Urotractin

Farmasi-id.com > Sistem Kemih Kelamin > Antiseptik Saluran Kemih > Urotractin

By | 27/05/2015

UROTRACTIN®
Kapsul 
Antiseptika saluran kemih

Tiap kapsul mengandung:
Asam pipemidat ………………………….. 400 mg

FARMAKOLOGI
Bahan berkhasiat dari UROTRACTIN® adalah Asam pipemidat (Piperazin -2 – okso-5-etil-8-dihidro-5,8 -pirido (2,3-d) – pirimidin 6 asam korboksilat).
Struktur kimianya adalah segolongan dengan asam nalidiksat. asam oksolinat dan asam piromidat. Penelitian farmakologis. mikrobiologis dan klinis menunjukkan bahwa UROTRACTIN® mempunyai spektrum antibakteri yang mencakup semua jenis mikroorganisme utama penyebab infeksi saluran kemih, serta aktif baik terhadap infeksi tunggal suatu mikroorganisme maupun infeksi campuran oleh beberapa mikro-organisme, termasuk infeksi oleh kuman Gram-positif maupun Gram-negatif.
Terutama sangat efektif terhadap Enterococci, termasuk juga grup Proteus dan Providencia. Aktivitasnya terhadap Pseudomonas terlihat pada percobaan in vitro, sedangkan efektivitas klinis untuk infeksi Pseudomonas terlihat pada penderita. Pada kadar hambatan minimal ( MIC) yang rendah, sangat aktif untuk semua mikro-organisme yang sensitif.
Daya bakterisidal dari UROTRACTIN® tidak dipengaruhi oleh adanya serum maupun perubahan pH urin. Toksisitasnya rendah dan ditoleransi dengan baik oleh sistem pencernaan. UROTRACTIN® sangat cepat diabsorpsi pada pemberian oral, absorpsi terjadi di usus halus. Kadar efektif dalam darah dikapsulai ½ jam setelah pemberian oral.
Asam pipemidat terutama diekskresi melalui urin dalam bentuk aktif, dimana kadar puncaknya dikapsulai setelah 2 – 3 jam (sesuai dengan kadar dalam darah) dan akan tetap aktif selama 10 – 12 jam. Ini adalah keistimewaan yang unik, sehingga memungkinkan untuk pemakaian dengan selang waktu 12 jam.
UROTRACTIN® dapat digunakan oleh pasien dengan kegagalan hati, uremia dan insufisiensi ginjal sejauh penyakitnya tidak berat sekali.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan
Infeksi traktus urinarius yang disebabkan kuman Gram-positif dan Gram-negatif yang sensitif.

KONTRA-Indikasi
Pada bayi dan pasien yang diketahui hipersensitif terhadap obat ini.

Perhatian
Tidak dianjurkan diberikan pada penderita gangguan fungsi ginjal yang berat, wanita hamil dan anak-anak.

Efek Samping
Kadang-kadang terjadi mual ataupun rasa tidak enak di perut yang biasanya tidak memerlukan penghentian terapi. Efek ini kurang dari 2% dan akan hilang bila pengobatan diberikan setelah makan. Kadang-kadang juga didapati eksantematous ataupun urtikaria. Sangat jarang terjadi perubahan neurosensori dan perubahan psikologis berupa vertigo dan pusing-pusing pada pasien lanjut usia.

Dosis dan Aturan Pakai
Dewasa: Dosis yang dianjurkan adalah 1 kapsul 2 kali sehari dengan selang waktu 12 jam, sebaiknya diberikan sesudah makan. Seperti pada infeksi saluran kemih lainnya maka dianjurkan untuk memperpanjang pengobatan paling sedikit 10 hari, untuk mencegah kambuh.
Untuk kasus infeksi kronis dan infeksi berulang UROTRACTIN® dapat dipergunakan dalam jangka waktu lama karena toleransi yang baik serta toksisitas yang rendah.

Anak-anak di atas 14 tahun dapat mengikuti dosis seperti dewasa. Selama pengobatan dengan UROTRACTIN® dianjurkan untuk tidak di bawah sinar matahari terus menerus, karena risiko fotosensitivitas yang memungkinkan timbulnya dermatitis bulosa.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Kemasan
Dus isi 6 strip @ 10 kapsul .
No, Reg.: DKL8522206201Al

PENYIMPANAN
Simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya.

Dibuat atas lisensi dari:
Eurodrug laboratories S.A. (Belgium)
oleh PT SANBE FARMA
Bandung – Indonesia

Sekilas tentang perkemihan

Sistem perkemihan atau dunia medis menyebutnya sistem urinaria merupakan sistem yang berlangsung dalam tubuh yang berfungsi untuk mengeluarkan zat-zat sisa/racun dari hasil metabolisme tubuh.

Adapun organ-organ pokok yang bekerja dalam sistem urinaria ini adalah Ginjal, Ureter, Vesika Urinary, dan Uretra. Keempat organ tersebut bisa dibilang merupakan organ pokok dari sistem urinaria, dimana setiap organ-organ memiliki fungsi masing-masing.

Organ-organ dari sistem perkemihan tersebut sejatinya akan mengalami gangguan jika tidak dijaga kesehatanya, sehingga dapat menimbulkan gangguan atau penyakit. Berikut penyakit-penyakit yang sering ditemukan pada sistem perkemihan/urinaria

  1. Glikosuria (glukosuria) adalah ekskresi glukosa ke dalam urine sehingga menyebabkan dehidrasi karena banyak air yang akan tereksresi ke dalam urine.

  2. Albuminuria adalah penyakit yang terjadi akibat ginjal tidak dapat melakukan proses penyaringan, khususnya penyaringan protein. Protein (albumin) yang tidak dapat di saring, akan keluar bersama urine. Albuminuria disebabkan oleh kerusakan pada glomerulus.

  3. Batu ginjal adalah penyakit karena adanya pengendapan pada rongga ginjal atau kandung kemih. Endapan dapat berupa senyawa kalsium dan penumpukan asam urat. Kelaianan metabolisme, sering menahan buang air kecil dan kurang minum, dapat menjadi penyebab terbentuknya batu ginjal. Jika batu masih kecil, dapat diatasi dengan obat-obatan tertentu dan teknologi sinar laser penghancur batu ginjal. Namun, jika batu sudah membesar, harus diangkat melalui proses operasi.

  4. Diabetes melitus (kencing manis), dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :

    • Diabetes mellitus tipe 1, ditandai oleh kurangnya sekresi insulin akibat sel beta pankreas tidak memproduksi atau sangat sedikit memproduksi insulin sehingga diperlukan insulin eksogen untuk bertahan hidup. Jumlah penderita diabetes melitus tipe 1 sekitar 10% dari semua kasus diabetes melitus.

    • Diabetes mellitus tipe 2, sekresi insulin mungkin normal atau bahkan meningkat, tetapi terjadi penurunan kepekaan sel sasaran insulin, seperti sel otot rangka dan sel hati. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor genetik dan gaya hidup. Sekitar 90% pengidap diabetes melitus tipe 2 mengalami obesitas.



  5. Diabetes insipidus adalah penyakit yang ditandai produksi urine berjumlah banyak dan encer, yang disertai dengan rasa haus. Pengeluaran urine sekitar 20 liter perhari. Penyakit ini disebabkan oleh kekurangan hormon ADH (antidiuretic hormone).

  6. Poliuria merupakan kelainan peningkatan frekuensi buang air kecil sebagai akibat dari kelebihan produksi air seni. Pada umumnya disebabkan oleh polidipsida (rasa haus yang tidak berkesudahan) dan mengomsumsi cairan yang mengandung kafein, alkohol atau bahan (obat-obatan) yang bersifat diuretik (mempercepat pembentukan urine).

  7. Gagal ginjal (anuria) adalah kegagalan ginjal dalam memproduksi urine. Anuria dapat disebabkan oleh kerusakan glomerulus, sehingga proses penyaringan tidak dapat dilakukan.

  8. Uremia adalah keadaan toksik saat darah mengandung banyak urea karena kegagalan fungsi ginjal dalam membuang urea keluar dari tubuh.

  9. Nefritis adalah radang nefron pada ginjal yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus sp yang dapat masuk melalui saluran pernapasan dan peredaran darah hingga ke ginjal. Gejala nefritis adalah hematuria (darah dalam urine), proteinuria (protein dalam urine), edema (pengumpulan air terutama pada kaki) dan kerusakan fungsi hati.

  10. ISK (Infeksi Saluran Kemih) adalah suatu keadaan klinis yang mana terdapat mikroorganisme pada saluran kemih

  11. Kanker kandung kemih adalah tumor yang didapatkan pada buli-buli (kandung kemih) yang akan terjadi gros hematuria tanpa rasa sakit yaitu keluar kencing warna merah terus.

  12. BPH (Benign Prostat Hiperplasia) adalah pembesaran kelenjar prostat yang disebabkan adanya keseimbangan hormonal dalam tubuh sehingga terjadi hiperplasi (penambahan jumlah sel) pada kelenjar prostat


Source:
https://dosenbiologi.co.id/9-macam-gangguan-sistem-urinaria-pada-manusia/
https://gustinerz.com/7-penyakit-yang-sering-ditemukan-pada-sistem-urinaryperkemihan/
Sekilas Tentang Infeksi
Infeksi atau jangkitan adalah kolonalisasi (mengacu pada mikroorganisme yang tidak bereplikasi pada jaringan yang ditempatinya. Sedangkan "infeksi" mengacu pada keadaan di mana mikroorganisme bereplikasi dan jaringan menjadi terganggu) yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat paling membahayakan inang.

Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik, gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.

Simbiosis antara parasit dan inang, di mana satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme. Cabang kedokteran yang menitikberatkan infeksi dan patogen adalah cabang penyakit infeksi.
Sekilas Tentang Sanbe Farma

Sanbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 28 Juni 1975 oleh Drs. Jahja Santoso, Apt yang merupakan seorang apoteker lulusan ITB yang berhasil lulus dengan predikat cum laude. Awalnya Sanbe Farma hanyalah sebuah industri rumahan yang memproduksi kapsul Colsancetine. Kemudian seiring dengan meningkatnya kebutuhan produksi, pada 1980 perusahaan ini memindahkan lokasinya ke tempat yang lebih luas yaitu di Cimahi dan di tempat itu perusahaan ini mendirikan fasilitas produksi berbagai jenis obat.

Selanjutnya pada 1992, Sanbe Farma mulai memproduksi obat-obatan bebas atau OTC. Pada 1996 perusahaan ini kembali memperluas area industrinya untuk memenuhi kebutuhan produksi yang semakin besar diantaranya untuk memproduksi produk betalaktam, sefalosporin, injeksi, tetes mata, sediaan steril, serbuk injeksi, dan lain-lain. Sanbe Farma telah mengantongi lebih kurang 43 sertifikat CPOB dari berbagai negara. Perusahaan ini memiliki produk yang telah dipasarkan di lebih kurang 20 negara. Berdasarkan informasi, perusahaan ini menepati urutan ke-4 sebagai perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Sanbe Farma juga memiliki beberapa anak perusahaan yang juga bergerak dibidang farmasi dan produk kesehatan seperti PT Caprifarmindo Laboratories dan PT Bina San Prima .