Solaxin

Farmasi-id.com > Sistem Muskuloskeletal > Relaksan Otot > Solaxin

By | 22/02/2015

SOLAXIN 
tablets
New muscle relaxant

KOMPOSISI
Tiap tablet mengandung Chlorzoxazone 200 mg.

FARMAKOLOGI
Pada sumsum tulang belakang, syaraf afferent berhubungan dengan syaraf efferent di Interneuron. Melalui lingkaran multisynaptik refleks, dan dengan demikian, rangsangan syaraf mengakibatkan ketegangan otot. Solaxin secara selektif bekerja pada interneuron dari lingkaran refleks, dan menghambat rangsangan refleks tanpa mempengaruhi fungsi otot yang normal. Khasiat Solaxin adalah berbeda dengan obat-obat lain yang menghambat rangsangan syaraf pada pangkal syaraf dan otot. Solaxin menkapsulai kadar puncak dalam plasma, dalam waktu satu sampai tiga jam sesudah pemberian.

Indikasi
Chlorzoxazone diindikasikan sebagai obat untuk membantu pemulihan, terapi fisik, dan pengobatan lainnya untuk menghilangkan gangguan nyeri otot rangka yang akut dan gejala-gejala nyeri otot lainnya.

Kontra Indikasi
Hanya pada pasien yang hipersensitif dengan Chlorzoxazone.

Dosis DAN CARA PEMAKAIAN
Untuk dewasa: 1 – 2 tablet 3 kali sehari sesudah makan.
Untuk menghilangkan kekakuan, sakit pada otot, cukup dengan 2 tablet sekali makan.
Untuk anak-anak: 1/2 dosis dewasa.
Hanya dengan resep dokter.

Perhatian:

  1. JARANG TERJADI; Gejala hipersensitif seperti urtikaria, bercak kulit, dan gatal-gatal dapat terjadi pada penggunaan obat ini. Pemberian obat dapat dihentikan jika gejala tersebut timbul. Dianjurkan untuk pemberian obat anti alergi.
  2. Gangguan sistem pencernaan, pusing, vertigo atau sakit kepala. Gangguan ini bersifat sementara dan dapat hilang dengan sendirinya.
  3. PERINGATAN; Meskipun sangat jarang, pernah dilaporkan kasus keracunan hati serius (hingga fatal) pada pasien yang diberikan Chlorzoxazone, mekanisme terjadinya hal ini belum diketahui dan tidak dapat diprediksikan. Faktor yang mempengaruhi pasien yang mengalami ini tidak diketahui. Pasien diminta melaporkan bila didapat gejala-gejala awal hepatotoxicity seperti fever, rash, anorexia, nausea, vomiting, fatique, right upper quadrant pain, dark urine, atau jaundice. Pemberian Chlorzoxazone segera dihentikan dan konsultasikan ke dokter bila gejala ini berkembang. Pemberian Chlorzoxazone juga segera dihentikan jika enzim liver berkembang abnormal (seperti AST, ALT, Alkaline phospat, dan bilirubin) . Pemberian bersama dengan alkohol atau anti depresant akan memperkuat efek obat.

Efek Samping :
JARANG TERJADI ; Gejala hipersensitif seperti urtikaria, ruam kulit, dan gatal-gatal dapat terjadi pada penggunaan obat ini. Pemberian obat dapat dihentikan jika gejala tersebut timbul. Chlorzoxazone adalah obat yang biasanya ditoleransi dengan baik. Kemungkinan jarang terjadi secara langsung dan cepat bahwa Chlorzoxazone dapat menimbulkan pendarahan di saluran cerna, pusing, sakit kepala ringan, letih, atau stimulasi berlebih dilaporkan pada pasien yang penggunaannya tidak rutin. Jarang terjadi alergi tipe ruam kulit, bintik merah kecil atau bintik merah besar pada kulit dapat timbul selama terapi.
Pembengkakan pembuluh darah – syaraf atau reaksi anafilaks, sangat jarang terjadi, Tidak terbukti bahwa pada penggunaan obat ini dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal.
Jarang dilaporkan perubahan warna urine yang disebabkan oleh Phenolic dari Chlorzoxazone.
Pada penemuan ini diketahui tidak bermakna secara klinis.

Kemasan
Dus 10 strip @ 10 tablet
Reg. No.: DKL. 7406102410A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Dibuat oleh
P.T. Eisai Indonesia
BOGOR, INDONESIA

Dengan lisensi
Eisai Co., Ltd.
TOKYO JAPAN