Simtin

By | Juli 8, 2019 | Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Antikonvulsan > Simtin

Kandungan dan Komposisi Simtin

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Simtin adalah:

Gabapentin.

Gabapentin adalah suatu obat yang termasuk dalam golongan antikonvulsan yakni suatu obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan kejang (termasuk epilepsi), nyeri neuropati, dan sindrome RLS (restless legs syndrome). Selain digunakan sebagai obat antikonvulsan, obat ini juga digunakan untuk mengatasi gejala vasomotor sepeti hot flashes pada wanita yang menderita kanker dan gejala vasomotor yang terjadi pada wanita menopause.

Gabapentin bekerja dengan menghambat pelepasan rangsangan neurotransmiter yang memungkinkannya untuk melawan neurotransmisi patologis seperti yang terjadi pada nyeri neuropati dan gangguan kekejangan. Mekanisme kerjanya tidak sepenuhnya dimengerti. Namun diperkirakan penghambatan α2δ-1 yang mengandung Voltage-gated calcium channels (VGCCs) oleh gabapentin menjadi alasan adanya efek antikonvulsan, analgesik, dan ansiolitik pada gabapentin. Gabapentin harus digunakan secara hati-hati pada pasien yang memiliki beberapa jenis gangguan kekejangan.

Efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah penggunaan gabapentin antara lain:

Bersifat umum:
  • Pada anak berusia 3-12 tahun yang menderita kekejangan parsial, setelah pemberian gabapentin dengan immediate-release kemungkinan dapat mengalami infeksi virus, demam, mual atau muntah, somnolen

  • Pada pasien berusia lebih dari 12 tahun penderita kekejangan parsial yang menerima terapi gabapentin dengan immediate-release dapat mengalami somnolen, pusing, ataksia, fatigue, nystagmus

Efek samping umum lainnya seperti sakit kepala juga dapat terjadi.

Penggunaan gabapentin dikontraindikasikan pemberiannya pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap gabapentin dan komponen lain yang terdapat di dalamnya. Penggunaan gabapentin harus dilakukan secara hati-hati sebab dapat menimbulkan peningkatan risiko keinginan bunuh diri pada pasien epilepsi, dan gangguan psikis seperti bipolar, depresi, ansietas dan kondisi lainnya seperti migrain, nyeri neuropati. Waspadai terjadinya efek kognitif atau neuropsikis seperti kecendrungan bertindak agresif, hiperaktif pada pasein yang berusia 3 hingga 12 tahun. Risiko somnolen, sedasi, dan pusing juga dapat terjadi, maka anjurkan pasien untuk mengindari minuman beralkohol atau obat yang dapat menimbulkan efek serupa.

Penghentian penggunaan gabapentin secara mendadak dapat menyebabkan peningkatan frekuensi kejang dan gejala penarikan lainnya seperti ansietas, insomnia, mual, dan nyeri.

Belum ada studi terkontrol yang baik yang dilakukan terhadap penggunaan gabapentin pada wanita hamil, namun FDA mengategorikannya tingkat keamanan penggunaannya pada wanita hamil masuk dalam kategori C. Gabapentin diketahui masuk ke dalam ASI sehingga tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh wanita menyusui sebab dapat membahayakan bayinya. Tidak diketahui dengan pasti tingkat keamanan gabapentin untuk digunakan oleh mereka yang berusia dibawah 3 tahun dan lebih dari 65 tahun.

Gabapentin dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat bila digunakan secara bersamaan seperti:
  • Penggunaan bersama dnegan antasida dapat mengurangi bioavailabilitas gabapentin

  • Penggunaan bersama cimetidine dapat menyebabkan penurunan pembersihan gabapentin

  • Penggunaan bersama analgesik opiat seperti hydrocodone dan morphine dapat meningkatkan konsentrasi gabapentin sehingga berpotensi meningkatkan risiko efek samping

  • Penggunaan bersamaan dengan eosinofil dapat menyebabkan reaksi hipersensitif multi organ yang ditandai dengan demam, limfadenopati, ruam, dan lain-lain yang dapat berakibat fatal

Interaksi terhadap obat lainnya juga dapat terjadi.

