Torasic

By | April 8, 2021 | Farmasi-id.com > Sistem Muskuloskeletal > Torasic

Kandungan dan Komposisi Torasic

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Torasic adalah:

Ketorolac tromethamine


Bentuk Sediaan:

Tablet salut selaput 10 mg

Ampul 10 mg dan 30 mg


Farmakologi:

Ketorolac tromethamine merupakan suatu analgesik non-narkotik. Obat ini merupakan obat anti-inflamasi nonsteroid yang menunjukkan aktivitas antipiretik yang lemah dan anti-inflamasi.

Ketorolac tromethamine menghambat sintesis prostaglandin dan dapat dianggap sebagai analgesik yang bekerja perifer karena tidak mempunyai efek terhadap reseptor opiat.

Farmakokinetik (oral) k etorolac tromethamine diabsorpsi dengan cepat dan lengkap setelah pemberian oral dengan konsentrasi puncak rata-rata dalam plasma sebesar 0,87 mcg/mL setelah 50 menit pemberian dosis tunggal 10 mg. Waktu paruh plasma terminal 5,4 jam pada dewasa muda dan 6,2 jam pada orang lanjut usia. Total bersihan pada orang usia lanjut sedikit lebih rendah daripada dewasa muda. Ketorolac tromethamine diserap dengan cepat dan lengkap setelah pemberian intramuskular dengan konsentrasi puncak rata-rata dalam plasma sebesar 2,2 mcg/mL setelah 50 menit pemberian dosis tunggal 30 mg. Waktu paruh terminal plasma 5,3 jam pada dewasa muda dan 7 jam pada orang lanjut usia. Lebih dari 99% ketorolac terikat pada konsentrasi yang beragam. Farmakokinetik Ketorolac pada manusia setelah pemberian secara intramuskular dosis tunggal atau multipel adalah linear. Kadar steady state plasma dikapsulai setelah diberikan dosis tiap 6 jam dalam sehari.


Indikasi:

Untuk penatalaksanaan jangka pendek terhadap nyeri akut sedang sampai berat setelah prosedur bedah.


Dosis:
Dosis oral yang dianjurkan adalah 10 mg tiap 4 – 6 jam untuk nyeri sesuai yang dibutuhkan, dosis melebihi 40 mg/hari tidak dianjurkan.
– Interval dosis yang lebih panjang, c.g. 6 – 8 jam, disarankan pada pasien tua.
– Kisaran dosis terendah direkomendasikan untuk pasien-pasien yang usianya diatas 65 tahun.
– Pasien dengan gangguan ginjal ringan dapat menerima dosis yang lebih rendah dan kondisi ginjalnya harus dipantau ketat.
– Ketorolac ampul ditujukan untuk pemberian injeksi intramuskular atau bolus intravena, dosis untuk bolus intravena harus diberikan selama minimal 15 detik.
– Ketorolac ampul tidak boleh diberikan secara epidural atau spinal.
– Mulai timbulnya efek analgesia setelah pemberian IV maupun IM serupa, sekitar 30 menit, dengan maksimum analgesia terkapsulai dalam 1 – 2 jam.
– Durasi median analgesia umumnya 4 – 6 jam.
– Dosis sebaiknya disesuaikan dengan keparahan nyeri dan respons pasien.
– Lamanya terapi,  pemberian dosis harian multipel yang terus-menerus secara intramuskular dan intravena tidak boleh lebih dari 2 hari karena efek samping dapat meningkat pada penggunaan jangka panjang.


Kontra Indikasi:

Pasien hipersensitif dengan obat ini, karena ada kemungkinan sensitivitas silang, Ketorolac juga dikontraindikasikan pada pasien :
– Penderita ulkus peptikum aktif.
– Penyakit serebrovaskuler yang dicurigai maupun yang sudah pasti.
– Diatesis hemoragik termasuk gangguan koagulasi.
– Sindrom polip nasal lengkap atau parsial, angioedema atau bronkospasme.
– Terapi bersamaan dengan ASA dan NSAID lain.
– Hipovolemia akibat dehidrasi atau sebab lain.
– Gangguan ginjal derajat sedang sampai berat (kreatinin serum > 160 mmol/L).
– Riwayat asma.
– Pasien pasca operasi dengan risiko tinggi terjadi perdarahan atau hemostasis inkomplit, pasien dengan antikoagulan termasuk heparin dosis rendah (2500 – 5000 unit setiap 12 jam).
– Terapi bersamaan dengan ospentyfilline, probenecid atau garam lithium.
– Selama kehamilan, persalinan, melahirkan atau laktasi.
– Anak < 16 tahun.
– Pasien yang mempunyai riwayat sindrom Stevens-Johnson atau ruam vesikulobulosa.
– Pemberian neuraksial (epidural atau intratekal).
– Pemberian profilaksis sebelum bedah mayor atau intra-operatif jika hemostasis benar-benar dibutuhkan karena tingginya resiko perdarahan.


Peringatan dan Perhatian:
Telah dilaporkan adanya peningkatan urea nitrogen serum dan kreatinin serum
– Ketorolac menghambat agregasi trombosit dan dapat memperpanjang waktu perdarahan.
– Bisa terjadi peningkatan borderline  fungsi hati.
– Pernah dilaporkan terjadinya retensi cairan dan edema, hati-hati  pada pasien gagal jantung, hipertensi atau kondisi serupa.


Efek Samping:
Saluran cerna : diare, dispepsia, nyeri gastrointestinal, nausea.
– Susunan Saraf Pusat : sakit kepala, pusing, mengantuk, berkeringat (nsiden 1% atau kurang), depresi, mulut kering, euforia, haus berlebihan, parestesia, stimulasi, vertigo.
– Gastrointestinal : konstipasi, rasa penuh, kelainan fungsi hati, melena, ulkus peptikum, perdarahan rektal, stomatitis, muntah, flatus.
– Respirasi : asma, dispnea.
– Dermatologik : pruritus, urtikaria.
– Kardiovaskular : vasodilatasi, pucat.

PT Kalbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Perusahaan ini didirikan pada 10 September 1966 oleh Khouw Lip Tjoen,Khouw Lip Hiang, Khouw Lip Swan, Boenjamin Setiawan, Maria Karmila, F. Bing Aryanto. Produk dari perusahaan ini sangat banyak mencakup produk obat resep, obat bebas, minuman energi, susu, suplemen, minuman kesehatan, distribusi produk dan pengemasan, dan sebagainya.

Diperkirakan nilai kapitalisasi pasar perusahaan ini mencapai Rp 15 triliun. Perusahaan ini memiliki grup perusahaan (kalbe Group) yang bergerak dalam berbagai bidang divisi usaha diantara seperti divisi obat resep (PT Kalbe Farma, PT Hexpharm Jaya Laboratories, PT Dankos Farma, dll), divisi consumer health (PT Bintang Toedjoe, PT Saka farma Lab, PT Hale International, dll), divisi nutrisi (PT Sanghiang Perkasa, PT Kalbe Morinaga Indonesia, dll), divisi distribusi dan kemasan (PT Enseval Putra Megatrading, PT Enseval Medika Prima, PT Milenia Dharma Insani, dll).

Selain di Indonesia, Kalbe Farma memiliki 10 cabang di luar negeri yaitu negara-negara ASEAN (Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar), Srilanka, Nigeria, dan Afrika Selatan.

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *