Tien Wang Pu Sin Tan

Farmasi-id.com > Herbal > Herbal Insomnia > Tien Wang Pu Sin Tan

By | 21/07/2017

Kandungan dan Komposisi

  • Radix Ginseng 15 %
  • Radix Scrophulariae 5 %
  • Radix Ophiopogoni 10 %
  • Semen Biotae 2 %
  • Dan bahan lain sampai 100 %

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Membantu mengobati sulit tidur, pening kepala, dan perasaan tidak tenang.

Cara Pakai

Dewasa 3 x sehari 5 pil (1 botol = 100 pil)

Perhatian

Tidak digunakan untuk wanita hamil.

Kemasan dan Sediaan

Dus, botol @ 120 pil @ 350 mg

Izin BPOM

TI174457091

Harga

Rp 50.000/dus

Produsen

Tianjin Zhongxin Pharmaceutical Group Co Ltd Lerentang Pharmaceutical – China

Importir

PT Perdana Sakti Indonesia

Sekilas Tentang Panax Ginseng (Ginseng)
Ginseng merupakan salah satu tanaman berkhasiat obat yang telah lama dimanfaatkan di berbagai negara seperti Cina, Korea, Amerika, dan Jepang.

Hampir semua bagian tanaman seperti biji, bunga, daun dan batang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan. Namun, bagian akar dan umbinya yang paling sering dimanfaatkan. Akar ginseng mengandung berbagai senyawa seperti saponin (panaxosida atau ginsenosida), antioksidan, peptida, polisakarida, asam lemak, glikosida (panaquilon), poliasetilena, pitosterol dan minyak esensial. Selain itu, dalam akar ginseng juga terkandung zat pahit, vitamin B1, dan B2. Zat ginsenosida (triterpenglikosida) berperan dalam memberikan efek adaptogen seperti antistres, antiletih, meningkatkan sistem imun, dan sebagai antioksidan yang kuat.
Sekilas tentang insomnia

Insomnia merupakan gangguan di mana orang tidak dapat mendapatkan cukup tidur atau tidur yang restoratif, karena satu atau lebih faktor. Penderita insomnia sering memiliki gejala di siang hari yang terkait dengan kurang tidur, seperti kantuk di siang hari, kelelahan, dan penurunan kewaspadaan mental.

Insomnia dapat disebabkan oleh ketidakmampuan untuk tidur, ketidakmampuan untuk menjaga tidur atau terbangun terlalu dini dan belum sempat mendapatkan tidur yang cukup. Ada dua jenis utama insomnia: insomnia akut (insomnia transien) yang terjadi selama periode yang cukup singkat dan insomnia kronis, yang gejalanya lebih lama (umumnya lebih dari satu bulan). Insomnia juga dapat diklasifikasikan sebagai primer atau sekunder. Insomnia primer adalah gangguan yang tidak dapat dikaitkan dengan kondisi atau gangguan lain. Insomnia sekunder dapat ditelusuri ke sumber lain, yang mungkin adalah kondisi medis, penggunaan obat-obatan, alkohol atau zat lain, atau gangguan mental seperti depresi berat.