Santesar

Farmasi-id.com > Sistem Kardiovaskular & Hematopoietik > Antagonis Angiotensin II > Santesar

By | 01/12/2014
Produsen Sanbe
KomposisiLosartan K.
IndikasiPengobatan hipertensi.
Dosis50 mg 1 x/hari selama 3-6 minggu dapat ditingkatkan s/d 100 mg 1 x/hari. Pasien dengan deplesi vol intravaskuler & gangguan ginjal sedang hingga berat Awal 25 mg 1 x/hari.
Pemberian ObatDapat diberikan bersama atau tanpa makanan.
Kontra IndikasiHipersensitivitas.
PerhatianPasien dengan deplesi vol intravaskuler (misalnya pasien yang sedang menggunakan diuretik dosis tinggi); peningkatan kadar urea darah & kreatinin serum pada pasien dengan stenosis arteri ginjal bilateral. Anak. Hamil trimester 2 & 3. Laktasi.
Efek Samping Pusing, efek ortostatik (yg terkait dosis).
Kategori Keamanan Kehamilan C: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Pd trimester 2 & 3
D: Ada bukti positif mengenai risiko pada janin manusia, tetapi manfaat dari penggunaan obat ini pada wanita hamil dapat diterima meskipun berisiko pada janin (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

SediaanKemasan/Harga
Santesar FC tablet 50 mg
30’s
Sekilas Tentang Sanbe Farma

Sanbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 28 Juni 1975 oleh Drs. Jahja Santoso, Apt yang merupakan seorang apoteker lulusan ITB yang berhasil lulus dengan predikat cum laude. Awalnya Sanbe Farma hanyalah sebuah industri rumahan yang memproduksi kapsul Colsancetine. Kemudian seiring dengan meningkatnya kebutuhan produksi, pada 1980 perusahaan ini memindahkan lokasinya ke tempat yang lebih luas yaitu di Cimahi dan di tempat itu perusahaan ini mendirikan fasilitas produksi berbagai jenis obat.

Selanjutnya pada 1992, Sanbe Farma mulai memproduksi obat-obatan bebas atau OTC. Pada 1996 perusahaan ini kembali memperluas area industrinya untuk memenuhi kebutuhan produksi yang semakin besar diantaranya untuk memproduksi produk betalaktam, sefalosporin, injeksi, tetes mata, sediaan steril, serbuk injeksi, dan lain-lain. Sanbe Farma telah mengantongi lebih kurang 43 sertifikat CPOB dari berbagai negara. Perusahaan ini memiliki produk yang telah dipasarkan di lebih kurang 20 negara. Berdasarkan informasi, perusahaan ini menepati urutan ke-4 sebagai perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Sanbe Farma juga memiliki beberapa anak perusahaan yang juga bergerak dibidang farmasi dan produk kesehatan seperti PT Caprifarmindo Laboratories dan PT Bina San Prima .