Synvisc / Synvisc One

By | Mei 15, 2021 |

Produsen Synvisc / Synvisc One

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Synvisc / Synvisc One:

Sanofi Aventis

Kandungan dan Komposisi Synvisc / Synvisc One

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Synvisc / Synvisc One adalah:

Hylan G-F 20.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Synvisc / Synvisc One

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Synvisc / Synvisc One adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Penggantian sementara & suplemen untuk cairan sinovial sendi pada pasien dengan gangguan patologis pada sendi, yang menggunakan sendi yang sakit secara aktif & berkala. Viskosuplementasi untuk meredakan nyeri & rasa tidak nyaman pada sendi, sehingga pergerakan sendi dapat dilakukan dengan lebih luas. Synvisc Terapi intra-artikular OA pada lutut, panggul, pergelangan, & bahu. Synvisc One Terapi intra-artikular OA pada lutut.

Dosis dan Aturan Pakai Synvisc / Synvisc One

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Synvisc / Synvisc One:

Hanya untuk pemberian injeksi IA (intra artikular). Injeksikan vol penuh (2 mL untuk Synvisc & 6 mL untuk Synvisc One) syrupke dalam ruang sinovial sendi. OA pada lutut Synvisc 3 dosis injeksi 2 mL pada lutut diberikan dengan selang waktu pemberian 1 minggu antar tiap injeksi. Dosis maks: 6 injeksi dalam wkt 6 bln dengan selang waktu minimal 4 minggu antar pemberian rejimen terapi. Synvisc One 1 dosis injeksi 6 mL pada lutut, dapat diulang 6 bln sesudah pemberian injeksi pertama jika disesuaikan dengan gejala-gejala pada pasien. OA pada panggul/pergelangan/bahu Synvisc Injeksi 2 mL dosis tunggal, dapat diberikan dosis injeksi kedua sebanyak 2 mL pada 1-3 bln sesudah injeksi pertama.

Kontraindikasi Synvisc / Synvisc One

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Synvisc / Synvisc One dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Hipersensitivitas terhadap protein unggas; stasis vena atau limfatik pada anggota tubuh terkait; sendi yang terinfeksi atau terinflamasi berat; penyakit kulit atau infeksi pada area injeksi.

Perhatian Penggunaan Synvisc / Synvisc One

Jangan diinjeksikan secara intravaskuler, ekstra artikuler, atau dalam jaringan sinovial & kapsul . Efusi intra artikular yang besar. Hindari aktivitas fisik yang berat sesudah injeksi IA. Hamil. Anak <18 tahun.

Efek Samping yang Mungkin Timbul

Nyeri, bengkak, &ampul;/atau efusi sepintas pada sendi yang diinjeksi. Synvisc Jarang: ruam kulit, gatal, demam, mual, sakit kepala, pusing, menggigil, kram otot, parestesia, edema perifer, rasa tidak enak badan, kesulitan bernapas, rasa panas, kemerahan & bengkak pada wajah.

Interaksi Obat Synvisc / Synvisc One

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Synvisc / Synvisc One antara lain:

Desinfektan yang mgd garam amonium kuarterner.

Bentuk Sediaan

Kemasan dan Sediaan Synvisc / Synvisc One

/Harga

Synvisc injeksi 8 mg/mL

2 mL x 3 × 1’s

Synvisc One injeksi 8 mg/mL

6 mL x 1’s (Rp2,500,000/alat semprit)

Sekilas Tentang Sanofi Aventis
Sanofi Aventis adalah perusahaan hasil penggabungan atau merger dua perusahaan farmasi besar yakni Sanofi Synthélabo dan Aventis yang dilakukan pada 2004. Untuk proses merger tersebut, Sanofi Synthélabo harus menggelontorkan uang sebesar 54,5 miliar dolar untuk mengakuisisi Aventis. Pada 2007, Sanofi Aventis menjalin kerjasama dengan Regeneron Pharmaceutical (perusahaan bioteknologi Amerika Serikat) dengan bersedia membayar 100 juta dolar setiap tahunnya selama 5 tahun untuk dapat menggunakan teknologi antibodi monoklonal yang dikembangkan oleh Regeneron Pharmeceutical untuk produksi produk-produk biofarmasi Sanofi Aventis dan oleh karenanya Sanofi Aventis memiliki hak untuk menggunakan dan mengembangkannya. Pada 2009, Sanofi Aventis setuju untuk meningkatkan pembayarannya menjadi 160 juta dolar per tahunnya. Dari penggunakan bioteknologi ini, Sanofi Aventis berhasil mengembangkan beberapa obat baru yang diklaim sangat efektif, diantaranya untuk pengobatan kanker, rheumatoid arthritis, nyeri saraf, dan lain-lain.

Pada tahun 2008 hingga 2010, Sanofi Aventis mengakuisisi Zentiva, Medley Farma (perusahaan farmasi terbesar ketiga di Brazil), Shantha Biotechnics (perusahaan pembuat vaksin di India), Chattem Inc, Nepentes Pharma, dan BMP Sunstone Corporation.

Pada 6 mei 2011, Sanofi Aventis memutuskan untuk merubah nama perusahaannya menjadi "Sanofi" dengan menghilangkan kata "Aventis", alasannya agar lebih mudah penyebutannya dan memasarkannya di negara-negara tertentu seperti China. Periode 2011 hingga 2018, Sanofi melakukan serangkaian kegiatan akuisisi beberapa perusahaan seperti Genzyme Corporation (perusahaan bioteknologi), Bioverativ, dan Ablynx.

Beberapa produk yang diproduksi dan dipasarkan oleh Sanofi Aventis seperti Adenoscan (adenosine), Altace (ramipril), Arixtra (fondaparinux), Avalide (irbesartan), Cardizem (diltiazem), dan lain-lain.

Kantor pusat Sanofi ada di Paris, Perancis, dan di Indonesia, Sanofi berdiri dengan nama PT Aventis Pharma dan PT Sanofi Aventis Indonesia dengan kantor pusat di Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *