Renosan

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Kolagogum, Kolelitolitik, & Hepatoprotektor > Renosan

By | 24/08/2018

Produsen Sanbe
KomposisiPer 1000 mL Amino acid 8% (BCAA 35%), L-threonine 4.5 g, L-serine 5 g, L-proline 8 g, L-cysteine HCl monohydrate 0.4 g, glycine 9 g, L-alanine 7.5 g, L-valine 8.4 g, L-methionine 1 g, L-isoleucine 9 g, L-leucine 11 g, L-phenylalanine 1 g, L-tryptophan 0.7 g, L-histidine HCl monohydrate 3.2 g, lysine HCl 7.6 g, L-arginine 7.3 g, Na bisulphate 0.3 g, (Na 14 meq, Cl 94 meq). Fischer ratio: 37.5.. Osmolaritas: 700 mOsm. Energi: 320 kkal.
IndikasiPengobatan ensefalopati hepatik pada pasien dengan penyakit hati kronik.
DosisDws 500-1000 mL/dosis secara infus IV. Kec infus perifer: 500 mL selama 180-300 mnt (sekitar 25-40 tetes/mnt). Nutrisi parenteral total (TPN): 500-1000 mL dikombinasi dengan lar dekstrosa/glukosa atau lar lainnya selama 24 jam melalui vena sentral
Kontra IndikasiGangguan ginjal berat, penderita dengan metabolisme asam amino abnormal.
Perhatian
Asidosis berat & gagal jantung kongestif. Monitor keseimbangan elektrolit selama pemberian dosis besar & penggunaan bersama dengan lar elektrolit. Bayi prematur, bayi baru lahir & menyusu, anak.
Efek Samping
Ruam kulit atau reaksi hipersensitivitas lain, mual, muntah, nyeri dada, palpitasi. Asidosis (pemberian dosis besar & kec tinggi). Hipoglikemia, hiperamonemia. Peningkatan sementara kadar amonia darah.
Sediaankemasan/Harga
Renosan botol kaca
(glass bottle) 500 mL x 1’s (Rp206,680/kantung infus)
Sekilas Tentang Obat Kolagogum, Kolelitolitik, & Hepatoprotektor

Kolagogum adalah obat atau zat yang merangsang sekresi empedu ke dalam usus.

Kolelitolitik adalah obat atau zat pelarut batu empedu digunakan untuk melarutkan batu-batu empedu kecil yang tidak dikalsifikasi. Mereka menekan jumlah kolesterol yang disintesis oleh hati atau menghambat jumlah kolesterol yang diserap dari usus. Mereka digunakan untuk memecah batu empedu pada pasien yang tidak perlu menjalani operasi.

Hepatoprotektor adalah obat untuk mencegah kerusakan pada hati.

Sekilas Tentang Sanbe Farma

Sanbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 28 Juni 1975 oleh Drs. Jahja Santoso, Apt yang merupakan seorang apoteker lulusan ITB yang berhasil lulus dengan predikat cum laude. Awalnya Sanbe Farma hanyalah sebuah industri rumahan yang memproduksi kapsul Colsancetine. Kemudian seiring dengan meningkatnya kebutuhan produksi, pada 1980 perusahaan ini memindahkan lokasinya ke tempat yang lebih luas yaitu di Cimahi dan di tempat itu perusahaan ini mendirikan fasilitas produksi berbagai jenis obat.

Selanjutnya pada 1992, Sanbe Farma mulai memproduksi obat-obatan bebas atau OTC. Pada 1996 perusahaan ini kembali memperluas area industrinya untuk memenuhi kebutuhan produksi yang semakin besar diantaranya untuk memproduksi produk betalaktam, sefalosporin, injeksi, tetes mata, sediaan steril, serbuk injeksi, dan lain-lain. Sanbe Farma telah mengantongi lebih kurang 43 sertifikat CPOB dari berbagai negara. Perusahaan ini memiliki produk yang telah dipasarkan di lebih kurang 20 negara. Berdasarkan informasi, perusahaan ini menepati urutan ke-4 sebagai perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Sanbe Farma juga memiliki beberapa anak perusahaan yang juga bergerak dibidang farmasi dan produk kesehatan seperti PT Caprifarmindo Laboratories dan PT Bina San Prima .