Sporetik

Farmasi-id.com > Antibiotik > Sporetik

By | 05/05/2015
Deskripsi

Generic name : Cefixime.

Komposisi

Cefixime 50 mg perkapsulsul.

Indikasi

Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi yang disebabkan oleh E. coli & Proteus mirabilis.
– Infeksi saluran pernafasan bagian atas seperti otitis media (radang rongga gendang telinga), faringitis (radang tekak), dan tonsilitis (radang tonsil/amandel).
– Infeksi saluran pernafasan bagian bawah seperti bronkhitis akut, eksarbasi (kambuhnya penyakit atau gejala penyakit secara mendadak) akut bronkhitis kronis.

Perhatian

Hipersensitif terhadap fenisilin, gangguan fungsi ginjal, hamil dan menyusui.

Efek Samping

Diare, nyeri abdomen, mual, muntah, dada terasa terbakar, konstipasi, ruam kulit , sakit kepala.

Kemasan

Strip @ 10 kapsul sul.

Dosis

– Dewasa & anak-anak dengan berat badan lebih dari 30 kg atau berusia lebih dari 12 tahun : 2 kali sehari 50-100 mg.
Bisa ditingkatkan sampai 200 mg 2 kali sehari.
– Anak-anak dengan berat badan kurang dari 30 kg : 1,5-3 mg/kg berat badan/hari dalam dosis terbagi.
Bisa ditingkatkan sampai 6 mg/kg berat badan 2 kali sehari.

Pemberian Obat

Dikonsumsi bersamaan dengan makanan.

Produsen

PT.Sanbe Farma

Sekilas Tentang Antibiotik
Antibiotika adalah segolongan molekul, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi, meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. Antibiotika bekerja seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah bakteri molekul. Antibiotika berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Desinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.

Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat virus, jamur, atau nonbakteri lainnya, dan setiap antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri. Ada antibiotika yang membidik bakteri gram negatif atau gram positif, ada pula yang spektrumnya lebih luas. Keefektifannya juga bergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.

Antibiotika oral (diberikan lewat mulut) mudah digunakan dan antibiotika intravena (melalui infus) digunakan untuk kasus yang lebih serius. Antibiotika kadang kala dapat digunakan setempat, seperti tetes mata dan salep.

Informasi lengkap mengenai antibiotik dapat Anda baca di sini.
Sekilas Tentang Sanbe Farma

Sanbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 28 Juni 1975 oleh Drs. Jahja Santoso, Apt yang merupakan seorang apoteker lulusan ITB yang berhasil lulus dengan predikat cum laude. Awalnya Sanbe Farma hanyalah sebuah industri rumahan yang memproduksi kapsul Colsancetine. Kemudian seiring dengan meningkatnya kebutuhan produksi, pada 1980 perusahaan ini memindahkan lokasinya ke tempat yang lebih luas yaitu di Cimahi dan di tempat itu perusahaan ini mendirikan fasilitas produksi berbagai jenis obat.

Selanjutnya pada 1992, Sanbe Farma mulai memproduksi obat-obatan bebas atau OTC. Pada 1996 perusahaan ini kembali memperluas area industrinya untuk memenuhi kebutuhan produksi yang semakin besar diantaranya untuk memproduksi produk betalaktam, sefalosporin, injeksi, tetes mata, sediaan steril, serbuk injeksi, dan lain-lain. Sanbe Farma telah mengantongi lebih kurang 43 sertifikat CPOB dari berbagai negara. Perusahaan ini memiliki produk yang telah dipasarkan di lebih kurang 20 negara. Berdasarkan informasi, perusahaan ini menepati urutan ke-4 sebagai perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Sanbe Farma juga memiliki beberapa anak perusahaan yang juga bergerak dibidang farmasi dan produk kesehatan seperti PT Caprifarmindo Laboratories dan PT Bina San Prima .