SULBACEF

Farmasi-id.com > Antibiotik > SULBACEF

By | 28/03/2016

Kandungan

Cefoberazone Na 500 mg, sulbactam Na 500 mg

Indikasi

Infeksi saluran nafas atas dan bawah, Infeksi saluran kemih (atas dan bawah), peritonitis, kolesistitis, kolangitis dan infeksi intra-abdomen lain; infeksi kulit dan jaringan lunak

Dosis

Dewasa : dosis anjuran : 2 – 4 g/hari dibagi dalam beberapa dosis, diberikan tiap 12 jam; dapat ditingkatkan samapi dengan 8 g/hari. Anak : 40 – 80 mg/kg BB/hari dibagi dalam beberapa dosis, diberikan tiap 6 – 12 jam, dapat ditingkatkan samapai dengan 160 mg/kg BB/hari. Neonatus : dosis sulbactam maksimal : 80 mg/kg BB/hari. Bayi ≤ 1 minggu : berikan tiap 12 jam

Kontra Indikasi

Hipersensitif terhadap penisilin, sulbaktam, sefalosporin
Perhatian: Defisiensi Vitamin K pada pasien dengan diet yang buruk, keadaan melabsorpsi (fibrosis kistik) dan terapi IV dalam waktu lama. Penggunaan jangka lama. Terapi bersama dengan antikoagualan. Hamil dan laktasi. Anak

Efek Samping

Diare, mual, muntah, ruam makulopapular, urtikaria, demam akibat obat, neutropenia reversibel, penurunan Hb atau hematokrit, eosinofilia dan trombositopenia, anemia hemolitik, sakit kapala, demam, nyeri pada tempat injeksi, menggigil, peningkatan sementara kadar SGOT, SGPT, fosfatase alkalin dan bilirubin

Interaksi Obat

Alkohol, aminoglikosida, larutan Ringer Laktat, lidokain

Kemasan dan Sediaan

Vial 1 g (+ 1 ampul aqua untuk injeksi) x 5 mL x 1

Produsen

Bernofarm

Sekilas Tentang Antibiotik
Antibiotika adalah segolongan molekul, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi, meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. Antibiotika bekerja seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah bakteri molekul. Antibiotika berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Desinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.

Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat virus, jamur, atau nonbakteri lainnya, dan setiap antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri. Ada antibiotika yang membidik bakteri gram negatif atau gram positif, ada pula yang spektrumnya lebih luas. Keefektifannya juga bergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.

Antibiotika oral (diberikan lewat mulut) mudah digunakan dan antibiotika intravena (melalui infus) digunakan untuk kasus yang lebih serius. Antibiotika kadang kala dapat digunakan setempat, seperti tetes mata dan salep.

Informasi lengkap mengenai antibiotik dapat Anda baca di sini dan di sini.