Urinter

By | Juli 19, 2021 |

URINTER®
KAPSUL

KOMPOSISI: 
Tiap tablet mengandung:
Pipemidic acid trihydrate setara dengan Pipemidic acid …………………………….. 400 mg

KHASIAT: 
URINTER® kapsul mengandung Pipemidic acid, yang merupakan derivat quinolone generasi kedua dan bersifat bakterisidal dengan kerja menghambat sintesa DNA kuman.
URINTER®  efektif terhadap kuman Gram-positif dan Gram-negatif yang menyebabkan infeksi pada saluran kemih, dan efektif pula untuk beberapa mikroorganisme yang telah resisten terhadap Piromidic acid dan Nalidixic acid.
URINTER® pada pemberian oral cepat diabsorbsi. Setelah dosis tunggal 400 mg Pipemidic acid puncak konsentrasi 2 – 3 mcg/ ml dalam serum akan dikapsulai setelah 1-2 jam.
Obat ini diekskresikan melalui ginjal dan sebagian kecil lewat saluran cerna yang akan meningkat bila terjadi gangguan fungsi ginjal

Indikasi: 
URINTER®  efektif untuk mengobati infeksi saluran kemih akut dan kronis yang disebabkan oleh bakteri Gram-negatif yang sensitif terhadap obat ini.

KONTRAIndikasi : 
– Penderita yang hipersensitif terhadap obat ini.
– Penderita dengan gangguan faal hati atau ginjal

Efek Samping: 

  • Yang sering terjadi: rasa mual, muntah, diare
  • Kadang-kadang juga terjadi reaksi alergi
  • Kemungkinan bisa terjadi eosinophifia, myalgia, kelemahan otot, jaundice dan konvulsi

PERINGATAN / Perhatian: 

  • Hati-hati penggunaan pada anak-anak dan wanita hamil trimester pertama dan wanita menyusui
  • Selama pengobatan dengan URINTER®, penggunanya dianjurkan untuk tidak berada di bawah sinar matahari
  • Penggunaan dihentikan jika terjadi reaksi fotosensitisasi

ATURAN PAKAI: 
Dewasa: 1 kapsul (sama dengan 400 mg Pipemidic acid) 2 kali sehari, pagi dan malam, selama 7- 10 hari. Diberikan sesudah makan.

Kemasan: 
Kotak berisi 10 strip @ 10 kapsul
Reg. No.: DKL9017606501A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER
SIMPAN DI BAWAH 30°C
TERLINDUNG DARI CAHAYA

Diproduksi oleh:
PT Interbat
JI. H.R.M. Mangundiprojo no.1
Buduran, Sidoarjo-61252
Jawa Timur, lndonesia

Interbat adalah suatu perusahaan farmasi asal Indonesia yang didirikan pada 1948 oleh Bapak Djoko Sukamto yang awalnya sebagai distributor produk-produk obat buatan perusahaan Eropa seperti Crinos S.p.A., Zambon, Gentili S.p.A., dan Cipan Pharmaceutical. Pada tahun 1959 perusahaan ini mendapatkan ijin untuk untuk memproduksi obat sendiri dan pada 1971 perusahaan ini mendapatkan sertifikat GMP (Good Manufacture Practises) atau CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) untuk fasilitas produksinya sehingga sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan pada waktu itu.

Pada tahun 1977, Interbat memindahkan semua kegiatan produksinya ke lokasi di Sidoarjo seluas dua hektar dimana di sana berdiri pabrik baru mereka. Kemudian setelah itu Interbat kembali melakukan ekspansi pabriknya hingga mencapai empat hektar untuk berbagai macam unit produksi seperti fasilitas produksi, peralatan, laboratorium mutu, dan fasilitas lainnya sehingga sesuai dengan standar WHO. Hingga saat ini Interbat telah menerima setidaknya 31 sertifikat GMP/CPOB.

Saat ini Interbat memiliki sekira 270 produk obat yang terdiri dari berbagai macam kategori mulai dari produk obat hingga suplemen. Produknya pun telah diekspor ke berbagai negara.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *