TENOFOVIR DISOPROXIL FUMARATE

Kandungan, Indikasi, Efek Samping, Kontra, Interaksi, Dosis, Obat Apa | FARMASI-ID.COM > Antiinfeksi (Sistemik) > Antivirus > TENOFOVIR DISOPROXIL FUMARATE

Indikasi

  • Digunakan pada pengobatan HIV-1 untuk membantu mengontrol infeksi HIV. Tenofovir membantu mengurangi jumlah HIV pada tubuh sehingga membuat kinerja sistem imun tubuh memingkat. Obat ini dapat menurunkan peluang terjadinya komplikasi HIV seperti infeksi baru dan kanker, serta meningkatkan kualitas kehidupan. Tenofovir diketahui masuk dalam kelas obat nucleotide reverse transcriptase inhibitors (NRTIs).
  • Tenofovir juga digunakan pada perawatan infeksi liver seperti hepatitis B. Obat ini mampu menurunkan jumlah virus hepatitis B dalam tubuh dengan cara mengintervensi pertumbuhan virus.

Peringatan

  • Tidak direkomendasikan digunakan bersamaan dengan produk lain yang mengandung tenofovir disoproksil fumarat. Gagal ginjal, kerusakan ginjal, peningkatan nilai kreatinin, hipofosfatemia, proksimal tubulopati (termasuk sindrom Fanconi), penurunan bone mineral density (BMD), eksaserbasi hepatitis, laktat asisosis, lipodistrofi, disfungsi mitokondria, immune reconstitution syndrome, osteonekrosis, menyusui, lansia. Perlu pengawasan yang ketat pada pasien dengan hepatobilier, gangguan hati atau sirosis. Tidak direkomendasikan untuk anak-anak.
  • Penghentian pemberian obat ini kemungkinan akan menyebabkan beberapa eksaserbasi akut hepatitis. Pasien yang terinfeksi HBV yang tidak melanjurkan mengonsumsi obat ini harus dimonitor baik secara klinis maupun laboratoris selama beberapa bulan setelah penghentian pemberian Tenofovir .
  • Uji klinis penggunaan pada pasien HIV-1, Tenofovir dihubungkan dengan penurunan bone mineral density (BMD).

Interaksi Obat

  • Didanosin: menyebabkan kegagalan terapi, meningkatkan konsentrasi didanosin, penurunan jumlah sel CD4, dan meningkatkan terjadinya efek samping didanosin seperti pankreatitis dan laktat asidosis (jarang).
  • Lamivudin dan abakavir atau lamivudin dan didanosin: kegagalan terapi.
  • Obat nefrotoksik (aminoglikosida, amfoterisin B, foskarnet, gansiklovir, pentamidin, vankomisin, sidofovir, atau interleukin 2): meningkatkan risiko nefrotoksis.
  • Lamivudin dan efavirens: menurunkan bone mineral density.
  • Analog nukleosida: kegagalan terapi, laktat asidosis, steatosis hepatik, anemia, neutropenia, hiperlaktatemia, hiperlipasemia, hipertonia, kejang, perilaku abnormal.
  • Atazanavir : meningkatkan konsentrasi tenofovir dan menurunkan konsentrasi atazanavir.
  • Lopinavir/ritonavir atau dengan darunavir/ritonavir : meningkatkan konsentrasi tenofovir.
  • Adefovir, Orlislat, Aminoglycosides (Amikacin, Gentamicin.
    Tenofovir dapat menurunkan keefektivan Atazanavir (dengan menurunkan kadar darah).

Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat lain bersamaan dengan Tenofovir.

Kontra Indikasi

Hipersensitivitas.

Efek Samping

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil dan Menyusui (Menurut FDA)

Kategori B: Studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko pada janin tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak terjadi pada studi terkontrol terhadap wanita hamil trimester 1 (dan tidak ada bukti mengenai risiko pada trimester selanjutnya).

Obat ini dapat masuk ke dalam ASI. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini.

Dosis

Dewasa: HIV dan hepatitis B kronik, 300 mg satu kali sehari diberikan bersamaan dengan makanan.

Hepatitis B kronik. Pemberhentian pengobatan dapat dipertimbangkan dengan hasil uji HbeAg, jika hasil uji HBeAg positif tanpa sirosis, pengobatan dapat dilaksanakan minimal selama 6-12 bulan setelah serokonversi HBs tetapi jika, hasil uji HBeAg negatif tanpa sirosis, pengobatan dapat dilanjutkan hingga serokonversi HBs. Pasien dengan klirens kreatinin 30-49 mL/min, interval dosis yang dianjurkan setiap 48 jam. Pasien dengan klirens kreatinin < 30mL/min dosis yang dianjurkan 300 mg tenofovir disoproksil fumarat dapat diberikan setiap 72-96 jam (2 kali dalam seminggu) bila tidak terdapat pilihan terapi lain dalam pengobatan. Bagi pasien hemodialisis 300 mg tenofovir disoproksil fumarat dapat diberikan setiap 7 (tujuh) hari. Dengan asumsi hemodialisis dilakukan tiga kali dalam seminggu masing-masing selama 4 jam atau total kumulatif 12 jam per minggu.

Cara Penyimpanan

  • Simpan dalam botol tertutup pada tempat yang sejuk antara suhu 20°C-25°C.
  • Jauhkan dari panas dan cahaya matahari.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Kemasan dan Sediaan

Dus, 1 botol plastik @ 30 tablet salut selaput 300 mg

Izin BPOM

GKL1812429117A1

Produsen

Kimia Farma