Taxime

Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > Taxime

By | 13/05/2017

Komposisi

Cefixime 100 mg, 200 mg, dan 100 mg/5 mL

Farmakologi

Menghambat sintesis dinding sel bakteri sehingga terjadi kebocoran sel bakteri dan bakteri lisis.

Indikasi

  • Otitis media, faringitis, tonsilitis
  • Bronkitis akut dan bronkitis kronik eksaserbasi akut
  • Infeksisaluran kemih tanpa komplikasi
  • GO tanpa komplikasi
  • Demam tifoid anak yg resisten terapi standar
  • Sulih terapi

Dosis

Dewasa dan anak > 30 kg: 2 x 50-100 mg s/d 2 x 200 mg

Anak: 1,5-3 mg/kg s/d 6 mg/kg, 2 kali sehari

Demam tifoid: 10-15 mg/kg/hari, dibagi 2 dosis selama 2 minggu

GO: 400 mg, dosis tunggal

Kontra Indikasi

Riwayat hipersensitif atau syok karena cefixime.

Peringatan dan Perhatian

Pregnancy category B

Efek Samping

  • Gangguansaluran cerna: diare/perub feses, mual, muntah, nyeri abdomen, dispepsia
  • Hipersensitif
  • Sakit kepala, pusing

Kemasan, Sediaan, Izin BPOM

  • DKL0828404201A1, Dus, 3 Strip @ 10 Kapsul 100 mg
  • DKL0828404438A1, Dus, Botol @ 30 ml,  Sirup Kering 100 mg/5 ml
  • DKL0828404309A1, DUs, 3 Strip @ 10 Kaptab Salut Selaput 200 mg

Produsen

Dankos Farma,  Finusolprima Farma International

Sekilas Tentang Infeksi
Infeksi atau jangkitan adalah kolonalisasi (mengacu pada mikroorganisme yang tidak bereplikasi pada jaringan yang ditempatinya. Sedangkan "infeksi" mengacu pada keadaan di mana mikroorganisme bereplikasi dan jaringan menjadi terganggu) yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat paling membahayakan inang.

Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik, gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.

Simbiosis antara parasit dan inang, di mana satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme. Cabang kedokteran yang menitikberatkan infeksi dan patogen adalah cabang penyakit infeksi.