Resflox

Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > Kuinolon > Resflox

By | 21/05/2015
Produsen Sanbe
KomposisiSparfloxacin.
IndikasiInfeksi saluran napas bwh, pneumonia yang didapat krn bakteri pneumokokus & non pneumokokus. Eksaserbasi akut dari PPOK.
DosisDws Pneumonia didapat yang disebabkan pneumokokus & non pneumokokus & eksaserbasi akut dari PPOK Dosis awal 400 mg/hari (2 tab) dosis tunggal, selanjutnya 200 mg/hari (1 tab) selama 10 hari.
Pemberian ObatDapat diberikan bersama atau tanpa makanan.
Kontra IndikasiHipersensitif terhadap kuinolon lain. Bayi, anak, remaja. Hamil & laktasi. Riwayat penyakit otot/tendon krn fluorokuinolon. Defisiensi G6PD.
PerhatianHindari dari sinar matahari atau UV secara langsung selama 5 hari stlh terapi berakhir. Perpanjangan interval QT. Tendonitis atau kerusakan tendon.
Efek Samping yang Mungkin Timbul Gangguan GI, insomnia, somnolen, konvulsi. Reaksi kulit, ruam, urtikaria atau fotosensitivitas. Peningkatan sementara liver transaminase.
Interaksi ObatMenurunkan absorpsi dengan antasida yang mgd Al & Mg, besi sulfat, sukralfat. Peningkatan absorpsi dengan cisaprid. Meningkatkan konsentrasi digoksin dalam serum.
Kategori Keamanan Kehamilan (Dikontraindikasikan pada trimester 1)

C: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Bentuk SediaanKemasan/Harga
Resflok film-coated tablet 200 mg
3 × 6’s (Rp319,680/boks)
Sekilas Tentang Kuinolon

Kuinolon merupakan suatu jenis antibiotik bakterisida spektrum luas yang berbagi struktur inti bisiklik yang berhubungan dengan senyawa 4-kuinolon. Kuinolon biasa digunakan untuk pengobatan infeksi bakteri gram positif dan bakteri gram negatif seperti pada penyakit infeksi saluran kemih, infeksi kulit, infeksi mata, infeksi telinga, pneumonia dan sebagainya.

Kuinolon bekerja dengan cara mengkonversi target mereka (gyrase dan topoisomerase IV) menjadi enzim toksik yang memecah kromosom bakteri yang menyebabkan bakteri terhambat pertumbuhannya dan tidak dapat memperbanyak diri.