SUCRALFATE

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > SUCRALFATE

By | 17/04/2017

Deskripsi

Sucralfate atau sukralfat adalah obat untuk mengobati tukak pada usus halus. Sucralfate akan membentuk lapisan pelindung pada tukak untuk melindunginya dari infeksi lanjutan. Lapisan pelindung ini akan membantu mempercepat proses penyembuhan tukak.

Indikasi

Mengobati tukak pada usus halus.

Dosis

Dewasa:

  • Dosis sucralfate untuk dewasa penderita tukak duodenum: minum 1g dalam keadaan perut kosong 4 kali sehari, atau minum 2g dalam keadaan perut kosong 2 kali sehari
  • Dosis sucralfate untuk dewasa penderita tukak prophylaxis duodenal: minum 2g dalam keadaan perut kosong 2 kali sehari
  • Dosis sucralfate untuk dewasa penderita tukak lambung: minum 1g dalam keadaan perut kosong 4 kali sehari
  • Dosis sucralfate untuk dewasa penderita Gastroesophageal Reflux Disease (refluks asam lambung): minum 1g dalam keadaan perut kosong 4 kali sehari
  • Dosis sucralfate untuk dewasa penderita tukak prophylaxis: minum 1g dalam keadaan perut kosong setiap 4-6 jam
  • Dosis sucralfate untuk dewasa penderita stomatitis: 1g (10mL) digerus empat kali sehari
  • Dosis sucralfate untuk dewasa penderita hiperfosfatemia atau gagal ginjal: minum 1g dalam keadaan perut kosong 2 kali sehari

Anak-anak

Keamanan dan efektivitas sucralfate pada pasien anak-anak masih belum ditemukan. Namun, penggunaan sucralfate mungkin tepat untuk beberapa situasi.

Dosis sucralfate untuk anak di atas 1 tahun: 250-500 mg (2.5 sampai 5mL) dalam bentuk gerusan 4 kali sehari untuk mengatasi stomatitis.

Pemberian Obat

  • Kocok botol obat sebelum menggunakan. Minum sucralfate lewat mulut, biasanya 2 sdm 4 kali sehari dalam keadaan perut kosong atau 1 jam sebelum makan, atau sesuai dengan anjuran dokter.
  • Dosis selalu diberikan berdasarkan kondisi kesehatan dan bagaimana Anda merespon terapi.
  • Minum sukralfat secara rutin untuk mendapatkan manfaatnya yang optimal. Untuk membantu Anda mengingat, minumlah obat ini di waktu yang sama setiap hari. Jangan berhenti menggunakan obat ini sebelum berkonsultasi dengan dokter.
  • Penting untuk tetap melanjutkan penggunaan obat meskipun Anda sudah tidak merasakan sakitnya tukak tersebut. Jangan berhenti menggunakan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.
  • Mungkin perlu 4 sampai 8 minggu pengobatan untuk menyembuhkan tukak secara total.
  • Beberapa obat mungkin tidak bekerja dengan baik saat dikonsumsi bersamaan dengan sucralfate dan perlu konsumsi di lain waktu yang berbeda dengan waktu konsumsi Sucralfate. Diskusikan dengan dokter dan apoteker untuk membantu Anda membuat jadwal penggunaan obat yang tepat.
  • Antasid dapat digunakan bersamaan dengan obat ini, tetapi harus dikonsumsi paling tidak 30 menit sebelum mengonsumsi Sucralfate.
  • Informasikan dokter Anda jika kondisi Anda tidak membaik atau bahkan bertambah buruk setelah mengonsumsi Sucralfate selama 4 minggu.

Efek Samping

Efek samping sucralfate yang mungkin terjadi di antaranya adalah:

  • mual, muntah, dan tidak enak perut
  • sakit perut
  • konstipasi, diare
  • gatal-gatal, ruam pada kulit
  • susah tidur (insomnia)
  • pening, mengantuk, sensasi berputar
  • sakit kepala
  • sakit tulang belakang

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter

Peringatan dan Perhatian

Sebelum menggunakan obat tertentu, pertimbangkan risiko dan manfaatnya terlebih dahulu. Ini adalah keputusan yang harus dibuat Anda dan dokter Anda. Untuk obat ini, perhatikan hal berikut:

Alergi

Beri tahu dokter jika Anda mengalami reaksi tak biasa atau alergi pada obat ini atau obat lain. Beri tahu dokter juga jika Anda memiliki alergi tipe lain seperti pada makanan, pewarna, pengawet, atau alergi hewan. Untuk produk tanpa resep, baca label pada kemasan secara saksama.

Anak-anak

Belum ada informasi spesifik mengenai perbandingan efek penggunaan sucralfate pada bayi atau anak-anak dengan pada orang dewasa. Namun, obat ini seharusnya tidak menghasilkan efek samping berbeda bagi anak-anak seperti halnya pada orang dewasa.

Lansia

Banyak obat-obatan yang belum dikaji secara spesifik untuk golongan lansia. Oleh karena itu, belum diketahui apakah obat tersebut akan bekerja seperti halnya pada orang dewasa. Meskipun belum ada informasi spesifik mengenai perbandingan efek penggunaan sucralfate pada orang tua dibanding kategori usia lainnya, obat ini seharusnya tidak menyebabkan efek samping berbeda pada orang tua seperti halnya pada orang dewasa.

Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori D (ada bukti bahwa berisiko) menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Interaksi Obat

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi. Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosisnya, atau melakukan hal-hal pencegahan lain yang dibutuhkan. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Ketoconazole

Mengonsumsi obat ini dengan obat di bawah ini dapat meningkatkan risiko efek sampingnya, namun pada beberapa kasus, kombinasi dua obat ini mungkin merupakan pengobatan terbaik. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Ciprofloxacin
  • Digoxin
  • Dolutegravir
  • Fleroxacin
  • Gemifloxacin
  • Grepafloxacin
  • Moxifloxacin
  • Norfloxacin
  • Ofloxacin
  • Sparfloxacin
  • Trovafloxacin Mesylate
  • Warfarin

Kontra Indikasi

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • penyakit gangguan pencernaan – Sucralfate dapat bereaksi dengan makanan atau obat lain dan menyebabkan gangguan pencernaan
  • gagal ginjal – Penggunaan Sucralfat dapat meningkatkan toksik  pada tingkat alumunium dalam darah

Kemasan dan Sediaan

Tablet 1 g

Saran Penyimpanan

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Overdosis

Gejala overdosis sucralfate:

  • gangguan pencernaan
  • mual
  • muntah
  • sakit perut

Segera hubungi dokter.

Bila Lupa Minum ?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Penggunaan Sucralfate Pada Pengguna Tembakau dan Alkohol

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Nama Generik

Sucralfate.

Nama Brand

Episan, Inpepsa, Kalpepsa, Musin, Neciblok, Profat, Propepsa, Taxilan, Ulcera, Ulcron, Ulcumaag, Ulsicral, Benofat, Mucogard, Peptovell, Ulsafate, Ulsanic, Ulsidexdanobat-sucralfate-sukralfat-antasida-antacid.

Sekilas Tentang Sucralfate

Sucralfate atau sukralfat adalah obat untuk mengobati tukak pada usus halus. Sucralfate akan membentuk lapisan pelindung pada tukak untuk melindunginya dari infeksi lanjutan. Lapisan pelindung ini akan membantu mempercepat proses penyembuhan tukak.

Di dalam lambung, sucralfate bekerja pada lingkungan asam dengan pH < 4 yang kemudian bereaksi dengan asam klorida di lambung membentuk bahan pengikat yang kental seperti pasta yang dapat bertindak sebagai pelapis asam dalam waktu 6 hingga 8 jam setelah pemberian dalam dosis tunggal. Selain itu sucralfat juka melekat pada protein di permukaan tukak, mencegahnya mengalami kerusakan lebih lanjut yang diakibatkan oleh asam, pepsin, cairan asam empedu. Selain itu sucralfate mencegah kembali terjadinya proses difusi ion hidrogen, ia menyerap pepsin dan cairan asam empedu.

Oleh FDA keamanan sucralfate untuk digunakan oleh wanita hamil digolongankan dalam kategori B.

Sekilas tentang lambung dan maag

Lambung (bahasa Inggris: stomach; bahasa Belanda: maag) atau ventrikulus berupa suatu kantong yang terletak di bawah sekat rongga badan. Fungsi lambung secara umum adalah tempat di mana makanan dicerna dan sejumlah kecil sari-sari makanan diserap.

Maag atau radang lambung atau tukak lambung adalah gejala penyakit yang menyerang lambung dikarenakan terjadi luka atau peradangan pada lambung yang menyebabkan sakit, mulas, dan perih pada perut.
Sekilas tentang sakit perut

Sakit perut banyak jenisnya, berikut ini diantaranya:

1. Batu empedu

Batu empedu berasal dari terbentuknya endapan ataupun gumpalan yang mana hal tersebut berasal dari saluran ataupun juga kandung empedu itu sendiri. Dan untuk memastikan perihal keberadaan batu empedu ini maka perlu dilakukan pemeriksaan scan USG.

Ciri khas gejala batu empedu:

  • Rasa sakit serasa seperti tusukan tajam di sekitar area perut kanan atas

  • Rasa sakit dapat menyebar hingga area bahu ataupun punggung atas bagian kanan

  • Gejala yang timbul semakin parah dengan konsumsi makanan sembarangan atau mengandung lemak tinggi berlebih

  • Warna urin cenderung lebih gelap

  • Sedangkan untuk warna feses justru cenderung pucat

  • Biasa disertai pula dengan keluhan demam

  • Dan yang tak kalah khas yakni munculnya gejala kuning pada tubuh penderita


2. Kembung penuh gas

Beberapa pemicu timbulnya keluhan perut kembung sesak dengan tumpukan gas:

  • Kebiasaan makan terlalu cepat dan senantiasa terburu-buru

  • Suka mengkonsumsi permen karet secara berlebih

  • Gemar mengkonsumsi minuman instan yang sarat akan zat tambahan utamanya pemanis buatan

  • Konsumsi sayuran hijau dalam jumlah besar sekaligus

  • Beberapa jenis kekacangan semisal polong juga ikut andil dalam menumpuk gas pada lambung

  • Kegemaran meminum minuman bersoda

  • Kebiasaan buruk hobi konsumsi minuman beralkohol

  • Jika disertai pula dengan penurunan berat badan secara signifikan, gangguan saluran cerna atau feses berdarah perlu diwaspadai lebih lanjut untuk dilakukan pemeriksaan USG. Kembung berkesinambungan juga dapat mengindikasikan gangguan kesehatan serius semisal tumor.


Untuk mengurangi keluhan kembung yang mendera ada baiknya lebih perhatikan pula untuk membudayakan menu makanan sehat. Sedangkan sebagai pereda kembung yang tengah mendera anda bisa dapatkan kapsul minyak peppermint untuk mengurangi keluhan yang ada.

3. Sakit maag

Sakit maag seringkali menjadi sakit langganan bagi sebagian banyak orang. Gejala khas yang menandai kemunculan keluhan sakit maag yakni adanya rasa nyeri cenderung perih dan tajam seperti ada menusuk-nusuk di area perut bagian tengah lebih tepatnya yakni di sekitaran bagian atas dari pusar kita. Gejala maag dapat disertai dengan keluhan lainnya mulai dari perasaan mual ataupun cenderung sering muntah dan dalam beberapa kasus juga dapat memicu timbulnya gejala diare sebagai penyertanya.

Seringkali yakni sakit maag disebabkan lantaran konsumsi makanan yang cenderung ngasal atau bahkan jadwal makan tak beraturan yang cenderungnya sering telat alias perut dibiarkan kosong dalam waktu yang tidak tepat. Dari keteledoran yan dibiasakan ini bisa mengarah pada timbulnya perlukaan di area lambung dan pastinya jika tersentuh dengan produksi gas lambung berlebih maka gejala nyeri dan perih dari sakit maag sudah pasti akan dirasakan oleh penderita. Terapi yang biasa diberikan yakni dengan konsumsi resep obat untuk meredakan asam lambung dan juga obat untuk mengatasi ataupun meredakan rasa nyeri yang mendera.

4. Flu perut

Penyebab utama dari munculnya serangan penyakit flu perut yakni dapat berasal dari kudapan semisal yang dikonsumsi dan telah terkontaminasi oleh serangkaian jenis virus penginfeksi. Gejala yang bisa dirasakan pasien yakni munculnya keluhan mual, muntah, kehilangan nafsu makan, badan yang cenderung semakin lemah, perut di sekitaran atas dan bawah pusar serasa panas, nyeri, kram, disertai pula dengan diare maupun gejala infeksi lainnya semisal demam dan sakit pada kepala maupun jaringan otot tubuh penderita.

Penanganan rumahan yang utama yakni usahakan untuk selalu memberi asupan pada penderita utamanya yang berbentuk cairan. Penderita bisa diberikan makanan yang lembut berupa bubur ataupun roti sebagai tambahan energi. Yang terpenting harus dijaga agar pasien senantiasa terhindar dari serangan dehidrasi ataupun kekurangan cairan. Jika terlalu mual untuk meminum air sebagai penambah cairan bisa gunakan alternatif lain dengan menyesap bongkahan kecil es batu. Jika memang kondisi pasien semakin melemah dan segala jen is asupan nutrisi tidak bisa lagi diterima dengan pertolongan rumahan maka sebaiknya jangan segan untuk langsung membawanya ke ahli medis demi penanganan yang lebih intensif.

5. Tukak lambung

Penyebab dari tukak ataupun perlukaaan pada lambung utamanya bisa bersebab oleh bakteri penginfeksi yang memang seringkali kebiasaannya yakni merusak selaput jaringan lambung. Bakteri tersebut bernama Helicobacter pylori. Dan serangkaian gejala yang ditimbulkan sakit tukak lambung ini yakni munculnya rasa nyeri semacam ditusuk pada perut sekitar bagian bawah area dada, sakit ini biasa muncul paling signifikan pada malam hari maupun tiap kali selesai pasien mengonsumsi suatu makanan, hilangnya nafsu makan pun menjadi suatu penanda yang kemudian disertai dengan munculnya keluhan muntaber atau bahkan muncul perdarahan akibat dampak luka lambung tersebut.

Konsumsi obat secara sembarang dapat justru memberikan efek nyeri yang bertambah parah. Ada baiknya langsung berkonsultasi lebih lanjut pada ahli medis demi menghindari perdarahan yang lebih serius dan juga kemungkinan timbulnya sel ganas kanker yang bisa saja mengancam pasien.

6. Sembelit

Penyebab utama dari timbulnya konstipasi atau sembelit yakni kurangnya asupan nutrisi serat yang dikonsumsi oleh penderita, kacaunya manajemen stres, sembarangan dalam mengonsumsi jenis kudapan semisal minum teh atau makan coklat berlebihan juga bisa menjadi penyebab, dan sebagai reaksi alami pada masa kehamilan kecenderungan calon ibu untuk mengalami sembelit juga semakin meningkat. Gejala yang muncul perut terasa penuh dan nyeri, biasa kembung, tak dapat buang air besar lebih dari tiga kali minimal dalam seminggu, feses keras, sering buang angin, seringkali merasa ingin buang air besar namun sangat kesulitan.

Sebelum memeriksakan lebih lanjut ke ahli medis penanganan rumahan yang perlu dilakukan yakni meminum sekitar sembilan gelas air putih sehari untuk menjaga asupan cairan memadai dan juga semakin galakkan konsumsi serat alami dari ragam buah dan sayur yang menyehatkan. Atau jika diperlukan anda bisa dapatkan obat pencahar di apotek namun jika keluhan berlanjut tak ada salahnya anda berkonsultasi pada ahli medis untuk penanganan yang lebih tepat.

7. Alergi laktosa

Pemicu timbulnya alergi laktosa yakni akibat kelainan tubuh kita yang utamanya hanya memproduksi enzim laktase dalam jumlah cenderung sedikit sehingga manakala kita mengonsumsi ragam olahan susu tubuh kita tak akan mampu mencerna dan mengolahnya dengan sempurna. Dan sebagai efek yang ditimbulkan yakni kita merasakan sakit pada hampir keseluruhan perut dan biasa disertai kram maupun kejang juga, kembung dan muntaber juga biasa menyertai gejala alergi laktosa. Demi penanganan tepat anda disarankan untuk segera berkonsultasi pada dokter apabila keluhan yang anda derita semakin parah semisal anda tiba-tiba masih mengalami keluhan gejala padahal anda sudah menghindari serangkaian ragam produk olahan susu dari menu kudapan harian anda.

8. Keracunan makanan

Penyebab utamanya bisa diakibatkan lantaran proses masak serta penyajian yang tak higienis daripada makanan yang dikonsumsi sebelumnya oleh penderita sehingga besar kemungkinan makanan tersebut telah terkontaminasi oleh adanya mikroba yang membahayakan bagi organ lambung utamanya. Gejala yang dikeluhkan pasien bisa berupa pusing, demam dan muntaber tepat setelah mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi beberapa jam yang lalu.

Dan penanganan yang dapat dilakukan yakni usahakan pasien dapat menerima asupan nutrisi yang ringan saja dahulu sebagai intake energi sehingga memulihkan kondisi secara lebih maksimal dan juga jangan lupakan untuk senantiasa memperhatikan asupan cairan sebagai yang terpenting dalam pencegahan timbulnya gejala lain yang membahayakan yakni serangan dehidrasi. Jika kondisi semakin memburuk hendaklah segera mengusahakan penanganan medis lebih lanjut secara intensif demi memperbaiki kondisi pasien.

9. Usus buntu

Gejala usus buntu: Nyeri pada perut bagian kanan bawah. Biasanya disertai mual dan muntah, serta nyeri terus-menerus. Kadang kala, rasa nyerinya akan bertambah hingga tiga kali lipat ketika Anda harus berjalan. Badan Anda akan terasa tidak enak dan meriang. Akibat rasa sakit yang hebat, kadang kala Anda tak sadar untuk memegangi terus bagian perut bagian kanan bawah sambil mengaduh. Usus buntu bisa disebabkan oleh kuman atau bakteri yang masuk. Jadi jika Anda menyangka penyebabnya adalah akibat terlalu banyak makan cabai atau biji-bijian, Anda termakan mitos.

Jika Anda mengalami gejala sakit pada perut di bagian kanan bawah, segeralah ke dokter. Pastikan apakah gejala ini merupakan infeksi usus buntu (apendisitis akut). Jika ya, barangkali Anda harus menginap di rumah sakit untuk operasi. Operasi merupakan cara terbaik karena jika masalah ini didiamkan saja, maka ada kemungkinan usus tersebut pecah, infeksi menyebar ke seluruh perut, yang akibatnya sangat fatal.

10. Kolera

Gejala kolera: Perut Anda seperti ditekan, merasa nyeri terutama di perut bagian bawah, lalu diikuti kejang otot perut. Perasaan mual dan muntah-muntah biasanya datang setelah mencret. Kolera sering juga disebut dengan penyakit muntaber karena gejala utamanya adalah muntah dan BAB. Penyebab kolera seperti kuman Vibrio cholerae yang punya nama lain Bacillus coma. Kuman ini disebarkan melalui makanan dan minuman yang tercemar. Pengobatan yang biasa dilakukan yaitu dengan mengganti cairan tubuh yang hilang dengan garam oralit. Bila kehilangan cairan tubuh cukup banyak dan penderita sudah tidak dapat menerima cairan dari mulut, maka cairan pengganti diberikan melalui infus.

11. Disentri

Gejala disentri: Rasa mulas atau sakit perut barangkali hampir sama ketika istri Anda hendak melahirkan. Yang bikin kesal harus bolak-balik ke WC untuk BAB. Sehari mungkin Anda bisa 20 hingga 30 kali BAB, dan kotoran akan mencret serta berlendir. Terkadang, kotoran itu disertai darah. Penyebab disentri biasanya karena mengonsumsi makanan kotor yang telah terinfeksi kuman shigela disentri atau amuba usus.

Untuk mengobatinya, terlebih dahulu Anda harus mengganti cairan yang telah keluar dengan garam oralit. Pemberian antibiotika sangat penting untuk membunuh kuman. Tapi tetap saja upaya pencegahan sakit perut lebih penting ketimbang pengobatan. Caranya adalah dengan menjaga kebersihan, membasmi lalat di rumah, serta menjaga makanan dan minuman dari kotoran.