Gabapentin pertama kali dikembangkan oleh perusahaan farmasi asal AMerika Serikat, Parke-Davis, pada sekira tahun 70-an. Obat ini pertama kali digunakan di Inggris pada 1993 dan di Amerika Serikat pada 1994 untuk terapi pengobatan epilepsi. Pada tahun 2000, pemberian gabapentin mulai diterapkan untuk pasien anak-anak di Amerika Serikat.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Simtin

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Simtin adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Terapi tambahan utk epilepsi parsial dg atau tanpa kejang menyeluruh sekunder. Pengobatan nyeri neuropatik.

Farmakologi Simtin

Semua aksi farmakologi setelah penggunaan gabapentin tergantung pada aktivitas komponen induk; gabapentin tidak secara bermakna dimetabolisme oleh tubuh manusia, tidak terikat pada protein plasma, tidak menginduksi aktivitas enzim hepatik, dan tidak mengubah farmakokinetika dari obat-obat antikonvulsan yang biasa digunakan (misalnya carbamazepine, phenytoin, valproate, phenobarbital, diazepam) atau kontrasepsi oral. Sebagai tambahan, farmakokinetika gabapentin pada dasarnya tidak berubah bila digunakan bersamaan dengan obat-obat antikonvulsan lain.

Farmakodinamika

Gabapentin secara struktural berhubungan dengan neurotransmitor aminobutyric acid (GABA), tetapi mekanisme kerjanya berbeda dengan beberapa obat yang berinteraksi dengan sinaps GABA. Identifikasi dan fungsi dari binding site gabapentin masih harus diuraikan dan relevansi berbagai aksinya terhadap efek antikonvulsan yang dihasilkan masih memerlukan pembuktian.

Farmakokinetika

Absorpsi

Rata-rata konsentrasi plasma gabapentin Cmaks tercapai kira-kira 3 jam (Tmaks) setelah pemberian dosis oral tunggal tanpa memperhatikan formulasi ukuran dosis. Nilai Tmaks setelah pemberian dosis berulang kira-kira 1 jam lebih pendek dibanding nilai Tmaks pada pemberian dosis tunggal. Hubungan antara dosis dengan bioavailabilitas gabapentin tidak berbanding lurus, contohnya bila dosis dinaikkan, bioavailabilitas menurun. Walau demikian, perbedaan bioavailabilitasnya tidak besar. Bioavailabilitas gabapentin adalah sekitar 60%. Makanan hanya berefek sedikit pada kecepatan dan tingkat absorpsi gabapentin (meningkat 14% pada AUC dan Cmaks) .

Distribusi

Gabapentin sebagian besar tidak terikat protein plasma (<3%). Volume distribusi gabapentin setelah pemberian 150 mg IV adalah 58±6 l (mean±SD). Pada penderita epilepsi, konsentrasi awal gabapentin untuk mencapai kondisi tunak (Cmin) pada cairan serebrospinal berkisar 20% dari konsentrasi plasma. Setelah pemberian berulang gabapentin, kondisi tunak tercapai dalam 1 hingga 2 hari setelah memulai pemberian dosis berulang dan dipertahankan sepanjang pemberian regimen dosis.

Metabolisme

Gabapentin tidak dimetabolisme oleh tubuh manusia dan tidak menginduksi sistem oksidasi enzim hepatik.

Eliminasi

Gabapentin dieliminasi dari sirkulasi sistemik melalui ekskresi ginjal dalam bentuk yang tidak berubah. Waktu paruh eliminasi dari gabapentin adalah 5 sampai 7 jam dan tidak berubah setelah pemberian dosis atau dosis berulang . Kecepatan eliminasi gabapentin tidak berubah (konstan), bersihan plasma, dan bersihan ginjal secara langsung sebanding dengan bersihan kreatinin. Bersihan ginjal adalah satu-satunya jalan eliminasi gabapentin .

Populasi Khusus

Gangguan ginjal

Pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal, bersihan plasma gabapentin menurun. Diperlukan penyesuaian dosis pada pasien dewasa dengan gangguan ginjal. Belum ada penelitian yang dilakukan pada pasien anak-anak dengan gangguan gagal ginjal.

Hemodialisis

Gabapentin dapat dibersihkan dari plasma dengan hemodialisis. Pada pasien anuric, waktu paruh eliminasi yang jelas terlihat dari gabapentin pada hari-hari nondialisis sekitar 132 jam, selama dialisis yang dilakukan tiga kali seminggu (durasi 4 jam) waktu paruh eliminasi gabapentin menurun sekitar 60% dari 132 jam menjadi 51 jam. Dengan demikian hemodialisis memiliki efek yang signifikan terhadap eliminasi gabapentin pada pasien anuric.

Gangguan hati

Tidak ada penelitian yang dilakukan pada pasien dengan gangguan hati karena gabapentin tidak dimetabolisme.

Usia

Pengaruh usia telah diteliti pada pasien dengan usia 20-80 tahun. Bersihan oral gabapentin menurun bersamaan dengan bertambahnya usia dari sekitar 225 ml/menit untuk mereka dengan usia <30 tahun sampai sekitar 125 ml/menit untuk mereka dengan usia >70 tahun. Bersihan ginjal berdasarkan luas permukaan tubuh juga turun seiring dengan usia. Walau demikian, penurunan bersihan ginjal dari gabapentin sehubungan dengan usia dapat dikaitkan dengan penurunan dari fungsi ginjal. Pengurangan dosis gabapentin diperlukan untuk pasien yang fungsi ginjalnya menurun akibat pertambahan usia.

Anak-anak

Pada umumnya pasien anak-anak berusia antara 1 bulan dan kurang dari 5 tahun menerima sekitar 30% pemaparan lebih rendah dibandingkan pasien usia ≥5 tahun. Maka bersihan oral yang normal per berat badan lebih tinggi pada anak-anak yang lebih muda. Bersihan oral dari gabapentin secara langsung sebanding dengan bersihan kreatinin. Rata-rata waktu paruh eliminasi gabapentin adalah 4,7 jam serupa dengan penelitian antar kelompok umur. Bersihan normal yang diamati pada pasien anak-anak usia ≥5 tahun nilainya konsisten dengan yang diamati pada orang dewasa setelah pemberian dosis tunggal. Volume distribusi oral normal per berat badan tidak berubah antar kelompok umur.

Jenis kelamin

Parameter farmakokinetika antara pria dan wanita tidak berbeda secara bermakna.

Etnis

Belum pernah dilakukan penelitian mengenai perbedaan farmakokinetika berkaitan dengan perbedaan etnis.

Kontraindikasi Simtin

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Simtin dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Hipersensitivitas. Pankreatitis akut.

Peringatan Penggunaan Simtin

  • Pasien harus diperingatkan untuk menggunakan gabapentin hanya seperti yang diresepkan
  • Penghentian penggunaan gabapentin dalam terapi harus dilakukan secara bertahap selama minimum 1 minggu karena adanya kemungkinan peningkatan frekuensi kejang
  • Pasien dianjurkan untuk tidak mengendarai kendaraan bermotor, ataupun mengoperasikan mesin karena gabapentin dapat menyebabkan kantuk, dan gejala-gejala lain dan tanda-tanda penekanan sistem saraf pusat
  • Efek gabapentin dalam insiden munculnya tumor baru pada manusia atau perburukan atau kekambuhan tumor pada diagnosis tumor sebelumnya tidak diketahui
  • Keamanan dan keefektifan gabapentin pada pasien usia lanjut belum dievaluasi secara sistematik, dan uji klinik tidak menyertakan cukup pasien usia lebih dari 65 tahun atau lebih untuk menentukan apakah respons nya berbeda dengan pasien y ang lebih muda
  • Gabapentin dapat diberikan selama kehamilan hanya bila melebihi potensi risiko terhadap janin, karena belum cukup terdapat studi-studi terkontrol pada wanita hamil
  • Belum diketahui apakah gabapentin diekskresikan ke dalam ASI. Karena adanya potensi terjadi reaksi yang tidak diinginkan terhadap bayi yang menyusu dari ibu yang mendapatkan gabapentin, maka keputusan harus diambil apakah pemberian ASI dihentikan atau pengobatan dihentikan dengan mempertimbangkan pentingnya pengobatan terhadap ibu
  • Gunakan selama sekurang-kurangnya 1 minggu sblm terapi dihentikan atau diganti. Pasien dg ggn fungsi ginjal. Dpt mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin. Hamil & laktasi

Efek Samping Simtin

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Simtin yang mungkin terjadi adalah:

Sakit kepala, mengantuk, tremor, mual, muntah, kelelahan menyeluruh, nistagmus, diplopia, ambliopia, disartria, amnesia, astenia, parestesia, artralgia, dispepsia, ggn cemas, peningkatan BB, ISK, faringitis, leukopenia, sindrom Stevens-Johnson, kebingungan mental, depresi, sikap bermusuhan, halusinasi.

