Trifed Tablet

By | Juni 10, 2020 | Farmasi-id.com > Sistem Pernapasan > Obat Batuk & Pilek > Trifed Tablet

Kandungan dan Komposisi Trifed Tablet

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Berikut adalah kandungan dan komposisi dari Trifed Tablet:

Per tablet:

Triprolidin HCl 2,5 mg, Pseudoefedrin HCl 60 mg.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Trifed Tablet

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Trifed Tablet:

Pengobatan gejala-gejala yang berhubungan dengan pilek, sinusitis, dan kondisi alergika.

Izin, Kemasan & Sediaan Trifed Tablet

Tablet 50’s.

Dosis dan Aturan Pakai Trifed Tablet

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Trifed Tablet:

Dewasa dan anak berusia lebih dari 12 tahun: 3 kali sehari 1 tablet .

Produsen Trifed Tablet

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Trifed Tablet:

Interbat

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Trifed Tablet Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Trifed Tablet, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Trifed Tablet?

Jika Anda lupa menggunakan Trifed Tablet, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Trifed Tablet Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Trifed Tablet?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Trifed Tablet yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Sekilas Tentang Triprolidine Pada Trifed Tablet
Triprolidine merupakan suatu obat yang digunakan untuk mengatasi gejala alergi dan penggunaannya biasa dikombinasikan dengan obat batuk, flu, dan obat untuk gejala yang menyerupai flu diantaranya pseudoephedrine, dextromethorphan, maupun guaifenesin. Obat ini termasuk dalam golongan antihistamin. Triprolidine biasa digunakan untuk pengobatan rhinitis alergi, urtikaria, pruritus kulit, dan alergi lainnya

Sebagai antihistamin, triprolidine bekerja dengan melakukan pengikatan pada reseptor histamin H1 sehingga menghalangi aksi histamin untuk mempengaruhi sel pada saluran pencernaan, peredaran darah, dan saluran pernapasan sehingga menghasilkan efek meredakan bersin-bersin, mata berair dan gatal, pilek akibat demam dan alergi sistem pernapasan. Triprolidine memiliki efek antikolinergik dan sedasi.

Efek samping yang sering terjadi setelah menggunakan triprolidine yakni mengantuk. Efek samping yang jarang terjadi diantaranya pusing, penglihatan kabur, mulut kering, konstipasi, sering buang air kecil, dan lain-lain yang tidak disebutkan di sini. Sebelum menggunakan obat ini, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi Anda, terlebih jika memiliki riwayat gangguan pernapasan, glaukoma, pembesaran prostat, dan masalah perkemihan.

FDA tidak secara spesifik mengkategorikan tingkat keamanan triprolidine untuk digunakan oleh wanita hamil, namun diketahui bahwa obat ini dapat mempengaruhi janin dan bayi yang lahir prematur sehingga dapat mengalami retrolental fibroplasia. Obat ini juga diketahui masuk ke dalam ASI, sehingga penggunaan oleh wanita menyusui tidak dianjurkan. Konsultasikanlah dengan dokter.

Triprolidine pertama kali dipatenkan pada 1948 dan secara resmi digunakan secara luas oleh dunia medis pada 1953.
Sekilas Tentang Pseudoephedrine Pada Trifed Tablet
Pseudoephedrine adalah obat yang digunakan untuk mengurangi tekanan dalam hidung atau sinus yang tersumbat akibat flu biasa atau penyakit lainnya. Obat ini termasuk dekongestan dan banyak ditemukan pada obat-obatan untuk sakit kepala, batuk, dan alergi.

Pseudoephedrine bekerja dengan cara mempersempit pembuluh darah untuk mengurangi pembengkakan dan penyumbatan. Pseudoephedrine menyusutkan selaput lendir hidung yang membengkak sehingga mengurangi hyperemia jaringan, edema, dan hidung tersumbat yang biasanya dikaitkan dengan pilek atau alergi. Efek positif lainnya adalah peningkatan drainase sekresi sinus, dan pembukaan tuba Eustachius yang tersumbat. Efek samping yang dapat terjadi akibat penggunaan pseudoephedrine antara lain hipertensi dan pusing.

Obat ini tidak boleh digunakan oleh anak dibawah usia 4 tahun, penderita depresi yang sedang mengonsumsi obat antidepresi, penderita parkinson, dan pasien yang menggunakan obat monoamine oxsidase inhibitor (MAOI). Wanita hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.
Interbat adalah suatu perusahaan farmasi asal Indonesia yang didirikan pada 1948 oleh Bapak Djoko Sukamto yang awalnya sebagai distributor produk-produk obat buatan perusahaan Eropa seperti Crinos S.p.A., Zambon, Gentili S.p.A., dan Cipan Pharmaceutical. Pada tahun 1959 perusahaan ini mendapatkan ijin untuk untuk memproduksi obat sendiri dan pada 1971 perusahaan ini mendapatkan sertifikat GMP (Good Manufacture Practises) atau CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) untuk fasilitas produksinya sehingga sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan pada waktu itu.

Pada tahun 1977, Interbat memindahkan semua kegiatan produksinya ke lokasi di Sidoarjo seluas dua hektar dimana di sana berdiri pabrik baru mereka. Kemudian setelah itu Interbat kembali melakukan ekspansi pabriknya hingga mencapai empat hektar untuk berbagai macam unit produksi seperti fasilitas produksi, peralatan, laboratorium mutu, dan fasilitas lainnya sehingga sesuai dengan standar WHO. Hingga saat ini Interbat telah menerima setidaknya 31 sertifikat GMP/CPOB.

Saat ini Interbat memiliki sekira 270 produk obat yang terdiri dari berbagai macam kategori mulai dari produk obat hingga suplemen. Produknya pun telah diekspor ke berbagai negara.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Sekilas tentang pilek
Pilek, biasa juga dikenal sebagai nasofaringitis, rinofaringitis, koriza akut, atau selesma, merupakan penyakit menular yang disebabkan virus pada sistem pernapasan yang terutama menyerang hidung.Tenggorokan, sinus, dan kotak suara juga dapat terpengaruh. Tanda dan gejala mungkin muncul kurang dari dua hari setelah paparan. Itu termasuk batuk, sakit tenggorokan, rhinorrhea, bersin, sakit kepala, dan demam. Orang biasanya sembuh dalam tujuh sampai sepuluh hari. Beberapa gejala dapat berlangsung hingga tiga minggu. Pada orang-orang dengan masalah kesehatan lainnya, pneumonia kadang-kadang berkembang.

Ada lebih dari 200 strain virus yang terlibat dalam penyebab pilek; rhinovirus adalah yang paling umum. Mereka menyebar melalui udara selama kontak dekat dengan orang yang terinfeksi dan secara tidak langsung melalui kontak dengan benda-benda di lingkungan diikuti dengan transfer ke mulut atau hidung. Faktor risiko termasuk pergi ke tempat penitipan anak, tidak tidur dengan baik, dan stres psikologis. Gejala sebagian besar karena respon kekebalan tubuh terhadap infeksi daripada kerusakan jaringan oleh virus sendiri. Penderita influenza sering menunjukkan gejala yang sama seperti penderita pilek, meskipun gejala biasanya lebih parah di influenza.

Tidak ada vaksin untuk pilek. Metode utama pencegahan adalah mencuci tangan; tidak menyentuh mata, hidung atau mulut dengan tangan yang belum dicuci; dan menjauh dari orang-orang yang sakit. Beberapa bukti mendukung penggunaan masker wajah. Tidak ada obat untuk pilek, tetapi gejalanya dapat diobati.Obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS, nonsteroidal anti-inflammatory drug, NSAID) seperti ibuprofen dapat mengurangi rasa sakit.Antibiotik tidak boleh digunakan. Bukti tidak mendukung manfaat dari obat batuk.

Pilek adalah penyakit infeksi yang paling sering pada manusia. Rata-rata orang dewasa terkena pilek dua sampai empat kali setahun, sedangkan rata-rata anak bisa terkena enam sampai delapan kali. Pilek terjadi lebih sering pada musim dingin. Infeksi ini telah ada pada manusia sejak zaman kuno.
Sekilas tentang batuk
Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.

Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat saraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 10 Juni). Trifed Tablet. Diakses pada 8 Juli 2020, dari https://www.farmasi-id.com/trifed-tablet/


Format MLA (Modern Language Association)

"Trifed Tablet". Farmasi-id.com. 10 Juni 2020. 8 Juli 2020. https://www.farmasi-id.com/trifed-tablet/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Trifed Tablet", 10 Juni 2020, <https://www.farmasi-id.com/trifed-tablet/> [Diakses pada 8 Juli 2020]


Bagikan ke Rekan Anda