Salbulin

Farmasi-id.com > Sistem Pernapasan > Preparat Antiasma & PPOK > Salbulin

By | 04/01/2018

Kandungan dan Komposisi

Salbutamol sulfate

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Pengobatan simtomatik serangan asma akut. Pencegahan bronkospasme akibat olahraga. Pengobatan simtomatik untuk asma bronkial & kondisi lain, terkait dengan obstruksi saluran napas reversibel.

Perhatian Khusus

Hipokalemia yang berpotensi serius dapat dihasilkan dari terapi β2-agonis. Diabetes, tirotoksikosis.

Efek Samping

Sedikit tremor otot rangka, jantung berdebar. Mual sementara, sakit kepala, gelisah & pusing.

Interaksi Obat

  • Antagonisme dengan penghambat β.
  • Hati-hati penggunaan bersama obat adrenergik tambahan, inhibitor MAOI, atau antidepresan trisiklik.

Kategori Keamanan Penggunaan pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori C: Studi terhadap binatang percobaan, memperlihatkan adanya efek-efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Dosis dan Aturan Pakai

Dewasa:

Menghilangkan asma akut atau sebelum berolahraga 100-400 mcg. Perawatan atau profilaksis 100-400 mcg bd-qds. Maks: 2,4 mg / hari.

Anak:

Pengobatan asma episodik atau sebelum berolahraga 100-200 mcg. Perawatan atau profilaksis 100-200 mcg bd-qds. Maks: 1,2 mg / hari.

Kemasan dan Sediaan

Dus, 1 canister @ 200 dosis, aerosol 100 mcg/dosis

Izin BPOM

DKI1745700139A1

Produsen

Imedco Farma

Sekilas Tentang Salbutamol
Salbutamol atau yang dikenal juga dengan nama albuterol adalah suatu zat atau obat yang digunakan untuk memperlebar jalan udara di paru-paru atau biasa disebut sebagai obat bronkodilator. Obat ini digunakan untuk perawatan dan pengobatan asma, serangan asma, dan COPD (chronic obstructive pulmonary disease). Selain itu salbutamol juga digunakan untuk mengatasi tingginya kadar potasium dalam darah atau hiperkalemia. Sebagai reseptor beta2 antagonis, salbutamol juga digunakan sebagai tokolitik untuk melemaskan otot polos uterus untuk menunda kelahiran prematur.

Salbutamol pertama kali ditemukan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh David Jack, seorang ahli farmakologi dan kimia di Allen and Hanburys laboratory di Inggris. Obat ini mulai dipatenkan pada 1966 di Inggris dan dijual secara komersial dengan nama Ventolin pada 1969. Di Amerika Serikat, obat ini mulai digunakan oleh dunia medis pada 1982. Selain dalam bentuk inhaler atau nebulizer, salbutamol juga tersedia dalam sediaan pil, liquid, dan cairan intravena.

Salbutamol bekerja dengan cara mengaktifkan reseptor beta2 yang menyebabkan adenylyl cyclase merubah ATP menjadi cAMP (cyclic-3′,5′-adenosine monophosphate) dimulai dengan menghambat fosforisasi miosin dan menurunkan konsentrasi ion kalsium intraseluler yang sebelumnya diperlukan oleh otot untuk berkontraksi. Peningkatan cAMP juga menghambat inflamasi sel di jalan nafas sepersi basofil, eosinofil, dan sel mast untuk melepaskan mediator inflamasi and sitokin. Salbutamol dan reseptor β2 agonis lainnya meningkatkan konduktansi saluran yang sensitif terhadap ion kalsium dan kalium sehingga dapat merelaksasi dan menghiperpolarisasi otot polos pada bronkus. Salbutamol dapat mengatasi hiperkalemia dengan menstimulasi potasium masuk ke dalam sel sehingga menurunkan kadar potasium dalam darah. Salbutamol akan disaring di dalam ginjal kemudian dimetabolisme menjadi 4'-O-sulfate dan diekresikan di dalam urin.

Pada pemberian melalui inhalasi, efek pada jalan nafas biasanya mulai teramati pada 5 hingga 15 menit setelah pemberian. Peningkatan fungsi paru secara maksimum biasanya akan terjadi dalam 60 hingga 90 menit setelah pemberian. Aktivitas bronkodilator salbutamol yang signifikan dapat bertahan antara 3 hingga 6 jam.

Efek samping yang umum terjadi setelah penggunaan salbutamol adalah sakit kepala, denyut jantung cepat, pusing, ansietas, ketidakseimbangan tubuh. Efek yang lebih serius seperti denyut jantung tidak teratur, kadar potasium dalam darah terlalu rendah (hipokalemia), dan bronkospasme yang memburuk.

Oleh FDA, keamanan penggunaan salbutamol pada wanita hamil dimasukkan dalam kategori C.