Santibi Plus

Farmasi-id.com > Sistem Pernapasan > Antituberkulosis > Santibi Plus

By | 21/02/2018

Kandungan dan Komposisi

Ethambutol HCl 250 mg, INH 100 mg, Vitamin B6 6 mg.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

TB paru.

Kontra Indikasi

Ethambutol: Neuritis optik. INH: Penyakit hati yg disebabkan oleh penggunaan obat.

Perhatian 

Ethambutol: Ggn ginjal berat, gout, penurunan ketajaman penglihatan. INH: Ggn fungsi hati atau ginjal, pasien yg sdg menggunakan obat hepatotoksik lain; ggn konvulsi, DM, alkoholik kronik. Hamil & laktasi.

Efek Samping

Ethambutol: Neuritis retrobulbar dg penurunan ketajaman penglihatan, skotoma sentral & buta warna merah-hijau. Peningkatan transaminase serum, SLE, ggn GI.

Interaksi Obat

Ethambutol dpt menurunkan efikasi obat urikosurik. INH meningkatkan efek fenitoin.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori C: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Dosis dan Aturan Pakai

Terapi awal: 3 tab 1 x/hr. Terapi ulang: 4 tab 1 x/hr. Selanjutnya: 15 mg/kg BB/hr.

Kemasan dan Sediaan

Dus, tablet 10 x 10

Harga

Rp 65.000/dus

Produsen

Sanbe Farma

Sekilas Tentang Pyridoxine Hydrochloride (Vitamin B6)


  1. Menurunkan risiko terkena penyakit jantung koroner, stroke, hingga gagal jantung.

  2. Meningkatkan serta menjaga kesehatan otak dan sistem saraf.

  3. Mengurangi risiko terjadinya insomnia atau kesulitan tidur.

  4. Menghilangkan kecemasan pada kondisi pra menstruasi.

  5. Mengurangi depresi.

  6. Menurunkan risiko penyakit kanker.

  7. Mencegah gangguan pencernaan.

  8. Mengatur keseimbangan gula darah.

  9. Menjaga kepadatan dan kesehatan tulang.

  10. Melancarkan proses metabolisme dalam tubuh.


Sumber: ikan, hati sapi, kentang, daging ayam, kacang-kacangan, alpukat, pepaya, pisang.
Sekilas Tentang Sanbe Farma

Sanbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 28 Juni 1975 oleh Drs. Jahja Santoso, Apt yang merupakan seorang apoteker lulusan ITB yang berhasil lulus dengan predikat cum laude. Awalnya Sanbe Farma hanyalah sebuah industri rumahan yang memproduksi kapsul Colsancetine. Kemudian seiring dengan meningkatnya kebutuhan produksi, pada 1980 perusahaan ini memindahkan lokasinya ke tempat yang lebih luas yaitu di Cimahi dan di tempat itu perusahaan ini mendirikan fasilitas produksi berbagai jenis obat.

Selanjutnya pada 1992, Sanbe Farma mulai memproduksi obat-obatan bebas atau OTC. Pada 1996 perusahaan ini kembali memperluas area industrinya untuk memenuhi kebutuhan produksi yang semakin besar diantaranya untuk memproduksi produk betalaktam, sefalosporin, injeksi, tetes mata, sediaan steril, serbuk injeksi, dan lain-lain. Sanbe Farma telah mengantongi lebih kurang 43 sertifikat CPOB dari berbagai negara. Perusahaan ini memiliki produk yang telah dipasarkan di lebih kurang 20 negara. Berdasarkan informasi, perusahaan ini menepati urutan ke-4 sebagai perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Sanbe Farma juga memiliki beberapa anak perusahaan yang juga bergerak dibidang farmasi dan produk kesehatan seperti PT Caprifarmindo Laboratories dan PT Bina San Prima .