Telsat

By | Juli 17, 2021 |

Kandungan dan Komposisi Telsat

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Telsat adalah:

Telmisartan

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Telsat

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Telsat adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

  • Hipertensi
  • Pencegahan risiko kardiovaskular

Farmakologi Telsat

Telmisartan adalah antagonis reseptor angiotensin II nonpeptida AT1. Memberikan aktivitas antihipertensi dengan mencegah angiotensin II dari mengikat reseptor AT1 sehingga menghambat efek vasokonstrikting dan aldosteron yang mensekresi aliosteron dari angiotensin II.

  • Onset: 1-2 jam
  • Durasi: Hingga 24 jam
  • Farmakokinetik:
    • Penyerapan: Diserap dengan cepat dari saluran GI. Makanan mungkin sedikit mengurangi bioavailabilitas
    • Bioavailabilitas absolut: Dosis tergantung (kira-kira 42% setelah dosis 40 mg; 58% setelah dosis 160 mg). Waktu puncak konsentrasi plasma: Kira-kira 0,5-1 jam
    • Distribusi: Volume distribusi: 500 L. Pengikat protein plasma:> 99%
    • Metabolisme: Mengalami konjugasi dengan asam glukuronat untuk membentuk metabolit yang tidak aktif
    • Ekskresi: Via feses (97%, sebagai obat tidak berubah). Waktu paruh eliminasi terminal: Kira-kira 24 jam

Kontraindikasi Telsat

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Telsat dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Penggunaan bersamaan dengan aliskiren pada pasien dengan diabetes dan gangguan ginjal (GFR <60 mL / mnt)
  • Ggn hati berat
  • Kehamilan

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Telsat

  • Pasien dengan volume atau kekurangan garam termasuk pasien yang menjalani terapi diuretik yang berkepanjangan
  • Pasien dengan stenosis arteri renalis, stenosis aorta atau mitral, penyakit empedu obstruktif. Ggn hati ginjal dan ringan sampai sedang
  • Laktasi

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Telsat Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Telsat?

Jika Anda lupa menggunakan Telsat, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Telsat Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Telsat?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Telsat yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Telsat

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Telsat yang mungkin terjadi adalah:

  • Pusing, fatigue, sakit kepala, sinusitis, infeksi saluran pernapasan atas, faringitis, ISK, sakit punggung, mialgia, diare, sakit perut, pencernaan yg terganggu, mual
  • Berpotensi Fatal: Klaudikasio dan ulkus kulit intermiten

Parameter Pemantauan

Pantau TD, elektrolit, dan kadar kreatinin serum.

Overdosis

Gejala: Hipotensi, bradikardia, takikardia, pusing, gagal ginjal akut, dan peningkatan kreatinin serum

Penatalaksanaan: Pengobatan suportif dan simtomatik. Induksi emesis dan / atau bilas lambung. Arang aktif mungkin bermanfaat. Penggantian garam dan volume harus diberikan segera jika hipotensi terjadi dan menempatkan pasien dalam posisi terlentang

Interaksi Obat Telsat

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Telsat antara lain:

  • Dapat meningkatkan kadar digoxin dalam plasma
  • Dapat meningkatkan kadar lithium serum dan toksisitas
  • Dapat mengurangi kadar warfarin dalam plasma
  • Peningkatan risiko hiperkalemia dg Potassium-sparing diuretic, suplemen K, atau pengganti garam yang mengandung K
  • Kemungkinan efek antagonis hipotensi dan meningkatkan risiko gangguan ginjal dengan NSAID
  • Berpotensi Fatal: Dapat meningkatkan efek nefrotoksik, hiperkalemia, dan hipotensi dg aliskiren pada pasien dg diabetes dan gangguan ginjal (GFR <60 mL / mnt)

Kategori Keamanan Penggunaan Telsat Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui.

FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Telsat untuk digunakan oleh wanita hamil:

Kategori D: Ada bukti positif mengenai risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar dari risikonya (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius yang tidak efektif atau tidak mungkin diatasi dengan obat yang lebih aman).

Dosis dan Aturan Pakai Telsat

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Telsat:

Oral

Hipertensi

Dewasa: Awalnya, 40 mg sekali sehari, dapat disesuaikan menjadi 20-80 mg sekali sehari jika diperlukan.

Pengurangan risiko kardiovaskular

Dewasa: 80 mg sekali sehari.

Gangguan ginjal:

Gangguan berat atau pada hemodialisis: Awalnya, 20 mg sekali sehari.

Ggn hati:

Ringan hingga sedang: Maks: 40 mg sekali sehari. Parah: Dikontraindikasikan.

Pemberian Obat Telsat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Cara Penyimpanan Telsat

Simpan pada suhu 25°C.

Izin BPOM, Kemasan, dan Sediaan Telsat

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Telsat:

  • DKL1734606910B1, dus, 2 blister alu – alu @ 10 tablet @ 80 mg
  • DKL1734606910A1, dus, 2 blister alu – alu @ 10 tablet @ 40 mg

Produsen Telsat

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Telsat:

Dexa Medica

Pendaftar

Ferron Par Pharmaceuticals


Dexa Medica adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 1969 oleh Drs. Rudy Soetikno Apt. seroang apoteker muda yang pernah bertugas sebagai tentara. Dikarenakan pernah terjadi kelangkaan pasokan obat, maka ia bersama rekannya mulai mendirikan sebuah perusahaan farmasi kecil dengan produk obat tablet.

Karena semakin meningkatnya permintaan, maka Dexa Medica meningkatkan kuantitas produksinya sehingga pada 1975 produknya telah tersedia di seluruh pulau Sumatera, dan pada 1978, produk perusahaan ini telah tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai perusahaan nasional, maka pada 1984 perusahaan ini mendirikan kantor pemasaran di Jakarta. Perusahaan ini pun semakin berkembang dan dibuktikan dengan produk-produknya yang berhasil menembus pasar negara-negara Asia dan Afrika sekaligus menjadikan Dexa Medica menjadi salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Saat ini posisi CEO perusahaan dijabat oleh Ir. Ferry A. Soetikno, M.Sc., M.B.A.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *