Rimax


Apa Kandungan dan Komposisi Rimax?

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Rimax adalah:

Cefepime HCL 1000 mg

Sekilas Tentang Cefepime Pada Rimax
Cefepime adalah antibiotik sefalosporin generasi keempat yang dikembangkan pada tahun 1994. Cefepime memiliki spektrum aktivitas yang luas terhadap bakteri Gram-positif dan Gram-negatif, dengan aktivitas yang lebih besar terhadap kedua Gram-negatif. dan organisme Gram-positif daripada agen generasi ketiga. Cefepime hidroklorida pertama kali dipasarkan pada tahun 1994 dan saat ini dipasarkan dengan berbagai nama dagang termasuk Maxipime (Elan Pharma), Maxcef, Cepimax, Cepimex, dan Axepim. Komunikasi awal FDA MedWatch melaporkan peningkatan risiko kematian per artikel di The Lancet Infectious Diseases edisi Mei 2007 (Kemanjuran dan keamanan cefepime: tinjauan sistematis dan meta-analisis).

Penggunaan klinis

Cefepime biasanya dicadangkan untuk mengobati pneumonia nosokomial berat, infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme multi-resisten (misalnya Pseudomonas aeruginosa) dan pengobatan empiris neutropenia demam. Penggunaan cefepime mungkin menjadi kurang umum, karena telah dikaitkan dengan peningkatan kematian bila digunakan untuk berbagai jenis infeksi.

Cefepime memiliki aktivitas yang baik terhadap patogen penting termasuk Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, dan beberapa Streptococcus pneumoniae yang resistan terhadap obat. Kekuatan khusus adalah aktivitasnya melawan Enterobacteriaceae. Sedangkan sefalosporin lain didegradasi oleh banyak plasmid dan beta-laktamase yang dimediasi kromosom, sefepim stabil dan merupakan agen lini depan ketika infeksi Enterobacteriaceae diketahui atau dicurigai.

Kimia

Kombinasi sinkonfigurasi dari bagian methoxyimino dan bagian aminothiazolyl memberikan stabilitas ekstra pada enzim -laktamase yang diproduksi oleh banyak bakteri. Bagian N-methylpyrrolidine meningkatkan penetrasi ke dalam bakteri Gram-negatif. Faktor-faktor ini meningkatkan aktivitas cefepime terhadap organisme yang resisten termasuk Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus.

Rimax Obat Apa?


Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Rimax?

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Rimax adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

  • Antibiotik Rimax (Cefepime) diindikasikan untuk pengobatan pneumonia (sedang sampai berat) yang disebabkan oleh strain yang rentan dari bakteri Streptococcus pneumoniae, termasuk kasus-kasus yang berhubungan dengan bakteremia, Pseudomonas aeruginosa, Klebsiella pneumoniae, atau spesies Enterobacter
  • Rimax (Cefepime) sebagai monoterapi diindikasikan untuk pengobatan empiris pada penderita demam neutropenia
  • Rimax (Cefepime) digunakan juga untuk mengobati infeksi saluran kemih dengan atau tanpa komplikasi (termasuk pielonefritis) yang disebabkan oleh Escherichia coli atau Klebsiella pneumoniae
  • Untuk pengobatan infeksi kulit dan struktur kulit tanpa komplikasi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes.
    Untuk mengobati infeksi intra-abdomen dengan komplikasi pada orang dewasa disebabkan oleh Escherichia coli, Streptokokus, Pseudomonas aeruginosa, Klebsiella pneumoniae, spesies Enterobacter, atau Bacteroides fragilis. Biasanya dikombinasikan dengan metronidazole

Sekilas Tentang Infeksi
Infeksi atau jangkitan adalah kolonalisasi (mengacu pada mikroorganisme yang tidak bereplikasi pada jaringan yang ditempatinya. Sedangkan "infeksi" mengacu pada keadaan di mana mikroorganisme bereplikasi dan jaringan menjadi terganggu) yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat paling membahayakan inang.

Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik, gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.

Simbiosis antara parasit dan inang, di mana satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme. Cabang kedokteran yang menitikberatkan infeksi dan patogen adalah cabang penyakit infeksi.

Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Rimax?

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Rimax:

Infeksi abdominal, infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit dan struktur kulit, infeksi saluran kemih

Dewasa :

infeksi ringan sampai sedang: 1-2 g/hari dalam 2 dosis terbagi. Infeksi berat : Hingga 4 g sehari dalam 2 dosis terbagi. Obat diberikan secara injeksi IM dalam atau infus IV selama setidaknya 30 menit.

Anak :

Neonatus : 30 mg / kg setiap 12 jam. Bisa ditingkatkan sampai 50 mg / kg untuk infeksi Pseudomonas; Infeksi ringan sampai sedang > 30 hari : 100 mg / kg /hari dalam 2 dosis terbagi. Infeksi berat : Hingga 150 mg / kg /hari dalam 2 atau 3 dosis terbagi. Dosis total tidak boleh melebihi dosis dewasa yang direkomendasikan.

Terapi empirik untuk pasien demam neutropenia

Dewasa : Hingga 6 g sehari dalam 3 dosis terbagi. Obat diberikan secara injeksi IM dalam atau infus IV selama setidaknya 30 menit.

Note :

  • Pasien sakit kritis yang menjalani terapi pengganti ginjal berkelanjutan : loading dosis : 2 g. Dosis pemeliharaan : Continuous venovenous haemofiltration (CVVH) : 1-2 g setiap 12 jam. . Continuous venovenous haemodialysis (CVVHD) and haemodiafiltration (CVVHDF) : 1 g setiap 8 jam atau 2 g setiap 12 jam
  • Infeksi abdominal, infeksi saluran kemih, infeksi saluran pernapasan, kulit dan struktur kulit infeksi : Hemodialisis : 1 g pada hari 1 pengobatan, selanjutnya 0,5 g/hari. Obat diberikan setelah hemodialisis. CAPD : dosis dewasa diberikan setiap 48 jam.
    • CrCl ≤10, dosis 0.25-0.5 g tiap 24 jam
    • CrCl 11-29, dosis 0.25-0.5 g tiap 24 jam
    • CrCl 30-60, dosis 0.25-0.5 g tiap 24 jam
  • Terapi empirik untuk pasien demam neutropenia : pasien Hemodialisis: 1 g sehari. CAPD: 2 g tiap 48 jam.
    • CrCl ≤10, dosis 0.25-0.5 g tiap 24 jam
    • CrCl 11-29, dosis 0.25-0.5 g tiap 24 jam
    • CrCl 30-60, dosis 0.25-0.5 g tiap 24 jam

Apa Saja Kontraindikasi Rimax?

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Rimax dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Antibiotik ini merupakan kontraindikasi untuk pasien yang memiliki riwayat reaksi hipersensitivitas pada Cefepime atau antibiotik golongan cephalosporin, penicillin atau antibiotik beta-laktam lainnya.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Rimax Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Rimax, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Rimax?

Jika Anda lupa menggunakan Rimax, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Rimax Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Rimax?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Rimax yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Apa Efek Samping Rimax?

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Rimax yang mungkin terjadi adalah:

  • Efek samping Rimax (Cefepime) yang umum misalnya gangguan pada saluran pencernaan termasuk mual, muntah, dan diare
  • Efek samping Rimax (Cefepime) pada tempat injeksi misalnya phlebitis, rasa sakit dan / atau peradangan
  • Pseudomembranous colitis dan diare terkait Clostridium difficile juga telah dilaporkan pada penggunaan antibiotik ini
  • Antibiotik cephalosporin bisa juga menyebabkan anemia aplastik dan anemia hemolitik pada bebearapa kasus
  • Kebanyakan obat antibiotik dapat menyebabkan diare, yang bisa saja merupakan tanda dari infeksi baru. Jika diare terjadi sangat berat misalnya berair atau memiliki darah di dalamnya, segera hubungi dokter Anda. Jangan menggunakan obat untuk menghentikan diare kecuali atas petunjuk dokter.
    Efek samping yang berpotensi fatal misalnya neurotoksisitas (misalnya ensefalopati, mioklonus, status epileptikus dengan kejang atau non kejang), diare yang terkait Clostridium difficile, dan shock anafilaksis

Apa saja Peringatan dan Perhatian Penggunaan Rimax?

  • Sebelum menggunakan antibiotik Rimax (Cefepime), harus dipastikan bahwa pasien tidak memiliki reaksi hipersensitivitas terhadap Cefepime, cephalosporin, penicillin atau antibiotik beta-laktam lainnya. Jika reaksi alergi terhadap Rimax (Cefepime) terjadi, hentikan obat dan lakukan langkah penanganan yang tepat
  • Efek samping serius telah dilaporkan termasuk kejadian yang mengancam jiwa atau fatal seperti : encephalopathy (gangguan kesadaran termasuk kebingungan, halusinasi, pingsan, dan koma), aphasia, mioklonus, status epileptikus convulsive atau nonconvulsive. Sebagian besar kasus terjadi pada pasien dengan gangguan ginjal yang tidak dilakukan penyesuaian dosis yang tepat. Jika neurotoksisitas terjadi, hentikan penggunaan Rimax (Cefepime) dan dan penanganan yang tepat harus dilakukan
  • Diare terkait Clostridium difficile (CDAD) telah dilaporkan akibat penggunaan hampir semua obat antibiotik, termasuk Rimax (Cefepime). Diare dapat terjadi dari mulai ringan sampai fatal. Jika CDAD dicurigai atau dikonfirmasi, penggunaan antibiotik ini mungkin perlu dihentikan. Berikan pasien cairan elektrolit yang tepat, suplemen protein, pengobatan antibiotik untuk C. difficile
  • Untuk mengurangi kejadian resistan bakteri terhadap obat dan mempertahankan efektivitas Rimax (Cefepime) dan obat antibakteri lain, antibiotik ini harus digunakan hanya untuk mengobati infeksi yang terbukti atau diduga kuat disebabkan oleh bakteri yang rentan
  • Seperti dengan antimikroba lain, penggunaan jangka panjang Rimax (Cefepime) dapat mengakibatkan pertumbuhan berlebih dari mikroorganisme lain yang tidak peka. Evaluasi ulang terhadap kondisi pasien sangat penting. Jika superinfeksi terjadi selama terapi, langkah yang tepat harus diambil
  • Cefepime diekskresikan dalam air susu ibu meski dalam jumlah kecil. Hati-hati menggunakan antibiotik ini untuk ibu menyusui
  • Lakukan pengamatan tanda-tanda atau gejala shock anafilaksis terutama pada dosis pertama
  • Hati-hati memberikan Rimax (Cefepime) pada penderita dengan fungsi ginjal yang rusak terutama pada pemakaian obat dalam jangka waktu panjang. Lakukan pengamatan fungsi ginjal
  • Rimax (Cefepime) menyebabkan pusing, jangan menggemudikan kendaraan atau menyalakan mesin selama menggunakan obat ini

Bagaimana Kategori Keamanan Penggunaan Rimax Pada Wanita Hamil?

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui.

FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Rimax untuk digunakan oleh wanita hamil:

Kategori: B, Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin pada trimester berapapun.

Apa Saja Interaksi Obat Rimax?

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Rimax antara lain:

  • Penggunaan Rimax (Cefepime) dapat mengakibatkan reaksi positif palsu pada tes glukosa dalam urin dengan metode-metode tertentu. Disarankan bahwa tes glukosa dilakukan berdasarkan reaksi enzymatic glucose oxidase
  • Penggunaan bersamaan dengan obat golongan aminoglikosida meningkatkan potensi nefrotoksisitas dan ototoksisitas obat antibakteri aminoglikosida. Lakukan pemeriksaan ginjal
  • Nefrotoksisitas telah dilaporkan setelah pemberian bersamaan cephalosporin dengan diuretik kuat seperti furosemide bisa meningkatkan nefrotoksisitas. Lakukan pemeriksaan ginjal jika hal ini dilakukan

Apa Nama Perusahaan Produsen Rimax?

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Rimax:

Yarindo Farmatama

Nama Generik

Cefepime

Nama Brand Rimax?

  • Actacef
  • Caprifim injection
  • Cefemet injection
  • Cefepime
  • Cefinov
  • Ceforim
  • Daryacef
  • Exepime
  • Falocef
  • Fourcef
  • Futapim
  • Interpim
  • Macef
  • Maxicef
  • Maxilan
  • Maximer 1
  • Procepim
  • Rapime
  • Rimax
  • Sandocef
  • Sopime
  • Vipime
Sekilas Tentang Yarindo Farmatama
PT. Yarindo Farmatama adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang merupakan anak perusahaan PT. Fahrenheit (PT. Pratapa Nirmala). Perusahaan ini berfokus pada produksi obat-obatan generik. Pabrik PT. Yarindo Farmatama ada di Serang, Banten.