Interaksi Obat Simtin

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Simtin antara lain:

  • Antasid yg mengandung Aluminium (Al) dpt menurunkan bioavailabilitas obat ini hingga 24%
  • Gabapentin tidak dimetabolisme dan tidak mempengaruhi metabolisme obat antiepilepsi yang diberikan bersamaan
  • Alumunium dan magnesium yang terdapat dalam antasid dapat menurunkan bioavailabilitas gabapentin hingga 24%. Oleh karena itu, gabapentin dianjurkan untuk digunakan setidaknya 2 jam setelah pemberian antasid
  • Makanan tidak mempengaruhi farmakokinetika gabapentin
  • Pemberian bersamaan dengan kontrasepsi oral termasuk norethisterone dan ethinyl estradiol tidak mempengaruhi profil farmakokinetika dari gabapentin
  • Ekskresi renal tidak dipengaruhi dengan adanya probenecid
  • Apabila gabapentin ditambahkan pada obat antikonvulsan lain, maka ada prosedur preparasi asam sulfosalicylic lebih spesifik yang dianjurkan untuk menentukkan protein urin. Hal ini diperlukan karena pernah dilaporkan adanya pembacaan positif yang salah dengan Ames N-Multistix SG dipstick test

Kategori Keamanan Penggunaan Simtin Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui. FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Simtin untuk digunakan oleh wanita hamil:

Kategori C: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Sekilas Tentang Obat Antikonvulsan
Antikonvulsan merupakan obat yang berfungsi mencegah, mengurangi, mengatasi serangan kejang.

Dosis dan Aturan Pakai Simtin

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Simtin:

Dws & anak >12 thn Dosis efektif: 900-1800 mg/hr. Hr ke-1: 300 mg 1 x/hr (malam). Hr ke-2: 300 mg 2 x/hr (pagi & malam). Hr ke-3: 300 mg 3 x/hr (pagi, sore, malam). Maks: 1800 mg/hr.

Pemberian Obat Simtin

Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan.

Cara Penyimpanan Simtin

Simpan pada suhu dibawah 30°c, terlindung dari cahaya.

Kemasan dan Sediaan Simtin

Dus @ 3 blister @ 10 kapsul 300 mg

Izin BPOM Simtin

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Simtin:

DKL1438207001A1

Harga Simtin

Rp 230.000/dus

Produsen Simtin

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Simtin:

Simex Pharmaceutical

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Simtin Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Simtin, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Simtin?

Jika Anda lupa menggunakan Simtin, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Simtin Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Simtin?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Simtin yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
PT Simex Pharmaceutical Indonesia adalah perusahaan farmasi yang didirikan oleh Bapak Suhardi pada tahun 2002. Nama Simex merupakan singkatan dari "Sukses Import Export". Perusahaan ini telah mengantongi sertifikat CPOB dari BPOM dan telah dijalankan sehingga kendali atas kualitas produk dapat terjamin. PT Simex Pharmaceutical Indonesia mulai memasarkan produknya pada 2003. Produk obat yang diproduksi terdiri dari beberapa kategori seperti analgesik, antijamur, imunomodulator, obat-obatan sistem saraf, antiansietas, sistem pernapasan, antibakteri, antigout, dan sebagainya dengan berbagai bentuk sediaan seperti tablet, kapsul, sirup, dan lain-lain. Selain obat generik, PT Simex Pharmaceutical Indonesia juga memproduksi produk OTC yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Beberapa produk yang terkenal dari perusahaan ini antara lain Goodlife dan variannya, Vipro-G, Asta Plus, Biocal-95, Pantomex, Rebamac, Simdrol, dan Simprofen.

Untuk memasarkan produknya, PT Simex Pharmaceutical Indonesia mempercayakan pada PT Kalista Prima, PT Millenium Pharmacon International, PT Penta Valent, dan perusahaan distributor lainnya sehingga saat ini produknya sudah dapat dijumpai di seluruh wilayah Indonesia. Pabrik PT Simex Pharmaceutical Indonesia berada di Sukabumi, Jawa Barat di area seluas 1,2 hektar.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2018, 8 April). Simtin. Diakses pada 13 Juli 2020, dari https://www.farmasi-id.com/simtin/


Format MLA (Modern Language Association)

"Simtin". Farmasi-id.com. 8 April 2018. 13 Juli 2020. https://www.farmasi-id.com/simtin/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Simtin", 8 April 2018, <https://www.farmasi-id.com/simtin/> [Diakses pada 13 Juli 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *