Requip Pd 24 Hour

Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Obat Anti Parkinson > Requip Pd 24 Hour

By | 21/01/2015
ProdusenGlaxoSmithKline Indonesia
KomposisiRopinirole HCl.
IndikasiMonoterapi untuk penyakit Parkinson idiopatik; terapi tambahan dengan levodopa untuk mengendalikan fluktuasi “on-off” yang mungkin dapat menyebabkan penurunan dosis total harian levodopa.
DosisDosis bersifat individual. Dws Awal 2 mg 1 x/hari selama 1 minggu. Titrasi dosis selama 4 minggu pertama terapi: Minggu ke-1: 2 mg/hari, minggu ke-2: 4 mg/hari, minggu ke-3: 6 mg/hari, minggu ke-4: 8 mg/hari. Maks: 24 mg 1 x/hari.
Pemberian ObatDapat diberikan bersama atau tanpa makanan : Telan utuh, jangan dikunyah/dihancurkan/dibagi.
Kontra IndikasiHamil & laktasi, wanita dalam usia subur.
PerhatianPenyakit KV berat, riwayat atau penyakit psikotik mayor aktif, perilaku kompulsif misalnya keinginan patologik yang kuat untuk berjudi atau hiper5eksualitas; defisiensi Lapp-laktase, malabsorpsi glukosa-galaktosa. Dpt mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin. Anak & remaja <18 tahun.
Efek Samping yang Mungkin TimbulHalusinasi; somnolen, sinkop; pusing (termasuk vertigo); hipotensi postural, hipotensi; mual, nyeri abdomen, muntah, dispepsia, konstipasi; edema perifer (termasuk edema tungkai); gelisah, kelelahan.
Interaksi ObatNeuroleptik & antagonis dopamin aktif lain yang bekerja secara sentral seperti sulpirid, metoklopramid, penghambat CYP1A2, estrogen (dosis tinggi), alkohol, merokok.
Kategori Keamanan Kehamilan C: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Bentuk SediaanKemasan/Harga
ReQuip PD 24 Hour film-coated tablet 2 mg
7 × 4’s (Rp176,153/boks)
ReQuip PD 24 Hour film-coated tablet 4 mg
7 × 4’s (Rp208,335/boks)
ReQuip PD 24 Hour film-coated tablet 8 mg
4 × 7’s (Rp245,132/boks)
Sekilas Tentang Parkinson

Penyakit Parkinson (bahasa Inggris: paralysis agitans, Parkinson disease) adalah penyakit degeneratif saraf yang pertama ditemukan pada tahun 1817 (An Essay on the Shaking Palsy) oleh Dr. James Parkinson dengan gejala yang paling sering dijumpai adalah adanya tremor pada saat beristirahat di satu sisi badan, kemudian kesulitan untuk memulai pergerakan dan kekakuan otot, gangguan degeneratif saraf ini umumnya berlangsung perlahan. Parkinson menyerang sekitar 1 di antara 250 orang yang berusia di atas 40 tahun dan sekitar 1 dari 100 orang yang berusia di atas 65 tahun.

Parkinson primer disebabkan berkurangnya dopamin, karena bertambahnya usia. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan sel-sel otak (neuron) yang memproduksi dopamin. Neuron ini berkonsentrasi di daerah tertentu otak, yang disebut substantia nigra. Dopamin adalah zat kimia yang meneruskan pesan antara substantia nigra dan bagian lain dari otak untuk mengontrol gerakan tubuh. Dopamin membantu melakukan gerakan motorik halus yang terkoordinasi. Ketika sekitar 60 sampai 80% dari sel yang memproduksi dopamin rusak dan tidak menghasilkan cukup dopamin, gejala motorik penyakit Parkinson muncul. Sedangkan Parkinson sekunder disebabkan terhambatnya pengaliran dopamin yang bisa saja disebabkan oleh tumor, stroke, gangguan pembuluh darah dan trauma.

Empat gejala utama penyakit Parkinson adalah:


  1. Gemetar atau tremor pada saat istirahat (tremor statis).

  2. Gerakan lamban, yang disebut bradikinesia.

  3. Kekakuan atau rigiditas pada kaki, lengan atau batang tubuh.

  4. Kesulitan menjaga keseimbangan dan jatuhan, juga disebut instabilitas postural. Instabilitas postural biasanya muncul pada tahap lanjut, mungkin tidak hadir pada diagnosis awal.

Sekilas Tentang Obat Antiparkinson

Obat antiparkinson adalah jenis obat yang dimaksudkan untuk mengobati dan meringankan gejala penyakit Parkinson. Sebagian besar obat ini bertindak dengan meningkatkan aktivitas dopamin atau mengurangi aktivitas asetilkolin di sistem saraf pusat.