Sinovial

By | Februari 1, 2021 |

Kandungan dan Komposisi Sinovial

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Sinovial adalah:

Hyaluronic acid Na salt (sodium hyaluronate)

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Sinovial

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Sinovial adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Nyeri atau menurunkan mobilitas krn penyakit degeneratif, penyakit pasca traumatik, atau alterasi sendi.

Dosis dan Aturan Pakai Sinovial

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Sinovial:

3-5 inj, dg selang waktu pemberian 1 minggu; dpt dilanjutkan hingga 24 minggu.

Kontraindikasi Sinovial

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Sinovial dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Tdk boleh diberikan secara injeksi pd kondisi infeksi atau inflamasi serius sendi atau jika pasien memiliki penyakit kulit atau ineksi pd tempat inj.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Sinovial Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Sinovial?

Jika Anda lupa menggunakan Sinovial, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Sinovial Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Sinovial?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Sinovial yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Sinovial

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Sinovial yang mungkin terjadi adalah:

Nyeri, rasa panas, kemerahan, atau pembengkakan pd tempat inj.

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Sinovial

  • Jangan diinjeksikan secarea IV, di luar kavitas sendi, ke dlm jaringan sinovial atau kapsul sendi, efusi intra-artikular berat. Pasien hrs menghindari aktivitas fisik yg intens. Jangan digunakan bersama dg desinfektan yg mgd garam amonium kuarterner atau klorheksidin utk kulit krn asam hialuronat dpt menyebabkan presipitasi
  • Jika radang sendi pada lutut sangat mencolok, mengingat penggunaan Sodium hyaluronate dapat menyebabkan eksaserbasi gejala peradangan pada bagian yang sakit, sebaiknya pengobatan diberikan setelah gejala inflamasi tersebut telah dieliminasi
  • Kadang-kadang, nyeri lokal terjadi setelah penggunaan Sodium hyaluronate, oleh karena itu, tindakan yang diperlukan harus dilakukan. Suntikan bocor ke luar rongga artikular dapat menyebabkan rasa sakit, oleh karena itu, sebaiknya diberikan secara akurat ke dalam rongga sendi
  • Hati-hati menggunakan obat ini pada pasien dengan riwayat hipersensitivitas terhadap obat lain, pasien dengan gangguan hati atau riwayat gangguan tersebut
  • Keamanan dan keefektifan penggunaan obat ini pada nyeri sendi selain lutut belum ditetapkan
  • Gunakan dengan hati-hati saat menggunakan obat ini pada pasien yang alergi terhadap protein unggas, bulu dan produk telur
  • Obat harus digunakan sesuai prosedur aseptik yang ketat. Hapus efusi sendi, jika ada, sebelum menyuntikkan Sodium hyaluronate
  • Jika perbaikan gejala tidak diketahui setelah perawatan, pemberian harus dibatasi sampai 5 x sebelum berhenti
  • Dalam percobaan pada hewan (tikus), diketahui bahwa obat ini bisa masuk ke dalam ASI. Keamanan dan keefektifan obat ini belum ditetapkan pada ibu menyusui
  • Karena keamanan obat ini pada anak belum ditetapkan, pemberian harus dilakukan dengan hati-hati. Gunakan obat hanya jika sangat diperlukan
  • Berikan dengan hati-hati pada pasien lansia karena fungsi fisiologisnya umumnya menurun
  • Pada penggunaan sebagai bantuan operasi ophthalmic lakukan monitoring terhadap tekanan intraocular
  • Jika tanda-tanda reaksi anafilaksis (misalnya, kesulitan bernafas, pembengkakan wajah atau tenggorokan) terjadi segera hubungi pihak medis

Kategori Keamanan Penggunaan Sinovial Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui.

FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Sinovial untuk digunakan oleh wanita hamil:

Dalam percobaan hewan (kelinci), teratogenisitas tidak terjadi. Namun karena keamanan Sodium hyaluronate pada ibu hamil belum ditetapkan, penggunaan obat ini harus dilakukan secara hati-hati.

Interaksi Obat Sinovial

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Sinovial antara lain:

Keamanan dan keefektifan penggunaan bersamaan dengan injeksi intra-artikular lainnya belum ditetapkan. Karena Sodium hyaluronate diendapkan oleh bakteri amina kuartener atau desinfektan misalnya, benzalkonium klorida dan klorheksidin, dan lain-lain, perhatian yang memadai harus diberikan.

Kemasan dan Sediaan Sinovial

Sinovial inj 16 mg/2 mL : 1’s, 3 × 1’s, 5 × 1’s

Produsen Sinovial

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Sinovial:

Dexa Medica


Dexa Medica adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 1969 oleh Drs. Rudy Soetikno Apt. seroang apoteker muda yang pernah bertugas sebagai tentara. Dikarenakan pernah terjadi kelangkaan pasokan obat, maka ia bersama rekannya mulai mendirikan sebuah perusahaan farmasi kecil dengan produk obat tablet.

Karena semakin meningkatnya permintaan, maka Dexa Medica meningkatkan kuantitas produksinya sehingga pada 1975 produknya telah tersedia di seluruh pulau Sumatera, dan pada 1978, produk perusahaan ini telah tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai perusahaan nasional, maka pada 1984 perusahaan ini mendirikan kantor pemasaran di Jakarta. Perusahaan ini pun semakin berkembang dan dibuktikan dengan produk-produknya yang berhasil menembus pasar negara-negara Asia dan Afrika sekaligus menjadikan Dexa Medica menjadi salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Saat ini posisi CEO perusahaan dijabat oleh Ir. Ferry A. Soetikno, M.Sc., M.B.A.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *