terjadi adalah bengkak, nyeri, penebalan kemerahan pada bekas suntikan. Menangis lebih dari 3 jam, demam > 38,5°C , muntah, diare.

Kontraindikasi Vaksin DTP-HB 10 Bio Farma

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Vaksin DTP-HB 10 Bio Farma dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Hipersensivitas terhadap komponen vaksin, reaksi berat terhadap dosis vaksin kombinasi sebelumnya, atau bentuk-bentuk reaksi sejenis lainnya merupakan kontraindikasi terhadap dosis lanjutan vaksin kombinasi atau vaksin tertentu yang diketahui dapat memicu reaksi sampuling
  • Terdapat beberapa kontraindikasi terhadap DTP : kejang atau gejala abnormalitas serebral pada periode baru lahir atau abnormalitas neurologis serius lainnya karena komponen pertusis. Pada kasus ini, vaksin jangan diberikan dalam bentuk kombinasi, tetapi sebaiknya diberikan secara terpisah, yaitu dengan memberikan vaksin DT (bukan DTP) serta Hepatitis B, atau memberikan DTaP dengan Hepatitis B
  • Penderita penyakit kejang demam akut

DEFISIENSI SISTEM KEKEBALAN Individu yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) baik asimtomatis dan simtomatis harus diimunisasi menurut jadwal yang telah ditetapkan. PERINGATAN & Perhatian

  • Hati-hati penggunaan pada anak dengan riwayat kejang demam
  • Perhatikan petunjuk pemakaian vaksin (Lihat halaman 17)

Interaksi Obat Vaksin DTP-HB 10 Bio Farma

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Vaksin DTP-HB 10 Bio Farma antara lain:

Pada orang yang sedang menjalani pengobatan dengan obat-obatan yang menurunkan daya tahan tubuh seperti kortikosteroid, respon tidak akan terkapsulai. PENYIMPANAN
  • Vaksin DTP-HB 10 harus disimpan pada suhu antara +2° s/d +8°C
  • TIDAK BOLEH DIBEKUKAN
  • Masa daluarsa 2 tahun

Penggunaan vaksin dalam vial dosis ganda yang sudah dibuka: Vaksin DTP-HB dalam kemasan vial dosis ganda yang telah diambil satu dosis atau lebih untuk imunisasi dapat disimpan dan digunakan untuk sesi imunisasi berikutnya sampai dengan 4 minggu, jika semua kondisi yang dipersyaratkan dipenuhi. (Lihat keterangan petunjuk penyimpanan, halaman 11).

Izin, Kemasan & Sediaan Vaksin DTP-HB 10 Bio Farma

  • Dus: 10 vial @ 2,5 mL (5 dosis)
  • Dus: 10 vial @ 5 mL (10 dosis)

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *