Reotal

By | Agustus 14, 2020 | Farmasi-id.com > Sistem Kardiovaskular & Hematopoietik > Reotal

Kandungan dan Komposisi Reotal

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Reotal adalah:

Pentoxifylline


Bentuk Sediaan:

Kaplet  sustained release 400 mg dan injeksi 20 mg/mL


Farmakologi:

Sebagai obat hemorheologik, pentoxifylline dapat menurunkan kekentalan darah dan memperbaiki fleksibilitas eritrosit, sehingga pemberiannya dapat memperbaiki aliran darah dan juga meningkatkan oksigenasi jaringan.


Indikasi:

REOTAL diindikasikan sebagai terapi bagi pasien dengan peripheral occlusive arterial disease dan gangguan pembuluh arteri-vena yang disebabkan proses arterosklerosis yang disebabkan diabetes (seperti klaudikasio intermiten), dan gangguan tropik (seperti gangguan sindrom pasca trombosis, ulkus pada kaki dan gangren ), gangguan vaskuler mata, gangguan peredaran darah otak, iskemia dan keadaan pasca apopleksia.


Dosis:
Infus: Dosis yang direkomendasikan adalah 100 mg (1 ampul) dalam 250-500 mL cairan infus, yang diberikan dalam 90-180 menit. Dosis ini dapat ditingkatkan menjadi 50 mg sehari. Dosis maksimum adalah 1200 mg sehari.
– Injeksi: Dapat diberikan sebagai terapi awal. Dosis yang direkomendasikan adalah 100 mg (1 ampul) IV sekali sehari. Direkomendasikan sebagai pemberian awal adalah 50 mg yang dilarutkan dalam 5 mL NaCl 0,9%.
– Oral: Dianjurkan pemberian awal adalah 1 kaplet sehari. Dosis rumatan adalah 1 kaplet , dua kali sehari. Dosis maksimum adalah 1200 mg sehari.


Kontra Indikasi

Hipersensitif terhadap pentoxifylline atau derivat methylxanthine lainnya seperti caffeine, theophylline dan theobromine, infark miokard akut, perdarahan perat, arterosklerosis koroner dan serebral berat dengan hipertensi, aritmia jantung berat, kehamilan.
Peringatan dan perhatian
Pemberiannya perlu secara hati-hati pada pasien hipotensi atau arterosklerosis koroner dan serebral berat.
– Dapat meningkatkan potensi obat hipertensi
– Pada pasien penyakit ginjal perlu penyesuaian dosis
– Pemberian dosis tinggi dapat meningkatkan efek obat diabetes
– Tidak direkomendasikan bagi ibu menyusui
– Tidak direkomendasikan bagi anak dibawah 18 tahun
– Tidak direkemendasikan bagi pasien dengan oklusi arterial berat.


Efek Samping

Mual, lemah, gangguan lambung, flushing, vertigo

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Reotal Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Reotal, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Reotal?

Jika Anda lupa menggunakan Reotal, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Reotal Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Reotal?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Reotal yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
PT Kalbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Perusahaan ini didirikan pada 10 September 1966 oleh Khouw Lip Tjoen,Khouw Lip Hiang, Khouw Lip Swan, Boenjamin Setiawan, Maria Karmila, F. Bing Aryanto. Produk dari perusahaan ini sangat banyak mencakup produk obat resep, obat bebas, minuman energi, susu, suplemen, minuman kesehatan, distribusi produk dan pengemasan, dan sebagainya.

Diperkirakan nilai kapitalisasi pasar perusahaan ini mencapai Rp 15 triliun. Perusahaan ini memiliki grup perusahaan (kalbe Group) yang bergerak dalam berbagai bidang divisi usaha diantara seperti divisi obat resep (PT Kalbe Farma, PT Hexpharm Jaya Laboratories, PT Dankos Farma, dll), divisi consumer health (PT Bintang Toedjoe, PT Saka farma Lab, PT Hale International, dll), divisi nutrisi (PT Sanghiang Perkasa, PT Kalbe Morinaga Indonesia, dll), divisi distribusi dan kemasan (PT Enseval Putra Megatrading, PT Enseval Medika Prima, PT Milenia Dharma Insani, dll).

Selain di Indonesia, Kalbe Farma memiliki 10 cabang di luar negeri yaitu negara-negara ASEAN (Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar), Srilanka, Nigeria, dan Afrika Selatan.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 14 Agustus). Reotal. Diakses pada 19 September 2020, dari https://www.farmasi-id.com/reotal/


Format MLA (Modern Language Association)

"Reotal". Farmasi-id.com. 14 Agustus 2020. 19 September 2020. https://www.farmasi-id.com/reotal/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Reotal", 14 Agustus 2020, <https://www.farmasi-id.com/reotal/> [Diakses pada 19 September 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *