Tag Archives: Salbutamol

Lasal Nebu

Komposisi Salbutamol Indikasi Pengobatan & pencegahan serangan asma. Pengobatan bronkospasme kronis yang tidak memberikan respons thd pengobatan konvensional; asma akut berat (status asmathicus). Kontra Indikasi Hipersensitif. Penggunaan selama prosedur persalinan prematur. Pasien wanita dg risiko tinggi keguguran. Perhatian Khusus Monitor fungsi paru-paru. Hanya untuk pemberian scr inhalasi. Pemberian bersama dg obat simptomatik dosis tinggi lainnya. Pasien… Read More »

Tasma

Kandungan Salbutamol sulfate Indikasi Kejang bronkus pada semua jenis asma bronkial, bronkitis kronis dan emphysema. Farmakologi Salbutamol merupakan suatu senyawa yang selektif merangsang reseptor B2 adrenergik terutama pada otot bronkus. Bolongan B2 agonis ini merangsang produksi AMP siklik dengan cara mengaktifkan kerja enzim adenil siklase. Efk utama setelah pemberian peroral adalah efek bronkodilatasi yang disebabkan… Read More »

Proast

Kandungan Salbutamol sulfate Indikasi Kejang bronkus pada semua jenis asma bronkial, bronkitis kronis dan emphysema. Farmakologi Salbutamol merupakan suatu senyawa yang selektif merangsang reseptor B2 adrenergik terutama pada otot bronkus. Bolongan B2 agonis ini merangsang produksi AMP siklik dengan cara mengaktifkan kerja enzim adenil siklase. Efk utama setelah pemberian peroral adalah efek bronkodilatasi yang disebabkan… Read More »

Glisend Expectorant

Kandungan Salbutamol 1 mg, guaifenesin 50 mg. Indikasi Gangguan pernapasan misalnya, bronkospasme & sekresi mukus yang berlebihan akibat asma bronkial, bronkitis kronis, emfisema. Dosis Dewasa >12 thn 10-20 mL 2-3x/ hr. Anak 6-12 thn 10 mL 2-3x/hr, 2-6 thn 5-10 mL 2-3x/hr. Pemberian Obat Sebaiknya diberikan pada saat perut kosong: Berikan 1 jam sebelum makan atau… Read More »

Suprasma Nebule

Kandungan Salbutamol Indikasi Bronkospasma kronis yang tidak memberikan respon thd terapi konvensional. Serangan bronkospasma akut (status asthmaticus). Farmakologi Salbutamol merupakan suatu senyawa yang selektif merangsang selektor B2 adrenergik terutama pada otot bronkus. Golongan B2 agonis ini merangsang produksi AMP siklikdengan cara mengaktifkan kerja enzim adenil siklase. Efek utama setelah pemberian peroral adalah efek bronkodilatasi yang… Read More »

Cybutol

Komposisi Salbutamol Indikasi Spasme bronkial akut, penyakit paru obstruksi kronik Dosis Dewasa: pengobatan spasme bronkial akut dan pencegahan asma; 200-400 mcg dalam dosis tunggal; kemudian diulang sehari 3-4 kali bila perlu. Terapi pemeliharaan pasien dengan penyakit paru obstruksi kronik: sehari 3-4 kali 400 mcg. Anak pengobatan spasme bronkial akut dan pencegahan asma; 200 mcg dalam… Read More »

Virtolin

Kandungan Salbutamol 4 mg Indikasi Kejang bronkus pada semua jenis asmabronkial, bronkitis kronik dan emfisema. Kontra Indikasi Penderita hipersensiif terhadap obat ini. Perhatian Penderita thyrotoxicosis, hipertensi, gangguan kardiovaskuler, hipertiroid, dan DM, wanita hamil, dan menyusui, anak < 2 tahun. Efek Samping Pada dosis yang dianjurkan tidak ditemukan adanya efek samping yang serius. Pada pemakaian dosis… Read More »

Venasma

Kandungan Salbutamol Sulfate Indikasi Asma bronkhial, bronkhitis kronis, & emfisema. Dosis Dewasa : 3-4 kali sehari 2-4 mg. Anak berusia 6-12 tahun : 3-4 kali sehari 2 mg. Anak berusia 3-6 tahun : 3-4 kali sehari 1-2 mg. Dikonsumsi pada perut kosong (1 atau 2 jam sebelum/sesudah makan) Kemasan, Sediaan, Harga Tablet 4 mg x… Read More »

Salvasma

Kandungan Salbutamol 2 mg Indikasi Bronkodilator untuk meringankan gejala sesak nafas penderita asma bronkial, bronkitis asmatis dan emfisema. Dosis Dewasa: Dosis awal: sehari 3-4 x 2-4 mg; bila belum tercapai respon yang baik, dosis dapat ditingkatkan secara bertahap; maksimum 32 mg per hari dalam dosis terbagi. Anak 6-12 tahun: dosis awal: sehari 3-4 x 2 mg;… Read More »

Grafalin

Komposisi Salbutamol 2 mg; 4 mg Farmakologi Grafalin berisi Salbutamol yang selektif merangsang reseptor adrenergik J32 pada otot bronkhus dan digunakan sebagai bronkhodilator pada penderita asma bronkhial. Salbutamol per-oral lebih aktif dan bekerja lebih panjang daripada isoprenalin dan orsiprenalin. Salbutamol akan diabsorpsi dengan baik melalui saluran pencernaan sehingga efeknya akan tampak 15 menit kemudian. Indikasi… Read More »