Typhim VI

Farmasi-id.com > Vaksin Antiserum & Imunologikal > Vaksin Tifoid > Typhim VI

By | 27/03/2018

Kandungan

Purified Vi capsular polysaccharide of Salmonella typhi.

Indikasi

Pencegahan demam tifoid utk dws & anak > 2 thn.

Kontra Indikasi

Hipersensitivitas. Kehamilan.

Produk Lainnya

Perhatian 

Anak < 2 thn. Tunda pemberian apabila pasien sedang dalam keadaan demam atau infeksi berat.

Efek Samping

Nyeri lokal ringan, nyeri, inflamasi atau erithema, indurasi lokal. Peningkatan suhu tubuh yg bersifat ringan, reaksi sistemik transien (demam, sakit kepala, kelelahan atau mual).

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori C: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Dosis

0.5 mL scr SK dalam atau IM dalam dosis tunggal. Menghasilkan proteksi selama min 2 thn.

Kemasan dan Sediaan

Dus, 1 syringe @ 0,5 ml (1 dosis), cairan injeksi 0,025 mg/0,5 ml

Izin BPOM

DKI0259701643A2

Harga

Rp 90.000/1 syringe

Produsen

Sanofi Pasteur – France

Pendaftar

Bio Farma

Sekilas tentang tifoid/typus

Tifoid merupakan jenis penyakit yang ditimbulkan bakteri salmonella yang membuat peradangan pada usus halus yang ditandai gejala demam akut yang berlarut-larut.

Demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi enteritica serovar/ Salmonella typhi yang menular dari manusia ke manusia melalui makanan atau air minum yang terkontaminasi. Ketika bakteri melewati bagian bawah usus besar, mereka menembus melalui mukosa usus ke jaringan di bawahnya. Jika sistem kekebalan tubuh tidak dapat menghentikan infeksi di sini, bakteri akan berkembang biak dan kemudian menyebar ke aliran darah, setelah itu tanda-tanda pertama dari penyakit diamati dalam bentuk demam. Bakteri kemudian menembus lebih lanjut ke sumsum tulang, hati dan empedu, dari mana bakteri diekskresikan ke dalam isi usus. Pada tahap kedua penyakit, bakteri menembus jaringan kekebalan tubuh dari usus kecil, dan gejala kerusakan usus kecil dimulai.

Berbeda dengan demam tifoid, demam paratifoid disebabkan oleh Salmonella paratyphi, penyakit yang mirip dan umumnya lebih ringan.
Sekilas Tentang Vaksin

Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Pemberian vaksin (imunisasi) dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi penyebab penyakit - penyakit tertentu. Vaksin biasanya mengandung agen yang menyerupai mikroorganisme penyebab penyakit dan sering dibuat dari mikroba yang dilemahkan atau mati, dari toksinnya, atau dari salah satu protein permukaannya. Agen merangsang sistem imun untuk mengenali agen sebagai ancaman, menghancurkannya, dan untuk lebih mengenali dan menghancurkan mikroorganisme yang terkait dengan agen yang mungkin ditemui di masa depan. Vaksin dapat bersifat profilaksis (misalnya untuk mencegah atau memperbaiki efek infeksi di masa depan oleh patogen alami atau "liar") atau terapeutik (misalnya vaksin terhadap kanker).

Pemberian vaksin disebut vaksinasi. Vaksinasi merupakan metode paling efektif untuk mencegah penyakit menular. Kekebalan karena vaksinasi terjadi menyeluruh di dunia sebagian besar bertanggung jawab atas pemberantasan cacar dan pembatasan penyakit seperti polio, campak, dan tetanus. Efektivitas vaksinasi telah dipelajari dan diverifikasi secara luas, misalnya vaksin terbukti efektif termasuk vaksin influenza,vaksin HPV, dan vaksin cacar air.