Simryl

By | Juli 17, 2021 |

SIMRYL®
Kaplet
Glimepirid

Kandungan dan Komposisi Simryl

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Simryl adalah:
SIMRYL® – 2 : Tiap kaplet mengandung glimepiride 2 mg.
SIMRYL® – 3 : Tiap kaplet mengandung glimepiride 3 mg.
FARMAKOLOGI:
Farmakodinamik
Glimepiride adalah antidiabetik oral golongan sulfonilurea yang bekerja dengan merangsang pelepasan insulin dari sel-sel beta pankreas

Farmakokinetik
Glimepiride diabsorpsi hampulir sempurna melalui saluran cerna dan kadar puncak ( C max ) dalam darah dikapsulai dalam 2 – 3 jam. Kadar glimepiride darah akan menurun bila diberikan bersama-sama dengan makanan. Volume distribusi glimepiride adalah 8.8 L, dan berikatan dengan protein plasma lebih dari 95 %. Glimepiride mengalami metabolisme oksidasi di hati terutama oleh enzim sitokrom P450 II C9. Metabolit glimepiride diekskresi melalui urin sebesar 80-90%, dan sisanya melalui feses

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Simryl

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Simryl adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:


Untuk penderita diabetes melitus yang tidak bergantung pada insulin (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus, NIDDM atau diabetes melitus tipe II) yang kadar gula darahnya tidak dapat terkontrol walaupun telah melakukan diet, olahraga, atau dengan program penurunan berat badan.

Kontraindikasi Simryl

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Simryl dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Insulin Dependent Diabetes Mellitus {IDDM, atau diabetes melitus tipe I)
  • Diabetik ketoasidosis atau riwayat diabetik ketoasidosis
  • Prekoma atau koma diabetikum
  • Hipersensitif terhadap glimepiride, sulfonilurea lain, sulfonamid, penderita yang mempunyai resiko untuk terjadi reaksi hipersensitif
  • Gangguan fungsi hati dan ginjal
  • Wanita hamil dan menyusui

 

ATURAN PAKAI
  • Dosis glimepiride harus dimulai dari dosis terendah dan harus di bawah pengawasan dokter
  • Bila terjadi kealpaan, misalnya lupa minum obat, tidak boleh dikoreksi dengan dosis yang lebih tinggi
  • Dosis awal dan dosis pemetiharaan ditetapkan berdasarkan hasil pemeriksaan kadar gula darah dan tes urin secara rutin.
    • Dosis awal dan dosis titrasi: Selalu diawali dengan dosis 1 mg glimepiride sekali sehari. Jika perlu dosis dinaikkan secara bertahap berdasarkan monitoring kadar guia darah dan tes urin, dengan interval misalnya satu sampai 2 minggu, yaitu : 1 mg – 2 mg – 3 mg – 4 mg – 6 mg, dan 8 mg pada kasus tertentu (luar biasa)
    • Rentang dosis pada penderita diabetes yang terkontrol dengan baik adalah pada dosis 1 sampai 4 mg glimepiride sehari. Hanya sebagian kecil penderita yang memerlukan dosis lebih dari 6 mg sehari untuk dapat menkapsulai kadar gula darah yang diharapkan
    • Distribusi dosis : waktu dan distribusi dosis ditetapkan oleh dokter. Tetapi biasanya dosis tunggal glimepiride sudah memadai. Glimepiride diberikan segera sebelum makan pagi atau sebelum makan makanan utama yang merupakan makanan pertama pada pagi hari tersebut. Penting diperhatikan agar jangan menggunakan glimepiride tanpa dilanjutkan dengan makan

Pertimbangan lain dalam pemberian dosis :
Bila terdapat sensitivitas berupa peningkatan insulin yang berlebihan akibat glimepiride sebaiknya pemberian glimepiride dihentikan. Untuk menghindari terjadinya hipoglikemia harus dipertimbangkan pengurangan dosis glimepiride yang diiakukan secara bertahap. Pemberian dosis sebaiknya disertai dengan perbaikan berat badan dan perbaikan pola makan.

Lama Pengobatan
Pengobatan dengan glimepiride merupakan pengobatan jangka panjang.

Peralihan dari obat antidiabetik oral lain ke glimepiride :

Tidak terdapat hubungan yang nyata antara dosis dengan obat antidiabetik oral lainnya.
Harus dipertimbangkan efek potensiasi dan pengaruh duration of action masing-masing obat berkaitan dengan resiko hipoglikemia.

Cara pemberian :

Glimepiride harus ditelan (tanpa dikunyah) dengan air secukupnya (+ 1/2 gelas).

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Simryl Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Simryl?

Jika Anda lupa menggunakan Simryl, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Simryl Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Simryl?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Simryl yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Simryl

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Simryl yang mungkin terjadi adalah:

  • Hipoglikemia dengan gejala – gejala seperti sakit kepala, takikardia, lapar, dan lain – lain
  • Mata : gangguan penglihatan yang sesaat
  • Saluran cerna : mual, muntah, perasaan penuh / tertekan pada epigastrium, nyeri abdomen, dan diare
  • Hati: gangguan fungsi hati
  • Darah : dapat terjadi gangguan pada darah walaupun relatif jarang terjadi seperti anemia hemolitik, eritrositopenia, leukopenia, granulositopenia, agranulositosis, trombositopenia, dan pansitopenia
  • Lain-lain : reaksi alergi, misalnya urtikaria atau kulit kemerahan yang dapat berianjut atau disertai gejala sesak nafas dan hipotensi sampai terjadi syok. Jika gejala urtikaria timbul, dokter harus waspada akan timbulnya gejala-gejala lanjutan tersebut

Peringatan Penggunaan Simryl


Sebelum memulai pengobatan, penderita harus diberitahu efek samping atau resiko penggunaan glimepiride dan pentingnya diet dan atau olah raga agar terkapsulai kadar gula yang diharapkan.
Pada minggu-minggu pertama pengobatan dapat terjadi resiko hipoglikemia. Faktor-faktor yang mempermudah timbulnya hipoglikemia adalah :
  • Kemalasan / ketidakpatuhan ( unwillingness ),
  • makan tidak teratur, undernutrition, sedang puasa,
  • perubahan pola diet
  • mengkonsumsi alkohol (terutama bila disertai intake makanan yang kurang)
  • kelainan fungsi ginjal,
  • kelainan fungsi hati yang parah,
  • dosis berlebihan (overdosis),
  • adanya penyakit-penyakit sistem endokrin yang mempengaruhi metabolisme karbohidrat (misalnya : tirotoksikosis),
  • menggunakan obat-obat lain (lihat “interaksi obat” )

Selama pengobatan dengan glimepiride, kadar gula harus diperiksa secara periodik, karena dapat terjadi hipoglikemia atau hiperglikemia khususnya pada awal – awal pengobatan atau bila penggunaan glimepiride yang tidak teratur, maka sebaiknya hindarilah aktivitas – aktivitas yang memerlukan perhatian khusus.
Khasiat dan keamanan penggunaan pada anak-anak belum diketahui dengan pasti.

Interaksi Obat Simryl

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Simryl antara lain:

Efek potensiasi penurunan kadar gula darah sampai hipoglikemia dapat terjadi, bila glimepiride diberikan bersama – sama dengan insulin atau obat antidiabetik oral yang lain, obat golongan ACE Inhibitor, atopurinol, steroid anabolik dan hormon 5eks, kloramfenikol, derivat kumarin, penghambat MAO, mikonazol, parasetamol, pentoksifilin ( dalam dosis tinggi secara parenteral ), fenilbutazon, azapropazon, oksifenbutazon, probenesid, kuinolon, salisilat, sulfinpirazon, sulfonamid. tetrasiklin, tritoqualine, trofosfamid.
Penurunan sedikit kadar gula darah atau bahkan dapat menimbulkan kenaikan kadar gula darah, apabila glimepiride diberikan bersama – sama dengan asetazolamid, barbiturat, kortikosteroid, diazoksid, diuretik, epinefrin ( adrenalin ), dan golongan simpatomimetik lain, glukagon, laksatif, asam nikotinat ( dalam dosis tinggi ), estrogen dan progesteron, fenotiazin, rifampisin, hormon tiroid. Antagonis reseptor H,, klonidin, dan reserpin dapat menimbulkan efek potensiasi atau bahkan melemahkan efek hipoglikemik glimepiride.
Di bawah pengaruh obat – obat simpatolitik misalnya antagonis reseptor beta, klonidin, guanetidin, dan reserpin, tanda – tanda adrenergik counter regulation karena hipoglikemia berkurang sampai hilang, sehingga bila diberikan bersama dengan glimepiride akan menutupi gejala – gejala hipoglikemia.
Efek derivat kumarin dapat melemahkan atau bahkan menimbulkan efek potensiasi dengan glimepiride. Sedangkan efek yang timbul pada penggunaan alkohol, akut maupun kronik belum dapat diprediksi.

Kemasan, Sediaan, dan Harga Simryl

SIMRYL® – 2 : Kotak, 5 [email protected] 10 kaplet , No. Reg. DKL0928204304B1
SIMRYL® – 3 : Kotak, 5 [email protected] 10 kaplet , No. Reg. DKL0928204304C1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Simpan di tempat sejuk (15 – 25°C) dan kering.

Diproduksi oleh :
PT LAPI LABORATORIES, SERANG – INDONESIA
Untuk
PT SIMEX PHARMACEUTICAL INDONESIA
Sukabumi – Indonesia

Sekilas Tentang Simex Pharmaceutical
PT Simex Pharmaceutical Indonesia adalah perusahaan farmasi yang didirikan oleh Bapak Suhardi pada tahun 2002. Nama Simex merupakan singkatan dari "Sukses Import Export". Perusahaan ini telah mengantongi sertifikat CPOB dari BPOM dan telah dijalankan sehingga kendali atas kualitas produk dapat terjamin. PT Simex Pharmaceutical Indonesia mulai memasarkan produknya pada 2003. Produk obat yang diproduksi terdiri dari beberapa kategori seperti analgesik, antijamur, imunomodulator, obat-obatan sistem saraf, antiansietas, sistem pernapasan, antibakteri, antigout, dan sebagainya dengan berbagai bentuk sediaan seperti tablet, kapsul, sirup, dan lain-lain. Selain obat generik, PT Simex Pharmaceutical Indonesia juga memproduksi produk OTC yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Beberapa produk yang terkenal dari perusahaan ini antara lain Goodlife dan variannya, Vipro-G, Asta Plus, Biocal-95, Pantomex, Rebamac, Simdrol, dan Simprofen.

Untuk memasarkan produknya, PT Simex Pharmaceutical Indonesia mempercayakan pada PT Kalista Prima, PT Millenium Pharmacon International, PT Penta Valent, dan perusahaan distributor lainnya sehingga saat ini produknya sudah dapat dijumpai di seluruh wilayah Indonesia. Pabrik PT Simex Pharmaceutical Indonesia berada di Sukabumi, Jawa Barat di area seluas 1,2 hektar.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *