SYNFLORIX

Farmasi-id.com > Vaksin Antiserum & Imunologikal > SYNFLORIX

By | 20/06/2015
ProdusenGlaxoSmithKline Indonesia
KomposisiPneumococcal polysaccharide vaccine (serotype 1, 4, 5, 6B, 7F, 9V, 14, 18C, 19F, & 23F), & nontypeable Haemophilus influenzae protein D conjugate vaccine, adsorbed.
IndikasiImunisasi aktif terhadap penyakit invasif, termasuk sepsis, meningitis, pneumonia bakterial & bakteremia, & otitis media akut yang disebabkan Strep pneumoniae (serotipe 1, 4, 5, 6B, 7F, 9V, 14, 18C, 19F, & 23F) pada bayi & anak usia 2 bln s/d 2 tahun.
DosisBayi 2-6 bln Jadwal vaksinasi primer: 3 dosis dr 0.5 mL dengan interval minimal 1 bln antar pemberian dosis vaksinasi. Dosis booster dianjurkan sekurang-kurangnya 6 bln sesudah pemberian dosis primer terakhir & sebaiknya antara usia 12 & 15 bln. Bayi & anak yang lebih besar usianya & blm pernah divaksinasi sblmnya: Bayi 7-11 bln Jadwal vaksinasi: 2 dosis dr 0.5 mL dengan interval sekurang-urangnya 1 bln antar pemberian dosis. Anak 12-23 bln Jadwal vaksinasi: 2 dosis dr 0.5 mL dengan interval sekurang-kurangnya 2 bln antar pemberian dosis; namun demikian dosis booster sesudah jadwal imunisasi ini belum ditentukan. Anak 24 bln-5 tahun Vaksinasi terdiri dari 2 dosis 0.5 mL dengan interval pemberian sekurang-kurangnya 2 bln antar pemberian dosis. Berikan dosis via injeksi IM di bagian anterolateral paha pada bayi atau otot deltoid lengan atas pada anak kecil.
Kontra IndikasiHipersensitif terhadap vaksin pneumokokus atau salah satu komponennya, atau terhadap protein pembawa. Tunda vaksinasi pada pasien yang mengalami penyakit febris berat.
PerhatianTerapi medis yang tepat & pengawasan klinis harus selalu dilakukan pada kasus reaksi anafilaksis (jarang) sesudah vaksinasi. Jangan diberikan secara intravaskuler atau intrakutan.
Efek Samping yang Mungkin TimbulNyeri, kemerahan, pembengkakan pada tempat injeksi, demam (suhu rektal ≥380 C), iritabilitas, kehilangan nafsu makan, mengantuk.
Interaksi ObatPemberian injeksi vaksin yang berbeda hrs diberikan pada tempat yang berbeda pula.
Bentuk SediaanKemasan/Harga
Synflorix vaccine injeksi 0.5 mL/dose
0.5 mL x 1’s
Sekilas Tentang Vaksin

Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Pemberian vaksin (imunisasi) dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi penyebab penyakit - penyakit tertentu. Vaksin biasanya mengandung agen yang menyerupai mikroorganisme penyebab penyakit dan sering dibuat dari mikroba yang dilemahkan atau mati, dari toksinnya, atau dari salah satu protein permukaannya. Agen merangsang sistem imun untuk mengenali agen sebagai ancaman, menghancurkannya, dan untuk lebih mengenali dan menghancurkan mikroorganisme yang terkait dengan agen yang mungkin ditemui di masa depan. Vaksin dapat bersifat profilaksis (misalnya untuk mencegah atau memperbaiki efek infeksi di masa depan oleh patogen alami atau "liar") atau terapeutik (misalnya vaksin terhadap kanker).

Pemberian vaksin disebut vaksinasi. Vaksinasi merupakan metode paling efektif untuk mencegah penyakit menular. Kekebalan karena vaksinasi terjadi menyeluruh di dunia sebagian besar bertanggung jawab atas pemberantasan cacar dan pembatasan penyakit seperti polio, campak, dan tetanus. Efektivitas vaksinasi telah dipelajari dan diverifikasi secara luas, misalnya vaksin terbukti efektif termasuk vaksin influenza,vaksin HPV, dan vaksin cacar air.

Sekilas tentang imunitas

Imunitas atau kekebalan adalah sistem mekanisme pada organisme yang melindungi tubuh terhadap pengaruh biologis luar dengan mengidentifikasi dan membunuh patogen serta sel tumor. Sistem ini mendeteksi berbagai macam pengaruh biologis luar yang luas, organisme akan melindungi tubuh dari infeksi, bakteri, virus sampai parasit, serta menghancurkan zat-zat asing lain dan memusnahkan mereka dari sel organisme yang sehat dan jaringan agar tetap dapat berfungsi normal. Deteksi sistem ini sulit karena adaptasi patogen dan memiliki cara baru agar dapat menginfeksi organisme.