Sanprima

By | Mei 25, 2021 |

SANPRIMA Tablet, Sirup (Trimethoprim, Sulfamethoxazole)

SANPRIMA
Tablet, Sirup
(Trimethoprim, Sulfamethoxazole)
Manfaat, Kegunaan, Penggunaan, Fungsi, Kandungan, Indikasi, Dosis, Efek Samping

Obat Generik : Trimethoprim / Trimetoprim, Sulfamethoxazole / Sulfametoksazol (Cotrimoxazole / Kotrimoksazol)

Obat Bermerek : Bactoprim Combi, Bactricid, Bactrim, Batrizol, Cotrim, Cotrimol, Dotrim / Dotrim Forte, Hexaprim / Hexaprim Forte, Ikaprim / Ikaprim Forte, Infatrim, Kaftrim, Lapikot Forte, Licoprima, Meditrim, Meprotrin / Meprotrin Forte, Nufaprim / Nufaprim Forte, Ottoprim, Primadex, Primazole, Primsulfon, Sanprima / Sanprima Forte, Septrin, Spectrem, Sulprim, Sultrimmix / Sultrimmix P / Sultrimmix DS, Trimezol, Triminex, Trimoxsul, Trixzol, Trizole, Ulfaprim, Wiatrim, Xepaprim / Xepaprim Forte, Zoltrim, Zultrop / Zultrop Forte.

KOMPOSISI / Kandungan
Sanprima Tablet
Tiap tablet Sanprima mengandung Trimethoprim 80 mg dan Sulfamethoxazole 400 mg.

class=”tr-kapsultion-container” cellspacing=”0″ cellpadding=”0″ align=”center”>

SANPRIMA Tablet, Sirup  (Trimethoprim, Sulfamethoxazole)

SANPRIMA Tablet, Sirup  (Trimethoprim, Sulfamethoxazole)

Sanprima Forte Tablet/KapletTiap tablet /kaplet forte mengandung Trimethoprim 160 mg dan Sulfamethoxazole 800 mg.

Sanprima Sirup
Tiap sirup mengandung Trimethoprim 40 mg dan Sulfamethoxazole 200 mg.

FARMAKOLOGI (CARA KERJA OBAT)
Sanprima adalah antibiotik yang mengandung Cotrimoxazole, suatu antibiotik kombinasi : Sulfamethoxazole dan Trimethoprim.

Untuk farmakologi dan cara kerja obat dapat dilihat di sini : Cotrimoxazole.

Indikasi / KEGUNAAN
Indikasi Sanprima adalah untuk pengobatan :

  • Infeksi saluran nafas,
  • Infeksi saluran pencernaan,
  • Infeksi saluran kemih,
  • Infeksi kulit, dan
  • Septikemia

KONTRAIndikasi
Sanprima tidak boleh diberikan kepada:

  • Penderita dengan gangguan fungsi hati yang parah, insufisiensi ginjal, wanita hamil, wanita menyusui, bayi prematur atau bayi berusia dibawah 2 bulan
  • Penderita anemia megaloblastik yang terjadi karena kekurangan folat
  • Penderita porfiria
  • Penderita yang hipersensitif/alergi terhadap trimetoprim dan obat-obat golongan sulfonamida

Dosis DAN ATURAN PAKAI
Tanyakan kepada dokter anda mengenai dosis dan aturan pakai Sanprima.
Dosis Sanprima yang umum diberikan adalah :

  • Dewasa dan anak diatas 12 tahun : Sanprima tablet : 2 tablet ( maksimal 3 tablet ), 2 kali sehari. Sanprima forte kaplet : 1 kaplet (maksimal 1 1/2 kaplet ), 2 kali sehari
  • Anak usia 6 – 12 tahun : Sanprima tablet , 1 tablet , 2 kali sehari. Sanprima sirup, 10 ml 2 kali sehari
  • Anak usia 6 bulan – 5 tahun : Sanprima sirup, 5 ml 2 kali sehari
  • Anak usia 6 minggu – 5 bulan : Sanprima sirup, 2,5 ml 2 kali sehari

Sanprima sebaiknya diminum bersamaan dengan makanan.

Efek Samping

  • Gangguan pencernaan misalnya mual, muntah dan diare
  • Sindroma Steven-Johnson dan Lyell,
  • Efek Samping yang jarang : hepatitis, gangguan darah, kolitis pseudomembranosa

PERINGATAN DAN Perhatian
Hati-hati pemberian Sanprima pada :

  • Penderita dengan defisiensi asam folat,
  • Penderita dengan status gizi buruk,
  • Penderita defisiensi enzim G6PD,
  • Manula, dan
  • Penderita gangguan fungsi ginjal

INTERAKSI OBAT
Efektivitas Sanprima dapat menurun bila digunakan bersamaan dengan obat PABA dan anestesi lokal prokain. Sebaliknya efektivitas Sanprima dapat meningkat bila digunakan bersamaan dengan obat yang berikatan kuat.
Sanprima dapat meningkatkan efek metotreksat, warfarin, dan sulfonamid.

Kemasan
Sanprima tablet , dus, 10 strip x 10 tablet .
Sanprima forte kaplet , dus, 10 strip x 10 kaplet .
Sanprima sirup, botol, 60 ml.

KETERANGAN
HARUS DENGAN RESEP DOKTER.
Simpan di tempat kering dan sejuk, terlindung dari cahaya. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Sanbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 28 Juni 1975 oleh Drs. Jahja Santoso, Apt yang merupakan seorang apoteker lulusan ITB yang berhasil lulus dengan predikat cum laude. Awalnya Sanbe Farma hanyalah sebuah industri rumahan yang memproduksi kapsul Colsancetine. Kemudian seiring dengan meningkatnya kebutuhan produksi, pada 1980 perusahaan ini memindahkan lokasinya ke tempat yang lebih luas yaitu di Cimahi dan di tempat itu perusahaan ini mendirikan fasilitas produksi berbagai jenis obat.

Selanjutnya pada 1992, Sanbe Farma mulai memproduksi obat-obatan bebas atau OTC. Pada 1996 perusahaan ini kembali memperluas area industrinya untuk memenuhi kebutuhan produksi yang semakin besar diantaranya untuk memproduksi produk betalaktam, sefalosporin, injeksi, tetes mata, sediaan steril, serbuk injeksi, dan lain-lain. Sanbe Farma telah mengantongi lebih kurang 43 sertifikat CPOB dari berbagai negara. Perusahaan ini memiliki produk yang telah dipasarkan di lebih kurang 20 negara. Berdasarkan informasi, perusahaan ini menepati urutan ke-4 sebagai perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Sanbe Farma juga memiliki beberapa anak perusahaan yang juga bergerak dibidang farmasi dan produk kesehatan seperti PT Caprifarmindo Laboratories dan PT Bina San Prima .

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *