Rifastar Indofarma

By | Juni 10, 2021 |

Kandungan dan Komposisi Rifastar Indofarma

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Rifastar Indofarma adalah:
Setiap kaplet salut selaput memiliki komposisi :
Rifampulicin 150 mg,
Isoniazid 75 mg
Pyrazinamide 400 mg
Ethambuthol 275 mg

Farmakologi :

Rifampulicin merupakan antibiotik

Isoniazid, Pyrazinamide dan Ethambuthol merupakan agen khusus tuberkulosis
Rifampulicin dan Isoniazid memiliki efek bakterisidal,Ethambuthol berefek bakteriostatik terhadap Mycobacterium tuberculosis sedangkan Pyrazinamide sampai saat ini belum diketahui dengan pasti mekanisme kerjanya.

Cara Kerja

Rifampulicin bekerja dengan menghambat DNA bakteri tanpa mempengaruhi enzim-enzim lain dalam tubuh (sebagai antibiotika)

Isoniazid dan Pyrazinamide merupakan agen khusus tuberkulose

Isoniazid memilki kemampuan kuat dalam menghambat pertumbuhan populasi Mycobacterium tuberculosis dengan cara menghambat pembentukan asam mycolic dimana asam mycolic adalah komponen pembentuk dinding sel bakteri

Rifampulicin dan Isoniazid memiliki efek bakterisidal

Pyrazinamide sampai saat ini belum diketahui dengan pasti mekanisme kerjanya.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Rifastar Indofarma

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Rifastar Indofarma adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Anti TB

Infeksi yang disebabkan oleh mikobakterial

Sekilas Tentang Obat Antibiotik
Antibiotika adalah segolongan molekul, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi, meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. Antibiotika bekerja seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah bakteri molekul. Antibiotika berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Desinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.

Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat virus, jamur, atau nonbakteri lainnya, dan setiap antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri. Ada antibiotika yang membidik bakteri gram negatif atau gram positif, ada pula yang spektrumnya lebih luas. Keefektifannya juga bergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.

Antibiotika oral (diberikan lewat mulut) mudah digunakan dan antibiotika intravena (melalui infus) digunakan untuk kasus yang lebih serius. Antibiotika kadang kala dapat digunakan setempat, seperti tetes mata dan salep.

Dosis dan Aturan Pakai Rifastar Indofarma

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Rifastar Indofarma:

Dosis tetap menggunakan saran dari dokter

Total dosis yang dianjurkan :

Rifampulicin : 5 (4-6) mg/kg BB/hari

Pyrazinamide : 25 (20-30) mg/kg BB/hari

Ethambutol : 15 (10-20) mg/kg BB/hari

Setiap Rifastar® telah mengandung komponen tersebut diatas, maka dianjurkan dosis pemberiannya adalah 1 tablet /15 kg BB

Untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal/ hati :

Rifampulicin terkonsentrasi di plasma hampulir sama dengan pasien dengan usia muda

Untuk pasien dengan fungsi hati normal tidak boleh kurang dari < 600mg per hari.

Pasien dengan gangguan fungsi hati dosis dapat disesuaikan sesuai petunjukk dokter

Rifampulicin tidak perlu penyesuaian dosis pada saat dialisis

Isoniazid : untuk pasien geriatri, ganguan fungsi hati atau ginjal perlu dilakukan penyesuaian dosis untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan

Pyrazinamide : tidak diperlukan penyesuaian dosis

Etahmbuthol : pasien geriatri tidak perlu penyesuaian dosis, namun bila ada ganguan ginjal maka dosis harus disesuaikan tergantung tingkat keparahan ginjalnya

Administrasi

Single dose. Di minum 30 menit sebelum makan pagi

Rifastar® direkomendasikan sebagai initial phase pada penanganan TB, diberikan minimal selama 2 bulan

Overdosis :

Rifampulicin : Mual, muntah, nyeri rongga perut, pembesaran hati, jaundice,peningkatan SGOT/SGPT, possible acute pulmonary oedema, lethargy, pusing, perubahan warna pada kulit, urine, air liur, air mata dan faeces

Isoniazid : (selama 3menit s/d 3 hari) : Mual, muntah, dizziness, pandangan kabur.

Pyrazinamide : Abnormal fungsi hati namun bila pemakian dihentikan akan segera kembali normal

Ethambuthol HCL : Disturbance in sense organs and special senses, especialy visual disturbances

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Rifastar Indofarma Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Rifastar Indofarma?

Jika Anda lupa menggunakan Rifastar Indofarma, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Rifastar Indofarma Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Rifastar Indofarma?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Rifastar Indofarma yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Rifastar Indofarma

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Rifastar Indofarma yang mungkin terjadi adalah:

:

Rifampulicin : cairan tubuh menjadi kemerah-merahan, asimtimatik meningkat pada enzim hati, hematuria, hemolisa, peningkatan nitrogen urea darah (BUN) dan asam urat, nefritis intestinal, insufisiensi ginjal, rasa tidak nyaman pada lambung-usus, efek pada susunann saraf, perubahan hematologikal, ruam kulit, efek endokrin

Isonizid (INH) : Gangguan fungsi hati, hepatitis, gannguan fungsi lambung-usus,neuropati periferal, pusing, sakit kepala bila terkena cahaya, reaksi alergi, perubahan hematologikal

Pirzinamide : peningkatan sementara transaminase serum, hepatotoksisitas, hepatomegali, sakit kuning, hiperurisemia, nefritis intestinal, disuria, gannguan lambung-usus, perubahan hematologikal, reaksi alergi

Ethambutol : Kacau/bingung, disorientasi, sakit kepala, gangguan penglihatan, sakit kuning, disfungsi hati sementara, gannguan lambung-usus, perubahan hematologikal, efek alergi, gout akut (jarang)

Interaksi Obat :

Hindari pemakaian bersama oral kontrasepsi atau terapi pengganti hormon, antikoagulan, antasid dan simetidine, analgetik opioid, Morphin, Kodein, Disulfiram, antidepresan, obat gout, kortikosteroid, obat yang mengandung sulfinpyrazone, alopurinol, colchicine dan probenecid, Kloramfenikol, Ketokonazol, Dapsone, Methadone, Teofilin, siklosporin A , Azatioprin, Diuretika dan obat neurotoksis

Peringatan :

Selama pengobatan dengan Rifastar®pasien tidak mengkonsumsi alkohol

Rifastar® menyebabkan perubahan warna lensa kontak, dianjurkan tidak memakainya selama pengobatan atau 1 minggu setelah pengobatan dihentikan

Pemakaian pyrazinamide > 10 mg/kg akan beraksi terhadap kerja syaraf perifer, dianjurkan agar berhati-hati bila bersamaan dengan pengoperasian mesin dan kendaraan

Kontra Indikasi :

Hypersensitif terhadap rifampulicin dan /atau isoniazid dan/atau pyrazinamide dan komponen lain penyusun Rifastar®, hepatitis yang diinduksi oleh obat, Penyakit hati, Neuritis peripheral atau optikal, disfungsi ginjal, epilepsy dan alkoholisme kronik

Penyimpanan :

Simpan dibawah suhu 30°C, terhindar dari panas, sinar matahari dan kelembapan

Perhatian Penggunaan Rifastar Indofarma

Gangguan fungsi ginjal atau hati, diabetes militus, alkoholoisme kronis, pasien dengan kekurangan gizi, riwayat gout, pasien dengan gangguan kejang, porfiria akut, lanjut usia

Hamil dan menyusui kecuali bila manfaatnya lebih besar dari resiko.
Lakukan hitung darah dan tes fungsi hati secara berkala

Hindari pemakaian lensa kontak saat menngunakan obat ini

Hindari pemakaian pada anak-anak berusia kurang dari 8 tahun atau pasien yang tidak mampulu mengkomunikasikan gannguan penglihatan

Lakukan pemeriksaaan penglihatan sebelum memulai pengobatan dan monitor selama pengobatan

Rifampulicin dapat menyebabkan post natal haemoragi pada ibu dan newborn infant.

Kemasan dan Sediaan Rifastar Indofarma

:

Box

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *