Sanoskin Oxy

By | September 18, 2021 |

Produsen Sanoskin Oxy

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Sanoskin Oxy:

Interbat

Kandungan dan Komposisi Sanoskin Oxy

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Sanoskin Oxy adalah:

O2 (converted to ozone), olive oil.

Sekilas Tentang Olive Oil (Minyak Zaitun) Pada Sanoskin Oxy
Olive oil (minyak zaitun) adalah minyak yang merupakan hasil ekstraksi dari buah zaitun (olive) yang merupakan suatu buah dari tanaman Olea europaea. Tanaman zaitun banyak dijumpai di daerah mediterania dan saat ini negara produsen terbesar buah zaitun adalah Spanyol, Italia, Yunani, dan Tunisia. Tanaman ini banyak digunakan dalam berbagai bidang industri seperti kosmetik, farmasi, makanan, produk perawatan tubuh dan sebagainya.

Minyak zaitun dihasilkan melalui proses penggilingan buah zaitun kemudian mengekstraksinya menggunakan cara mekanis maupun kimia. Buah zaitun yang berwarna hijau biasanya memiliki minyak yang pahit sedangkan buah zaitun yang terlalu tua (terlalu matang) maka minyaknya akan berbau tengik. Oleh sebab itu diperlukan tingkat kematangan yang sempurna agar minyak yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Minyak zaitun yang paling baik adalah ekstra virgin olive oil, kualitas kedua adalah virgin olive oil, dan yang ketiga adalah olive oil refinasi yang dihasilkan melalui proses kimiawi menggunakan arang dan bahan kimia lainnya.

Dalam 100 g minyak zaitun, terkandung nutrisi sebagai berikut:

  • Energy 3,699 kJ (884 kcal)

  • Carbohydrates 0 g

  • Fat 100 g

  • Saturated 14 g

  • Monounsaturated 73 g

  • Polyunsaturated 11 g

  • Omega‑3 0,8 g

  • Omega‑6 9,8 g

  • Protein 0 g

  • Vitamin E 14 mg

  • Vitamin K 60 μg

  • Iron 0.56 mg

Berikut beberapa manfaat minyak zaitun bagi kesehatan:

  • Minyak zaitun kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang bermanfaat untuk mencegah kanker

  • Mengandung banyak antioksidan untuk mengurangi risiko terkena penyakit kronis dan melindungi tubuh dari oksidasi akibat radikal bebas

  • Mempunyai manfaat antiinflamasi yang berguna untuk mencegah kanker, sindrom metabolisme, diabetes tipe 2, Alzheimer, arthritis, dan obesitas

  • Membantu mencegah stroke

  • Membantu mencegah dan menurunkan risiko penyakit jantung diantaranya dengan menurunkan tekanan darah

  • Membantu melawan penyakit Alzheimer dengan menghilangkan plak beta-amiloid yang ada di dalam otak penderita Alzheimer

  • Mengurangi risiko diabetes tipe 2

  • Membantu mencegah kanker dengan mengurangi rekasi oksidatif yang ditimbulkan oleh radikal bebas;
  • Membantu penyembuhan penyakit rheumatoid arthritis

  • Memiliki aksi antibakteri seperti untuk melawan infeksi bakteri Heliobacter pylori yang ada dalam lambung yang dapat menyebabkan risiko ulkus lambung dan kanker lambung

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Sanoskin Oxy

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Sanoskin Oxy adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Gunakan pada luka superfisial & luka dalam, misalnya tukak pada tungkai & ulkus dekubitus.


Sekilas tentang kulit
Kulit merupakan organ terbesar tubuh yang memiliki luasnya sekitar 2 m2 dengan ketebalan rata-rata 1-2 mm. Kulit terdiri dari lapisan epidermis, dermis dan hipodermis atau subkutis.

Sebagai organ yang sangat penting bagi kelangsungan hidup, kulit memiliki fungsi menutupi dan melindungi organ-organ dibawahnya, mencegah infeksi, mengatur suhu tubuh, mengekskresi zat buangan, mensintesis vitamin D, dan menjadi sensor peraba.

Dosis dan Aturan Pakai Sanoskin Oxy

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Sanoskin Oxy:

Oleskan gel langsung pada luka, lalu tutup luka dengan kasa pembalut.

Bentuk Sediaan

Kemasan dan Sediaan Sanoskin Oxy

/Harga

SanoSkin OXY topical gel 30 g

30 g x 1’s (Rp200,000/tube)

Interbat adalah suatu perusahaan farmasi asal Indonesia yang didirikan pada 1948 oleh Bapak Djoko Sukamto yang awalnya sebagai distributor produk-produk obat buatan perusahaan Eropa seperti Crinos S.p.A., Zambon, Gentili S.p.A., dan Cipan Pharmaceutical. Pada tahun 1959 perusahaan ini mendapatkan ijin untuk untuk memproduksi obat sendiri dan pada 1971 perusahaan ini mendapatkan sertifikat GMP (Good Manufacture Practises) atau CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) untuk fasilitas produksinya sehingga sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan pada waktu itu.

Pada tahun 1977, Interbat memindahkan semua kegiatan produksinya ke lokasi di Sidoarjo seluas dua hektar dimana di sana berdiri pabrik baru mereka. Kemudian setelah itu Interbat kembali melakukan ekspansi pabriknya hingga mencapai empat hektar untuk berbagai macam unit produksi seperti fasilitas produksi, peralatan, laboratorium mutu, dan fasilitas lainnya sehingga sesuai dengan standar WHO. Hingga saat ini Interbat telah menerima setidaknya 31 sertifikat GMP/CPOB.

Saat ini Interbat memiliki sekira 270 produk obat yang terdiri dari berbagai macam kategori mulai dari produk obat hingga suplemen. Produknya pun telah diekspor ke berbagai negara.
Banyak Dibaca Hari Ini
Banyak Dibaca Minggu Ini
Komentar

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *