Rovastar

By | Mei 13, 2020 | Farmasi-id.com > Sistem Kardiovaskular & Hematopoietik > Obat Dislipidemia > Rovastar

Kandungan dan Komposisi Rovastar

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Berikut adalah kandungan dan komposisi dari Rovastar:

Rosuvastatin calcium

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Rovastar

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Rovastar:

Hiperkolesterolemia primer (tipe IIa termasuk heterozygous familial hypercholesterolaemia) atau kombinasi dislipidemia (tipe IIb) sebagai tambahan untuk diet & olahraga. Mengurangi peningkatan kolesterol LDL (kolesterol buruk), kolesterol total, trigliserida & apolipoprotein B dan meningkatkan kolesterol HDL (kolesterol baik). Homozygous familial hypercholesterolaemia sebagai tambahan untuk diet & terapi penurunan lipid lainnya (misalnya, aphaeresis LDL).

Efek Samping Rovastar

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Rovastar:

Diabetes melitus, sakit kepala, pusing, konstipasi, nausea, nyeri abdominal, mialgia, astenia

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Rovastar

  • Pertimbangkan penilaian fungsi ginjal secara rutin pada pasien yang diobati dengan dosis 40 mg
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan dan atau memiliki riwayat penyakit hati; dengan hiperkolesterolemia sekunder yang disebabkan oleh hipotiroidisme atau sindrom nefrotik
  • Lakukan tes fungsi hati sebelum memulai terapi & 3 bulan kemudian
  • Laporkan segera nyeri otot, kelemahan atau kram yang tidak dapat dijelaskan, terutama jika disertai malaise atau demam
  • Hentikan terapi pada peningkatan nyata kreatinin kinase atau jika gejala otot parah & menyebabkan ketidaknyamanan setiap hari
  • Pasien dg faktor predisposisi untuk miopati / rhabdomiolisis
  • Gangguan ginjal, hipotiroidisme, riwayat keluarga atau keluarga dari gangguan otot herediter, riwayat toksisitas otot sebelumnya dengan inhibitor atau fibrate reduktase HMG-CoA lain, penyalahgunaan alkohol, situasi di mana peningkatan kadar plasma dapat terjadi, penggunaan serat secara bersamaan
  • Tes neuromuskuler & serologis tambahan mungkin diperlukan
  • Peningkatan kadar HbA1c & glukosa serum
  • Pasien berisiko tinggi terkena diabetes; Pasien asia
  • Pemberian bersama dg produk yg berinteraksi dg pengangkut protein (mis., OATP1B1 & BCRP)
  • Pasien diketahui memiliki genotipe c.521CC atau c.421AA
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau mengoperasikan mesin
  • Anak Lansia> 70 thn

Kontraindikasi Rovastar

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Rovastar dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Hipersensitivitas
  • Pasien yang menderita penyakit liver aktif
  • Elevasi persisten serum transaminase dan serum transaminase lainnya > 3 x ULN, miopati, sedang menjalani terapi siklosporin
  • Pasien yang menggunakan fibrat dengan dosis 40 mg
  • Wanita hamil, menjelang melahirkan, dan menyusui

Interaksi Obat Rovastar

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Rovastar antara lain:

  • Peningkatan konsentrasi plasma & peningkatan risiko miopati dg inhibitor transporter OATP1B1 & BCRP
  • Peningkatan AUC dengan PI (misalnya, atazanavir, ritonavir)
  • Peningkatan Cmax & AUC dg gemfibrozil
  • Peningkatan risiko miopati dg gemfibrozil, fenofibrate, fibrat lain & niasin
  • Peningkatan AUC dg ezetimibe pada subjek hiperkolesterolemia
  • Konsentrasi plasma menurun dengan suspek antasid yang mengandung Al & Mg hidroksida
  • Penurunan Cmax & AUC dg eritromisin
  • Peningkatan AUC dg simeprevir, clopidogrel, lopinavir, eltrombopag, darunavir, tipranavir, dronedarone, itraconazole. Mengurangi AUC dg baicalin
  • Dapat meningkatkan atau menurunkan INR pada pasien yang memakai antagonis Vitamin K (mis. Warfarin)
  • Peningkatan AUC etinil estradiol & norgestrel. Peningkatan paparan pada pasien yang diketahui memiliki genotipe c.521CC atau c.421AA

Kategori Keamanan Penggunaan Rovastar Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui. FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Rovastar untuk digunakan oleh wanita hamil:

Kategori X: Studi terhadap binatang percobaan atau manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas terhadap janin atau adanya risiko terhadap janin berdasarkan pengalaman pada manusia ataupun manusia dan binatang percobaan, dan risiko penggunaan obat pada wanita hamil jelas-jelas melebihi manfaat yang mungkin diperoleh. Obat dalam kategori ini dikontraindikasikan pada wanita yang sedang atau memiliki kemungkinan untuk hamil.

Dosis dan Aturan Pakai Rovastar

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Rovastar:

20 mg sekali sehari. Bila diperlukan, maksimal: 40 mg.

Izin BPOM, Kemasan, dan Sediaan Rovastar

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Rovastar:

DKL1917627917A1, dus @ 3 blister @ 10 tablet salut selaput 21,4 mg

Produsen Rovastar

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Rovastar:

Interbat

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Rovastar Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Rovastar, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Rovastar?

Jika Anda lupa menggunakan Rovastar, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Rovastar Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Rovastar?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Rovastar yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Interbat adalah suatu perusahaan farmasi asal Indonesia yang didirikan pada 1948 oleh Bapak Djoko Sukamto yang awalnya sebagai distributor produk-produk obat buatan perusahaan Eropa seperti Crinos S.p.A., Zambon, Gentili S.p.A., dan Cipan Pharmaceutical. Pada tahun 1959 perusahaan ini mendapatkan ijin untuk untuk memproduksi obat sendiri dan pada 1971 perusahaan ini mendapatkan sertifikat GMP (Good Manufacture Practises) atau CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) untuk fasilitas produksinya sehingga sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan pada waktu itu.

Pada tahun 1977, Interbat memindahkan semua kegiatan produksinya ke lokasi di Sidoarjo seluas dua hektar dimana di sana berdiri pabrik baru mereka. Kemudian setelah itu Interbat kembali melakukan ekspansi pabriknya hingga mencapai empat hektar untuk berbagai macam unit produksi seperti fasilitas produksi, peralatan, laboratorium mutu, dan fasilitas lainnya sehingga sesuai dengan standar WHO. Hingga saat ini Interbat telah menerima setidaknya 31 sertifikat GMP/CPOB.

Saat ini Interbat memiliki sekira 270 produk obat yang terdiri dari berbagai macam kategori mulai dari produk obat hingga suplemen. Produknya pun telah diekspor ke berbagai negara.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 15 Januari). Rovastar. Diakses pada 28 Mei 2020, dari https://www.farmasi-id.com/rovastar/


Format MLA (Modern Language Association)

"Rovastar". Farmasi-id.com. 15 Januari 2020. 28 Mei 2020. https://www.farmasi-id.com/rovastar/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Rovastar", 15 Januari 2020, <https://www.farmasi-id.com/rovastar/> [Diakses pada 28 Mei 2020]


Bagikan ke Rekan Anda