Sulfamethoxazole

Farmasi-id.com > Antibiotik > Sulfamethoxazole

By | 28/12/2015 | Berikan Ulasan

Kandungan dan Komposisi Sulfamethoxazole

Sulfamethoxazole

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Sulfamethoxazole

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Sulfamethoxazole:

Pada umumnya sulfamethoxazole dikombinasikan dengan trimethoprim yang merupakan sejenis antibiotik lain. Kombinasi kedua antibiotik ini digunakan untuk mengobati infeksi, seperti:

  • Infeksi saluran kemih (ISK)
  • Infeksi telinga bagian tengah (otitis media)
  • Bronkitis
  • Keracunan makan akibat bakteri
  • Disentri akibat bakteri
  • Obat ini juga bisa digunakan untuk mencegah dan mengobati jenis pneumonia parah. Tipe pneumonia ini umumnya terlihat pada pasien yang memiliki gangguan pada sistem kekebalan tubuhnya, seperti pada penderita kanker, pasien transplantasi, dan AIDS

Peringatan

  • Tidak dianjurkan untuk digunakan selama masa kehamilan dan menyusui
  • Harap berhati-hati jika Anda memiliki gangguan ginjal, gangguan hati, anemia, tiroid, porfiria, dan asma
  • Obat ini bisa membuat Anda lebih sensitif terhadap matahari, maka hindari paparan sinar matahari terlalu lama. Gunakan tabir surya dan pakaian pelindung saat berada di luar ruangan
  • Jika Anda menderita diabetes, obat ini bisa memengaruhi level gula darah. Untuk itu, periksakan gula darah secara teratur. Segera hubungi dokter jika Anda memiliki gejala tingkat gula darah yang terlalu rendah
  • Pastikan untuk menghabiskan antibiotik sesuai resep dokter untuk mencegah bakteri kembali berkembang
  • Obat ini tidak cocok dikonsumsi oleh orang yang alergi terhadap sulfonamida
  • Jika mengalami reaksi alergi atau overdosis, segera hubungi dokter

Dosis dan Aturan Pakai Sulfamethoxazole

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Sulfamethoxazole:

Dosis sulfamethoxazole pada umumnya adalah 1600 mg per hari yang dibagi ke dalam beberapa kali dosis selama 5-7 hari. Dosis akan disesuaikan dengan usia, tingkat keparahan, jenis infeksi, dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

LAINNYA:  Forgesic

Mengenai dosis anak-anak, tanyakan kepada dokter.

Pemberian Obat

  • Sebaiknya dikonsumsi pada saat makan
  • Dianjurkan untuk untuk mengonsumsi air putih lebih banyak untuk menghindari dehidrasi dan efek samping batu ginjal
  • Pada jenis obat cair, kocok obat ini terlebih dahulu agar tercampur sempurna sebelum diminum. Gunakan sendok takar saat meminumnya dan jangan gunakan sendok makan agar dosisnya sesuai
  • Dianjurkan untuk mengonsumsi antibiotik ini secara teratur agar kandungan obat di tubuh dapat terjaga dan mendapatkan manfaatnya secara maksimal
  • Bagi pasien yang lupa mengonsumsi sulfamethoxazole, disarankan segera mengonsumsinya begitu teringat
  • Jangan menggandakan dosis sulfamethoxazole pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat
  • Meski gejala yang dialami telah membaik, tetaplah mengonsumsi sisa antibiotik untuk mencegah kembalinya infeksi bakteri
  • Jika Anda masih merasakan gejala setelah menghabiskan antibiotik ini, segera temui dokter

Efek Samping Sulfamethoxazole

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Sulfamethoxazole:

Beberapa efek samping yang umum terjadi setelah mengonsumsi obat ini adalah:

  • Anemia
  • Mual
  • Muntah-muntah
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Berkurangnya nafsu makan

Sediaan

Tablet, cair, injeksi

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Sulfamethoxazole Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Sulfamethoxazole, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Sulfamethoxazole?

Jika Anda lupa menggunakan Sulfamethoxazole, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Sulfamethoxazole Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Sulfamethoxazole?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Sulfamethoxazole yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Sekilas Tentang Sulfamethoxazole Pada Sulfamethoxazole
Sulfamethoxazole termasuk dalam golongan obat antibiotik. Ia digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri seperti infeksi saluran kemih, bronkitis, dan prostatitis. Obat ini efektif untuk mengatasi bakteri gram negatif dan positif seperti Listeria monocytogenes dan E. coli.

Sulfamethoxazole pertama kali dikenalkan di Amerika Serikat pada 1961 dan biasanya digunakan bersama dengan kombinasi trimethoprim. Nama lain sulfamethoxazole antara lain sulfamethalazole, sulfisomezole, dan sulfamethazole. Cara kerja sulfamethoxazole yaitu dengan mengganggu sintesis bakteri dari asam folat. Folat merupakan metabolit esensial untuk pertumbuhan dan replikasi bakteri sebab ia digunakan dalam sintesis DNA. Oleh karenanya penghambatan produksi folat akan menghambat pula proses metabolisme untuk pertumbuhan bakteri. Sulfamethoxazole dianggap sebagai antibiotik bakteriostatik.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Sekilas Tentang Obat Antibiotik
Antibiotika adalah segolongan molekul, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi, meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. Antibiotika bekerja seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah bakteri molekul. Antibiotika berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Desinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.

Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat virus, jamur, atau nonbakteri lainnya, dan setiap antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri. Ada antibiotika yang membidik bakteri gram negatif atau gram positif, ada pula yang spektrumnya lebih luas. Keefektifannya juga bergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.

Antibiotika oral (diberikan lewat mulut) mudah digunakan dan antibiotika intravena (melalui infus) digunakan untuk kasus yang lebih serius. Antibiotika kadang kala dapat digunakan setempat, seperti tetes mata dan salep.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2015, 28 Desember). Sulfamethoxazole. Diakses pada 27 Februari 2020, dari https://www.farmasi-id.com/sulfamethoxazole/


Format MLA (Modern Language Association)

"Sulfamethoxazole". Farmasi-id.com. 28 Desember 2015. 27 Februari 2020. https://www.farmasi-id.com/sulfamethoxazole/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Sulfamethoxazole", 28 Desember 2015, <https://www.farmasi-id.com/sulfamethoxazole/> [Diakses pada 27 Februari 2020]


Bagikan ke Rekan Anda