Topcort

By | Juli 22, 2021 |

TOPCORT®
Krim, Gel

Kandungan dan Komposisi Topcort

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Topcort adalah:

Krim

Tiap gram mengandung Desoksimetason

2,5 mg

Gel

Tiap gram mengandung Desoksimetason

0,5 mg

FARMAKOLOGI
TOPCORT® mengandung Desoksimetason suatu kortikosteroid sintetik aktif.
Pada pemakaian topikal TOPCORT® mempunyai khasiat sebagai anti-inftamasi, antipruritik dan vasokonstriksi.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Topcort

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Topcort adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:


TOPCORT® diindikasikan untuk meredakan manifestasi inflamasi dan pruritik pada dermatitis yang responsif terhadap kortikosteroid.

KONTRA-Indikasi

  • Infeksi virus pada kulit seperti vaccinia, yaricella
  • Tuberkulosis pada kulit
  • Hipersensitivitas

Perhatian Penggunaan Topcort

  • Absorpsi sistemik dari kortikosteroid topikal telah menyebabkan supresi aksis hipotalamik-pituitari-adrenal (HPA) yang reversibel, manifestasi sindroma Cushing, hiperglikemia dan glukosuria pada beberapa pasien. Kondisi-kondisi yang dapat meningkatkan absorpsi sistemik meliputi pemberian steroid-steroid yang lebih kuat, penggunaan pada permukaan yang sangat luas, penggunaan dalam jangka waktu lama, dan penambahan pembalut. Oleh karena itu penderita yang mendapat dosis tinggi dari steroid topikal yang kuat yang dipakai pada permukaan yang luas atau di bawah pembalut sebaiknya diperiksa secara berkala sebagai petunjuk adanya supresi aksis HPA dengan menggunakan kortisol bebas urin dan uji stimulasi ACTH. Jika supresi aksis HPA telah tercatat pada percobaan, sebaiknya pemakaian obat dihentikan, frekuensi pemberian dikurangi, atau diganti dengan steroid yang kurang potensinya. Pulihnya fungsi aksis HPA umumnya cepat dan sempurna setelah pemberian obat dihentikan. Kadang-kadang, tanda-tanda dan gejala-gejala dari penarikan steroid dapat terjadi, oleh karena itu dibutuhkan tambahan kortikosteroid sistemik. Anak-anak dapat mengabsorpsi kortikosteroid topikal dalam jumlah besar, dengan demikian akan lebih peka terhadap toksisitas sistemik
  • Jika iritasi terjadi, pemakaian kortikosteroid topikal sebaiknya dihentikan dan lakukan pengobatan yang tepat
  • Pada infeksi kulit, sebaiknya digunakan antijamur dan anti bakteri yang tepat. Jika respon yang baik tidak terjadi dengan cepat, kortikosteroid sebaiknya dihentikan sampai infeksi dapat terkontrol
  • Wanita hamil: Krim/gel topikal Desoksimetason dapat digunakan selama kehamilan, hanya jika pertimbangan keuntungan lebih besar dari resiko terhadap bayi. Obat-obat dalam kelompok ini sebaiknya tidak digunakan oleh penderita yang sedang hamil, dalam jumlah besar atau waktu pengobatan yang lama
  • lbu menyusui: Sebaiknya kortikosteroid topikal diberikan dengan hati-hati pada ibu menyusui
  • Penggunaan untuk pediatrik: Pemberian kortikosteroid topikal sebaiknya dibatasi dalam jumlah kecil sesuai dengan dosis terapeutik efektif. Pengobatan kortikosteroid kronik dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Topcort Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Topcort?

Jika Anda lupa menggunakan Topcort, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Topcort Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Topcort?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Topcort yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Topcort

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Topcort yang mungkin terjadi adalah:


Iritasi dapat timbul terutama pada bagian kulit yang tertutup rapat seperti: rasa terbakar, gatal-gatal dan kekeringan pada kulit.
Kontak dermatitis alergi, folikulitis, hipertrikosis.

Sekilas tentang kulit
Kulit merupakan organ terbesar tubuh yang memiliki luasnya sekitar 2 m2 dengan ketebalan rata-rata 1-2 mm. Kulit terdiri dari lapisan epidermis, dermis dan hipodermis atau subkutis.

Sebagai organ yang sangat penting bagi kelangsungan hidup, kulit memiliki fungsi menutupi dan melindungi organ-organ dibawahnya, mencegah infeksi, mengatur suhu tubuh, mengekskresi zat buangan, mensintesis vitamin D, dan menjadi sensor peraba.

Dosis dan Aturan Pakai Topcort

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Topcort:


Oleskan pada kulit yang sakit 2 kali sehari. Atau menurut petunjuk dokter.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Izin, Kemasan & Sediaan Topcort

Krim

Tube dengan berat bersih 10 gram

No. Reg.: DKL8722207629A1

Gel

Tube dengan berat bersih 10 gram

No. Reg.: DKL9522217528A1

PENYIMPANAN
Simpan di tempat sejuk.

Dibuat oleh :
PT SANBE FARMA 
Bandung -Indonesia

Sanbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 28 Juni 1975 oleh Drs. Jahja Santoso, Apt yang merupakan seorang apoteker lulusan ITB yang berhasil lulus dengan predikat cum laude. Awalnya Sanbe Farma hanyalah sebuah industri rumahan yang memproduksi kapsul Colsancetine. Kemudian seiring dengan meningkatnya kebutuhan produksi, pada 1980 perusahaan ini memindahkan lokasinya ke tempat yang lebih luas yaitu di Cimahi dan di tempat itu perusahaan ini mendirikan fasilitas produksi berbagai jenis obat.

Selanjutnya pada 1992, Sanbe Farma mulai memproduksi obat-obatan bebas atau OTC. Pada 1996 perusahaan ini kembali memperluas area industrinya untuk memenuhi kebutuhan produksi yang semakin besar diantaranya untuk memproduksi produk betalaktam, sefalosporin, injeksi, tetes mata, sediaan steril, serbuk injeksi, dan lain-lain. Sanbe Farma telah mengantongi lebih kurang 43 sertifikat CPOB dari berbagai negara. Perusahaan ini memiliki produk yang telah dipasarkan di lebih kurang 20 negara. Berdasarkan informasi, perusahaan ini menepati urutan ke-4 sebagai perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Sanbe Farma juga memiliki beberapa anak perusahaan yang juga bergerak dibidang farmasi dan produk kesehatan seperti PT Caprifarmindo Laboratories dan PT Bina San Prima .

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *