Supralysin

By | April 20, 2021 | Farmasi-id.com > Health > Supralysin

 

Kandungan dan Komposisi Supralysin

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Supralysin adalah:

Tiap sendok takar (5 ml) SUPRALYSIN sirup mengandung:
Vitamin B1 ……………………………………………… 1,5 mg
Vitamin B2 ……………………………………………….. 2 mg
Vitamin B6 ……………………………………………….. 1 mg
Vitamin B12 …………………………………………….. 5 mcg
Nicotinamide ……………………………………………. 20 mg
D-panthenol ………………………………………………. 3 mg
Vitamin A ………………………………………………. 5000 IU
Vitamin D ……………………………………………….. 400 IU
Vitamin C ………………………………………………… 60 mg
Lysin HCl ……………………………………………….. 200 mg

Tiap 1 ml SUPRALYSIN drops mengandung:
Vitamin B1 ……………………………………………… 1,5 mg
Vitamin B2 ……………………………………………….. 2 mg
Vitamin B6 ……………………………………………….. 1 mg
Vitamin B12 …………………………………………….. 5 mcg
Nicotinamide ……………………………………………. 20 mg
D-panthenol ………………………………………………. 3 mg
Vitamin A ………………………………………………. 5000 IU
Vitamin D ……………………………………………….. 400 IU
Vitamin C ………………………………………………… 25 mg
Lysin HCl …………………………………………………. 50 mg

 

Farmakologi Supralysin

SUPRALYSIN merupakan kombinasi multivitamin dan Lysine, yang terdiri dari Vitamin B-complex, Vitamin A, Vitamin D, Vitamin C dan Lysine.

Vitamin Kategori A:
Penting untuk fungsi retina dalam adaptasi gelap. Retina mata mengandung pigmen yang fotosensitif seperti rodopsin dan iodopsin. Rodopsin terdiri dari opsin dan II sisretinal, sedangkan iodopsin terdiri dari fotopsin dan retinal. Bila terkena cahaya maka pigmen-pigmen tersebut akan memutih, terurai dan menimbulkan impuls. Pada penguraian pigmen tersebut akan kehilangan sebagian vitamin. Regenerasi pigmen terjadi pada tempat gelap dan memerlukan Vitamin A.

Vitamin Kategori D:
Mempunyai 2 fungsi fisiologi yang penting:

  • Mineralisasi tulang.
    Vitamin D mempunyai efek untuk meningkatkan absorpsi kalsium dan fosfat melalui usus halus
  • Pengaturan hemostatik kadar kalsium plasma, Vitamin D mempunyai efek mobilisasi kalsium tulang. Mobilisasi kalsium berlangsung dari tulang tua ke dalam plasma, yang selanjutnya mungkin digunakan untuk mineralisasi pembentukan tulang baru. Transfer kalsium yang berjalan timbal balik antara tulang dan plasma merupakan hal yang penting pada pengaturan hemostatik kadar kalsium plasma

Vitamin Kategori C:
Mempunyai peranan penting dalam pembentukan substansi antar sel dan jaringan kolagen yang merupakan jaringan ikat, juga diperlukan untuk pematangan sel darah merah, pembentukan tulang dan gigi.

Vitamin B-complex:
Mempunyai peranan penting sebagai ko-enzim dalam beberapa metabolisme.

Lysine:
Merupakan asam amino esensial yang berguna untuk membantu masa pertumbuhan.

 

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Supralysin

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Supralysin adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan lysine dalam masa pertumbuhan pada bayi dan anak-anak, pada wanita hamil dan menyusui dan pada masa penyembuhan setelah sakit.

 

Dosis dan Aturan Pakai Supralysin

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Supralysin:

SUPRALYSIN sirup
Dewasa : Sehari 1 kali 1 sendok takar.
Anak-anak > 4 tahun : Sehari 1 kali 1 sendok takar.
Anak-anak 1 – 4 tahun: Sehari 1 kali 1/2 sendok takar.

SUPRALYSIN drops
1 ml = 20 tetes
Anak-anak 0 – 4 bulan : (0,3 ml) = 6 tetes
Anak-anak >4 – 24 bulan: (0,3 – 0,6 ml) = (6 – 12) tetes
Anak-anak >2 – 5 tahun : (0,6 – 1 ml) = (12 – 20) tetes

 

Izin BPOM, Kemasan, dan Sediaan Supralysin

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Supralysin:

SUPRALYSIN sirup
Dus @ botol isi 60 ml, No. Reg.: POM SD. 041 615 711
Dus @ botol isi 100 ml, No. Reg.: POM SD. 041 615 711

SUPRALYSIN drops
Dus @ botol isi 15 ml
No. Reg.: POM SD. 021 604 461

 

Cara Penyimpanan Supralysin

Simpan pada suhu kamar (25 – 30) ºC, kering dan terlindung dari cahaya

Meprofarm adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 1973 oleh Wanne Mardiwidyo. Awalnya perusahaan ini memasarkan obat generik yang pada waktu itu masih diproduksi secara maklon atau dikerjakan oleh pihak lain di ITB (Institut Teknologi Bandung).

Tahun 1993 Meprofarm mulai membangun fasilitas produksi yang dinamakan Mepro-1 di Bandung dengan tujuan untuk memperbesar skala produksi dan mendapatkan sertifikat CPOB dari Kementrian Kesehatan. Fasilitas Mepro-1 digunakan untuk produksi, riset and development, gudang, marketing, dan keuangan perusahaan. Di lokasi tersebut diproduksi produk sefalosporin steril dan non-steril. Tahun 1996 meprofarm berhasil mendapatkan sertifikat CPOB untuk produk farmasi dengan sediaan tablet, kapsul, sirup cair dan kering, dan krim, dua tahun kemudian berhasil memperoleh sertifikat CPOB untuk produk sefalosporin dengan sediaan serbuk steril, tablet, dan sirup kering.

Pada tahun 2006, perusahaan ini mulai membangun fasilitas produksi Mepro-2 yang lokasinya persis dibelakang Mepro-1. Fasilitas baru ini ditujukan untuk memproduksi produk farmasi dengan sediaan cairan steril meliputi cairan injeksi, sirup cair, supositoria, krim, dan sirup kering. Selain itu fasilitas ini juga digunakan untuk riset and development. Oleh karenanya pada 2008, Meprofarm berhasil mendapatkan sertifikat ISO 9001 dan ISO 14001 dan pada 2011 seiring dengan telah diperolehnya sertifikat CPOB pada fasilitas Mepro-2, maka dimulailah produksi perdana di fasilitas ini.

Beberapa perusahaan farmasi lainnya yang telah menjalin kerjasama dengan Meprofarm antara lain PT Tanabe Indonesia, PT Astellas, PT Dexa Medica, PT Holi Pharma, PT Otto Pharmaceutical, dan sebagainya.

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *