Trapasin

Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Trapasin

By | 01/06/2018

Kandungan dan Komposisi

Tiap tablet salut selaput mengandung :

  • Tramadol hidroklorida 37,5 mg
  • Parasetamol 325 mg

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Mengobati nyeri akut jangka pendek.

Kontra Indikasi

  • Pengguna alkohol
  • Anak-anak di bawah usia 16 tahun
  • Penyumbatan di perut atau usus
  • Asma berat
  • Hipersensitivitas
  • Kerusakan hati

Peringatan

  • Hamil, berencana untuk hamil atau menyusui
  • Hindari konsumsi alkohol
  • Hindari menggunakan jika alergi terhadap parasetamol
  • Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin

Efek Samping

  • Kulit memerah
  • Reaksi alergi
  • Sesak napas
  • Wajah bengkak
  • Kerusakan hati
  • Kelainan sel darah
  • Mual
  • Ruam
  • Toksisitas hati

Segera hubungi dokter jika muncul efek samping seperti di atas.

Interaksi Obat

  • Alcohol
  • Butorphanol
  • Interfere with certain laboratory tests
  • Juxtapid mipomersen
  • Ketoconazole
  • Leflunomide
  • Nalbuphine
  • Naltrexone
  • Pentazocine
  • Prilocaine

Dosis dan Aturan Pakai

Sesuai petunjuk dokter.

Kemasan dan Sediaan

Dus, 1 blister @ 10 tablet salut selaput

Izin BPOM

DKL1404133417A1

Produsen

PT Combiphar

Sekilas Tentang Paracetamol
Paracetamol yang dikenal juga dengan nama acetaminophen pertama kali disintesa oleh Harmon Northrop Morse, seorang ahli kimia pada tahun 1877, namun baru diujicoba pada manusia pada tahun 1887 oleh ahli farmakologi klinis, Joseph von Mering. Tahun 1893 von Mering mempublikasikannya dalam laporan klinis mengenai paracetamol.

WHO menyatakan bahwa paracetamol masuk dalam daftar salah satu obat yang paling aman dan efektif dan sangat dibutuhkan dalam dunia medis. Paracetamol digunakan sebagai analgetic (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam) yang bisa diperoleh tanpa resep dokter. Meskipun paracetamol memiliki efek anti inflamasi, obat ini tidak dimasukkan sebagai obat NSAID, karena efek anti inflamasinya dianggap tidak signifikan.

Cara kerja paracetamol yang diketahui sekarang adalah dengan cara menghambat kerja enzim cyclooxygenase (COX). Enzim ini berperan pada pembentukan prostaglandin yaitu senyawa penyebab nyeri. Dengan dihambatnya kerja enzim COX, maka jumlah prostaglandin pada sistem saraf pusat menjadi berkurang sehingga respon tubuh terhadap nyeri berkurang. Paracetamol menurunkan suhu tubuh dengan cara menurunkan hipotalamus set-point di pusat pengendali suhu tubuh di otak.

Dosis maksimal paracetamol adalah 3 hingga 4 gr dalam sehari. Jika lebih dari itu maka berpotensi menyebabkan kerusakan hati. Penderita gangguan hati disarankan untuk mengurangi dosis paracetamol.
Sekilas Tentang Combiphar
PT. Combiphar ((Combined Imperial Pharmaceutical Incorporation) adalah suatu perusahaan farmasi yang didirikan pada 1971 di Bandung. Awalnya perusahaan ini hanya industri kecil atau home industri yang memproduksi OBH (Obat Batuk Hitam), antibiotik, dan analgesik. Pada 1985 Dr. Biantoro Wanandi dan Hamadi Wijaya membawa kemajuan pesat bagi PT. Combiphar seperti berhasil mandapatkan sertifikat CPOB pada tahun 1991, mendirikan beberapa fasilitas produksi baru untuk memisahkan fasilitas profuksi produk sefalosporin dengan produk lainnya, bekerja sama dengan Rohto untuk memproduksi produk kesehatan mata, bekerja sama dengan Sanofi-Syntelabo , dan sebagainya.

Hasil kerjasama dengan Sanofy akhirnya membuat didirikannya perusahaan baru bernama PT. Sanofi-Syntelabo Combiphar (SSC) yang kemudian pada 2006 berubah namanya menjadi PT. Pharma Health Care. Pada 2006 PT. Combiphar berhasil meraih sertifikat ISO 9001:2000.

PT. Combiphar memiliki pabrik di daerah Padalarang, Bandung, Jawa Barat dan kantor pusatnya ada di Graha Atrium Senen, Jakarta. Saat ini CEO PT. Combiphar dijabat oleh Michael Wanandi, anak dari pendiri perusahaan ini. Dibawah kepemimpinannya, perusahaan ini berhasil meraih penghargaan Asia's Leading SMEs dalam ajang Asia Corporate Excellence & Sustainability Awards 2018.