Thimelon

By | Januari 12, 2021 | Farmasi-id.com > Health > Thimelon

Kandungan dan Komposisi Thimelon

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Thimelon adalah:

Methylprednisolone

Detail informasi kandungan:
Methylprednisolone adalah suatu obat golongan kortikosteroid yang digunakan untuk menekan respon alami sistem kekebalan tubuh (imunosupresan) dan menurunkan inflamasi (peradangan). Beberapa kondisi yang menuntut untuk digunakannya obat ini seperti beberapa penyakit kulit, rematik, alergi, asma, kanker, multiple sclerosis, tuberkulosis, infeksi sistem pernapasan akibat virus, dan lain-lain.

Methylprednisolone mulai digunakan oleh dunia medis pada 1955. Keamanan Penggunaan obat ini pada wanita hamil oleh FDA masuk dalam kategori C.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Thimelon

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Thimelon adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Gangguan endokrin, reumatik, dan hematologik : kolagen dan dermatologik, mata,saluran nafas, Gl, penyakit neoplastik ; alergi dan edema; eksaserbasi akut dari sklerosis multipel; trikinosis dengan gejala pada neurologik atau miokard. Syok, gangguan alergi akut. kondisi gawat darurat

Dosis dan Aturan Pakai Thimelon

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Thimelon:

4 – 48 mg/hari. Multipel sklerosis : awal 160 mg/hari selama 1 minggu, diikuti dengan 64 mg tiap 2 hari selama 1 bulan. IM/IV 10 – 40 mg, ulangi bila perlu. Terapi dosis terbagi : IV 30 mg/kg BB, 160 mg/hari selama 1 minggu

Pemberian Obat Thimelon

Berikan sesudah makan

Kontraindikasi Thimelon

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Thimelon dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Infeksi jamur sistemik, TB, vaksinea/varicella, kreatitis herpes simplex, ulkus duodenum, ulkus peptikum, osteoporosis berat, riwayat gangguan psikiatrik, baru divaksinasi

Perhatian Penggunaan Thimelon

Hipertensi, diabetes, osteoporosis, devertikulitis, anastomosa intestinalyang masih baru, gagal jantung kongestif, insufisiensi ginjal, hamil, laktasi, herpes simpleks pada mata, kekacauan psikis, kolitis ulseratif non spesifik, ulkus peptik aktif atau laten, insufisiensi ginjal, hipertensi, miastenia geravis, imunisasi, TB aktif atau laten, stres. dapat menutupi gejala infeksi dan menimbulkan infeksi baru. katarak subkapsuler posterior dan galaukoma dengan kemungkinan terjadi kerusakan saraf mata. kurangi dosis secara bertahap

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Thimelon Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Thimelon?

Jika Anda lupa menggunakan Thimelon, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Thimelon Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Thimelon?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Thimelon yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Thimelon

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Thimelon yang mungkin terjadi adalah:

Gangguan cairan dan elektrolit, lemah, otot, peningkatan TD, katarak, luka lambat sembuh, hambatan pertumbuhan pada anak, insufisiensi adrenal, sindroma Cusing, haid tidak teratur. Gangguan Gl, nekrosis aseptik pada caput humerus dan femoris, ulkus peptik dengan kemungkinan perforasi dan perdarahan, menifestasi DM laten, reaksi anafilaksis dengan atau tanpa kolaps sirkulasi, henti jantung atau aritmia, bronkospasme

Interaksi Obat Thimelon

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Thimelon antara lain:

Menimbulkan efek dari glikosida jantung. Dengan diuretik hemat K dapat menyebabkan kehilangan K secara berlebihan. Barbiturat, fenitoin, rifampisin mengurangi khasiat metilprednisolon. Mengurangi efek antikoagualan dan hipoglikemik dari anti diabetes oral. meningkatkan risiko perdarahan Gl.

Izin BPOM, Kemasan, dan Sediaan Thimelon

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Thimelon:

DKL0106708910C1, DUS, 5 STRIP @ 10 TABLET 16 mg

DKL0106708910A1, DUS, 5 STRIP @ 10 TABLET 4 mg

DKL0106708910B1, DUS, 5 STRIP @ 10 TABLET 8 mg

Produsen Thimelon

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Thimelon:

Ethica

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *