Sitagliptin

Farmasi-id.com > Sistem Endokrin & Metabolik > Obat Antidiabetes > Sitagliptin

By | 10/10/2017

Kandungan dan Komposisi Sitagliptin

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Sebagai monoterapi, terapi tambahan pada diet dan olahraga pada pasien NIDDM (tipe 2), dalam kombinasi dengan metformin atau agonis PPAR-gamma (misal: tiazolidindion) dimana monoterapi yang disertai dengan diet dan olahraga tidak menghasilkan kontrol glikemik yang adekuat, dalam kombinasi dengan metformin dan sulfonilurea dimana monoterapi yang disertai dengan diet dan olahraga tidak menghasilkan kontrol glikemik yang adekuat.

Peringatan

Tidak boleh digunakan pada diabetes mellitus tipe 1 atau diabetes ketoasidosis, penggunaan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal memerlukan penyesuaian dosis.

Interaksi

Penggunaan bersamaan dengan digoksin dapat menyebabkan peningkatan kadar digoksin dalam darah, monitor efek digoksin, pada penggunaan bersamaan dengan insulin dilaporkan hipoglikemi berat.

Kontra Indikasi

ketoasidosis, gangguan fungsi ginjal (hindari, jika GFR kurang dari 50 mL/menti/1,73 m2), kehamilan, menyusui.

Efek Samping

Infeksi saluran nafas atas, sakit kepala, nasofaringitis, telah dilaporkan reaksi hipersensitivitas termasuk anafilaksis, angioedema, ruam, urtikaria, cutaneous vasculitis, exfoliative skin termasuk sindrom Stevens-Johnson, peningkatan enzim hepatik, pankreatitis akut termasuk pankreatitis necrotizing dan hemoragik yang fatal dan tidak fatal, konstipasi, muntah, sakit kepala, perburukan fungsi ginjal termasuk gagal ginjal akut (kadang memerlukan dialisis).

Dosis dan Aturan Pakai

Dewasa diatas 18 tahun, 100 mg sekali sehari, sebagai monoterapi atau kombinasi.

Sediaan

Tablet 25, 50, 100 mg

Nama Brand

Janumet, Januvia

Sekilas Tentang Diabetes
Diabetes merupakan kondisi di mana tubuh tidak dapat memproduksi insulin dengan benar. Hal ini menyebabkan meningkatnya kadar glukosa dalam darah. Diabetes yang umum terjadi adalah diabetes Tipe 1 dan tipe 2.

Pada diabetes Tipe 1 pankreas tidak dapat memproduksi insulin sedangkan pada diabetes tipe 2 pankreas dapat membuat insulin tapi dalam kadar yang tidak cukup banyak. Ini menyebabkan tubuh tidak mendapatkan insulin secara optimal. Meningkatnya kadar gula dalam darah akan membuat penderita diabetes sering merasa haus atau lapar dan juga sering buang air kecil.

Antidiabetes merupakan obat yang mengontrol tingkat glukosa (gula) dalam darah pada penderita diabetes.

Informasi lengkap mengenai diabetes dapat Anda baca di sini.