Rosufer

By | September 2, 2021 |

Kandungan dan Komposisi Rosufer

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Rosufer adalah:

Rosuvastatin.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Rosufer

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Rosufer adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Sebagai tambahan terhadap diet jika respon terhadap diet & olahraga tidak adekuat pada pasien dengan hiperkolesterolemia primer atau dislipidemia campuran (tipe IIb). Menurunkan kadar kolesterol LDL kolesterol total, trigliserida & apoB yang meningkat, serta meningkatkan kadar kolesterol HDL.


Dosis dan Aturan Pakai Rosufer

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Rosufer:

Awal 5 atau 10 mg 1 x/hari, baik untuk pasien yang belum pernah mendapat terapi statin atau pasien yang beralih terapi dari obat golongan penghambat HMG-CoA reduktase lainnya, bila perlu, dosis dapat ditingkatkan hingga ke tingkat berikutnya sesudah 4 minggu. Pasien dengan gangguan ginjal berat (bersihan kreatinin <30 mL/mnt/1.73 m2) yang tidak mendapat hemodialisis Awal 5 mg 1 x/hari. Maks: 10 mg 1 x/hari.

Pemberian Obat Rosufer

Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan.
Kontra Indikasi Hipersensitivitas. Penyakit hati aktif termasuk peningkatan kadar transaminase serum yang persisten & tidak dapat dijelaskan (tdk diketahui penyebabnya) & peningkatan kadar transaminase serum melebihi 3 x batas atas nilai normal; miopati; penggunaan bersama dengan siklosporin. Hamil & laktasi. Anak.

Perhatian

Pasien yang mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan &/atau punya riwayat penyakit hati. Lakukan tes fungsi hati sblm mulai terapi & 3 bulan ssdhnya. Pantau kadar kreatinin kinase & INR (International normalized ratio). Laporkan segera adanya nyeri atau kelemahan otot yang tidak diketahui penyebabnya, terutama jika disertai dengan tidak enak badan & demam. Pasien dengan faktor predisposisi mengalami miopati/rabdomiolisis. Hindari penggunaan bersama dengan gemfibrozil. Dpt mengganggu kemampuan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin. Lanjut usia.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Rosufer Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Rosufer?

Jika Anda lupa menggunakan Rosufer, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Rosufer Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Rosufer?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Rosufer yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Rosufer

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Rosufer yang mungkin terjadi adalah:

Sakit kepala, pusing, polineuropati; konstipasi, mual, nyeri perut; mialgia, artralgia; astenia.

Interaksi Obat Rosufer

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Rosufer antara lain:

Dpt mengakibatkan peningkatan INR jika diberikan bersam a dengan antagonis Vitamin K misalnya warfarin. Penggunaan dengan gemfibrozil dapat meningkatkan Cmax & AUC. Dg antasida dapat menurunkan kadar obat ini dalam plasma. Pemberian bersama dengan eritromisin dapat menurunkan Cmax & AUC. Kontrasepsi oral dapat meningkatkan kadar obat ini dalam plasma.

Kategori Keamanan Penggunaan Rosufer Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui.

FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Rosufer untuk digunakan oleh wanita hamil:

X: Studi pada binatang percobaan atau manusia telah memperlihatkan adanya kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman pada manusia ataupun keduanya, dan risiko penggunaan obat pada wanita hamil jelas-jelas melebihi manfaat yang mungkin diperoleh. Obat dikontraindikasikan bagi wanita yang sedang atau memiliki kemungkinan untuk hamil.

Bentuk Sediaan Kemasan, Izin BPOM

  • Rosufer FC tablet 10 mg, 3 × 10’s, DKI1442200117A1
  • Rosufer FC tablet 20 mg, 3 × 10’s, DKI1442200117B1

Produsen Rosufer

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Rosufer:

Ferron

Banyak Dibaca Hari Ini
Banyak Dibaca Minggu Ini
Komentar

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *