Thephidron

By | Juni 9, 2020 | Farmasi-id.com > Sistem Pernapasan > Obat Batuk > Thephidron

Kandungan dan Komposisi Thephidron

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Berikut adalah kandungan dan komposisi dari Thephidron:

Bromheksin HCl / Bromhexine HCl

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Thephidron

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Thephidron:

Mukolitik (pengencer dahak), ekspektoran (peluruh dahak).

Perhatian Penggunaan Thephidron

Ulserasi lambung-usus.

Efek Samping Thephidron

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Thephidron:

Kadang-kadang : efek pada lambung-usus dan peningkatan sementara pada jumlah serum aminotransferase.

Izin, Kemasan & Sediaan Thephidron

Tablet salut film 8 mg x 200 butir.

Dosis dan Aturan Pakai Thephidron

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Thephidron:

 

Dewasa dan anak berusia lebih dari 10 tahun : 3-4 kali sehari 1 tablet .
Anak-anak : 1/2 dari dosis dewasa.

Pemberian Obat Thephidron

Dikonsumsi bersamaan dengan makanan.

Harga Thephidron

Rp.41.100

Produsen Thephidron

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Thephidron:

Combiphar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Thephidron Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Thephidron, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Thephidron?

Jika Anda lupa menggunakan Thephidron, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Thephidron Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Thephidron?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Thephidron yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Bromhexine merupakan zat obat yang termasuk dalam golongan obat ekspektoran atau mukolitik yang bermanfaat untuk membersihkan saluran pernapasan. Obat ini mampu meningkatkan cairan pada mukus di saluran pernapasan sehingga membuat dahak menjadi encer dan tidak mengental yang pada akhirnya dapat dengan mudah dikeluarkan. Oleh sebab itu obat ini dapat dengan mudah dijumpai pada komposisi obat batuk.

Bromhexine bekerja dengan cara meningkatkan produksi cairan pada mukus di saluran pernapasan sehingga akan menyebabkan cairan dahak yang diproduksi menjadi lebih encer dan tidak terlalu kental sehingga akan menghasilkan suatu efek sekretomotorik yang membantu cilia mengeluarkan dahak encer tadi keluar dari paru-paru. Bromhexine mulai bekerja dalam waktu 30 menit setelah pemberian dan efek lengkapnya akan terlihat melalui peningkatan produksi cairan di saluran pernapasan setelah dua hingga tiga hari sejak dimulainya pengobatan.

Efek samping yang kemungkinan dapat terjadi setelah penggunaan bromhexine seperti diare, pusing, sakit kepala, mual, berkeringat berlebihan, ruam kulit, perut kembung, gangguan pencernaan, dan lain-lain yang belum disebutkan dalam daftar ini. Namun efek samping-efek samping itu umumnya jarang terjadi. Hati-hati penggunaan pada mereka yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap bromhexine dan komponen lainnya yang ada di dalamnya, pasien penderita ulkus gastrik, penderita gangguan hati maupun liver, orang yang memiliki tingkat imunitas rendah, dan pasien yang sedang menjalani kemoterapi.

Bromhexine disintesa dari suatu komponen kimia yang terdapat pada tumbuhan Justicia adhatoda atau Adhatoda vasica. Dari tumbuhan ini kemudian diekstraksi dan dihasilkanlah vasicine atau peganin yang merupakan suatu alkaloid quinazoline. Vasicine ini kemudian disintesa dan dihasilkanlah bromhexine. Obat ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1950-an oleh peneliti di laboratorium Boehringer Ingelheim, Jerman. Bromhexine kemudian dipatenkan pada 1961 dan mulai dipasarkan secara komersial pada 1966 dan dijual dengan nama brand Bisolvon. Bromhexine tersedia dalam berbagai bentuk sediaan seperti sirup, tablet, solusi oral, dan lain-lain. Untuk bentuk sirup biasanya memiliki kekuatan 8 mg/5 ml dan 4 mg/5 ml, tablet 8 mg, solusi oral 10 mg/5 ml, dan lainnya yang kekuatan dosisnya disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

Bromhexine relatif aman untuk digunakan oleh wanita hamil, namun pada wanita menyusui tingkat keamanannya belum diketahui dengan pasti.
PT Combiphar ((Combined Imperial Pharmaceutical Incorporation) adalah suatu perusahaan farmasi yang didirikan pada 1971 di Bandung. Awalnya perusahaan ini hanya industri kecil atau home industri yang memproduksi OBH (Obat Batuk Hitam), antibiotik, dan analgesik. Pada 1985 Dr. Biantoro Wanandi dan Hamadi Wijaya membawa kemajuan pesat bagi PT Combiphar seperti berhasil mandapatkan sertifikat CPOB pada tahun 1991, mendirikan beberapa fasilitas produksi baru untuk memisahkan fasilitas profuksi produk sefalosporin dengan produk lainnya, bekerja sama dengan Rohto untuk memproduksi produk kesehatan mata, bekerja sama dengan Sanofi-Syntelabo , dan sebagainya.

Hasil kerjasama dengan Sanofy akhirnya membuat didirikannya perusahaan baru bernama PT Sanofi-Syntelabo Combiphar (SSC) yang kemudian pada 2006 berubah namanya menjadi PT Pharma Health Care. Pada 2006 PT Combiphar berhasil meraih sertifikat ISO 9001:2000.

PT Combiphar memiliki pabrik di daerah Padalarang, Bandung, Jawa Barat dan kantor pusatnya ada di Graha Atrium Senen, Jakarta. Saat ini CEO PT Combiphar dijabat oleh Michael Wanandi, anak dari pendiri perusahaan ini. Dibawah kepemimpinannya, perusahaan ini berhasil meraih penghargaan Asia's Leading SMEs dalam ajang Asia Corporate Excellence & Sustainability Awards 2018.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Sekilas tentang batuk
Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.

Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat saraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 9 Juni). Thephidron. Diakses pada 4 Juli 2020, dari https://www.farmasi-id.com/thephidron/


Format MLA (Modern Language Association)

"Thephidron". Farmasi-id.com. 9 Juni 2020. 4 Juli 2020. https://www.farmasi-id.com/thephidron/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Thephidron", 9 Juni 2020, <https://www.farmasi-id.com/thephidron/> [Diakses pada 4 Juli 2020]


Bagikan ke Rekan Anda