Ribavirin

By | Juli 26, 2021 |

Indikasi: 

mengobati Hepatitis C kronis dalam kombinasi dengan interferon alfa 2b; bronkiolitis berat karena respiratory synctial virus (RSV) pada bayi dan anak-anak

Peringatan: 

Khusus untuk penggunaan inhalasi: terapi supportif cairan dan pernafasan harus dikontrol dengan baik, monitor elektrolit dengan ketat. Khusus untuk penggunaan sediaan oral: harus menghindari terjadinya kehamilan setelah 4 bulan pengobatan pada wanita dan setelah 7 bulan pada laki-laki (ribavirin diekskresikan pada semen/cairan sperma). Harus dilakukan pemeriksaan EKG sebelum dan selama pengobatan pada pasien penyakit jantung. Pengobatan dihentikan jika kondisi EKG memburuk. Hati-hati pada pasien gout; Harus dilakukan pemeriksaan hematologi lengkap, fungsi hati dan asam urat sebelum pengobatan dan kemudian pada minggu ke-2 dan ke-4. Dosis disesuaikan jika terjadi efek samping atau terjadi abnormalitas pada hasil laboratorium.

Kontra Indikasi: 

Hamil dan menyusui, penyakit jantung parah, hemoglobinopati, gangguan ginjal, disfungsi hati parah, atau sirosis dekompensasi, penyakit otoimun, ada riwayat penyakit jiwa


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Ribavirin Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Ribavirin?

Jika Anda lupa menggunakan Ribavirin, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Ribavirin Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Ribavirin?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Ribavirin yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Ribavirin

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Ribavirin yang mungkin terjadi adalah:

Lemas, sakit kepala, gejala seperti flu, mual, insomnia, menggigil, anoreksia, mialgia, depresi, dispnea, faringitis, iritabilitas


Sekilas Tentang Obat Antivirus
Antivirus merupakan zat yang digunakan untuk membasmi, menghambat pertumbuhan virus. Virus adalah parasit mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus bersifat parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus akan diekspresikan menjadi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.

Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).

Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas jika tidak berada dalam sel inang. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau/TMV).

Dosis dan Aturan Pakai Ribavirin

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Ribavirin:

Tidak efektif sebagai monoterapi untuk pengobatan Hepatitis C. Harus dikombinasi dengan interferon alfa-2b (3 MIU, 3 kali seminggu) Dosis oral: 1000-1200 mg per hari dalam 2 dosis terbagi (pagi dan malam), dalam kombinasi dengan larutan injeksi interferon alfa-2b selama 24-48 minggu untuk pasien yang belum mendapat pengobatan atau selama 24 minggu untuk pasien kambuhan. Dosis ribavirin tergantung berat badan pasien; Berat badan kurang dari atau sama dengan 75 kg: 1000 mg per hari dengan cara 400 mg pagi hari dan 600 mg malam hari. Berat badan > 75 kg: 1200 mg per hari dengan cara 2 kali 600 mg.

Komentar

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *