Ulfaprim

Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > Ulfaprim

By | 10/02/2015

Komposisi:

– Trimethoprim 80 mg – Sulfamethoxazole 400 mg –

– Trimethoprim 40 mg – Sulfamethoxazole 200 mg – / 5 mL


Bentuk Sediaan:

Tablet

Suspensi


Farmakologi:

Menghambat pembentukan DNA dan protein bakteri


Indikasi:
–  Infeksi traktus urinarius seperti pielonefritis, pyelitis, prostatitis akut dan kronis yang disebabkan oleh kuman yang sensitif, seperti E. Coli, Klebsiella, Enterobacter, dan Proteus mirabilis..
–  Infeksi traktus gastrointestinal, terutama yang disebabkan oleh kuman Salmonella dan Shigella seperti tifoid, paratifoid dan disentri basiler.


Dosis:
Tablet (Dewasa dan anak > 12 tahun): 2 tablet 2 kali sehari selama 10-14 hari:

Infeksi serius: 3 tablet 2 kali sehari

Pengobatan jangka panjang: 1 tablet 2 kali sehari
Sirup:  Anak 6 – 12 tahun: 10 mL sirup 2 kali sehari
Anak 6 bulan – 6 tahun: 5 mL sirup 2 kali sehari
Anak 2 – 6 bulan: 2,5 mL sirup 2 kali sehari
Untuk infeksi serius, dosis anak dapat ditingkatkan sampai dengan 50%
Pada infeksi akut, Primazole diberikan setidaknya 5 hari atau sampai bebas gejala selama 2 hari


Kontra Indikasi:

Hipersensitif terhadap Trimethoprim- Sulfamethoxazole

– Ibu hamil dan menyusui

Anemia megaloblastik


Peringatan dan Perhatian:

– Saat menggunakan obat ini agar minum air yang banyak untuk mencegah kristaluria.

– Penderita dengan kegagalan fungsi ginjal, dosis harus dikurangi dan pemberiannya harus dijarangkan.
– Pada pengobatan jangka panjang dianjurkan pemeriksaan darah yang teratur dan berkala.


Efek Samping:

Mual, muntah dan ruam kulit.

Leukopenia, trombositopenia, agranulositosis, anemia aplastik, diskrasia darah.

– Pada penggunaan jangka panjang pernah dilaporkan adanya anemia megaloblastik dan hal ini dapat

ditolerir dengan pengobatan asam folinat.

Sekilas Tentang Infeksi
Infeksi atau jangkitan adalah kolonalisasi (mengacu pada mikroorganisme yang tidak bereplikasi pada jaringan yang ditempatinya. Sedangkan "infeksi" mengacu pada keadaan di mana mikroorganisme bereplikasi dan jaringan menjadi terganggu) yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat paling membahayakan inang.

Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik, gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.

Simbiosis antara parasit dan inang, di mana satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme. Cabang kedokteran yang menitikberatkan infeksi dan patogen adalah cabang penyakit infeksi.