Tismazol

By | Juli 14, 2021 |

Produsen Tismazol

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Tismazol:

Metiska Farma

Kandungan dan Komposisi Tismazol

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Tismazol adalah:

Metronidazole.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Tismazol

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Tismazol adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Pencegahan & pengobatan infeksi anaerob & infeksi ganda anaerob & aerob, trikomoniasis, amubiasis, giardiasis, & lambliasis.

Sekilas Tentang Obat Antibiotik
Antibiotika adalah segolongan molekul, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi, meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. Antibiotika bekerja seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah bakteri molekul. Antibiotika berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Desinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.

Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat virus, jamur, atau nonbakteri lainnya, dan setiap antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri. Ada antibiotika yang membidik bakteri gram negatif atau gram positif, ada pula yang spektrumnya lebih luas. Keefektifannya juga bergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.

Antibiotika oral (diberikan lewat mulut) mudah digunakan dan antibiotika intravena (melalui infus) digunakan untuk kasus yang lebih serius. Antibiotika kadang kala dapat digunakan setempat, seperti tetes mata dan salep.

Dosis dan Aturan Pakai Tismazol

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Tismazol:

250-500 mg 1-2 x/hari. Maks: 2 g/hari.

Pemberian Obat Tismazol

Sebaiknya diberikan bersama makanan.

Kontraindikasi Tismazol

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Tismazol dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Penyakit SSP akut, diskrasia darah.

Perhatian Penggunaan Tismazol

Hamil trimester I, laktasi. Lakukan tes darah pada pemakaian > 10 hari.

Efek Samping yang Mungkin Timbul

Sakit kepala, mengantuk, pusing, ataksia, kejang, neuropati perifer. Rasa tidak enak di mulut, lidah terasa terbakar, anoreksia, mual, muntah, diare. Urin berwarna gelap. Leukopenia, urtikaria, angioedema.

Interaksi Obat Tismazol

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Tismazol antara lain:

Alkohol: menimbulkan reaksi menyerupai dilsufiram. Antikoagulan warfarin: meningkatkan waktu protrombin. Fenobarbiton: meningkatkan metabolisme tismazol.

Kategori Keamanan Penggunaan Tismazol Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui.

FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Tismazol untuk digunakan oleh wanita hamil:

B: Studi terhadap reproduksi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin tetapi tidak ada studi terkontrol yang dilakukan terhadap wanita hamil, atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak dikonfirmasikan dalam studi terkontrol pada wanita pada kehamilan trimester 1 (dan tidak ada bukti risio pada trimester selanjutnya).

Bentuk Sediaan

Kemasan dan Sediaan Tismazol

/Harga

Tismazol tablet 250 mg

10 × 10’s (Rp90,000/boks)

Tismazol tablet 500 mg

10 × 10’s (Rp150,000/boks)

Sekilas Tentang Metiska Farma
Sebelum bernama PT Metiska Farma, dahulu perusahaan ini bernama Xepa Laboratories yang mana perusahaan ini adalah cabang dari Xepa Laboratories yang ada di Singapura. Pada 1973 nama perusahaan diganti menjadi PT Metiska Farma yang merupakan singkatan dari nama ketiga pendirinya yakni Memet Tanuwijaya, Ismail, dan Karim Johan. Pada 1975 perusahaan ini diakuisisi oleh Drs. Hadi Wibowo dan pada 1986 diakuisisi oleh Teguh Santoso.

PT Metiska Farma memiliki lokasi pabrik di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang telah digunakan sejak 1987. Hingga saat ini perusahaan ini telah mendapatkan setidaknya 16 sertifikat CPOB untuk berbagai produk seperti betalaktam, non beta laktam, sefalosporin, dan lain-lain.

Produk yang diproduksi oleh perusahaan ini antara lain anti asma (Tismalin) anti gout (Tylonic) anti emetika (Vilapon) anti diare (Xepare) anti diabetes (Xepabet ), vitamin dan mineral (Xepabion), anti hipertensi (Xepalat) obat batuk dan flu (Flu-en Forte), antibiotik (Mestamox), antasida (Gestamag), analgesik dan antipiretik (Progesic), dan lain-lain dalam berbagai bentuk sediaan seperti tablet, kapsul, suspensi, sirup, dan sebagainya. Produk-produk ini disalurkan melalui PBF yang telah ditunjuk dan didistribusikan ke seluruh Indonesia.

Kantor pusat PT Metiska Farma ada di Jl. Kebayoran Lama, No. 557, Jakarta Selatan.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *