Renadinac

By | November 27, 2020 |

Renadinac®
Diclofenac Sodium

Kandungan dan Komposisi Renadinac

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Renadinac adalah:
Renadinac® 25 Tablet
Tiap tablet mengandung :
Natrium diklofenak ……………………. 25 mg

Renadinac® 50 Tablet
Tiap tablet mengandung :
Natrium diklofenak ……………………. 50 mg

Renadinac® Injeksi
Tiap mL mengandung :
Natrium diklofenak ……………………. 25 mg

FARMAKOLOGI
Diklofenak merupakan obat anti inflamasi non-steroid (NSAIDs) yang memiliki sifat analgesik dan antipiretik.
Diklofenak menghambat aktivitas siklo-oksigenase melalui pengurangan produksi prostaglandin-prostaglandin oleh jaringan.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Renadinac

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Renadinac adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:


Renadinac® Tablet
Pengobatan akut dan kronis gejala-gejala reumatoid artritis, osteoartritis dan ankilosing spondilitis

Renadinac® Injeksi
Sebagai pengobatan awal atau terapi akut untuk penyakit-penyakit:

  • Artritis rematoid
  • Osteoartritis
  • Nyeri tulang belakang dan gangguan muskuloskeletal akut lainnya seperti periarthritis, tendinitis, tenosinovitis, bursitis, sprain, strain dan dislokasi
  • Ankylosing spondilitis
  • Gout akut

Dosis DAN CARA PEMBERIAN
Renadinac® Tablet
Dewasa 75-150 mg sehari: dalam 2-3 kali dosis terbagi
Tablet harus ditelan utuh dengan air, sebelum makan.

Renadinac® Injeksi

  • Intramuskular: 75 mg 1 ampul/hari melalui injeksi intragluteal yang dalam menkapsulai kuadran atas luar. Pada kasus yang parah dapat diberikan injeksi yang kedua dalam 24 jam pada pantat yang lainnya
  • Sebagai alternatif: dapat dikombinasikan pemberian 1 ampul Renadinac® injeksi dengan dosis Renadinac® tablet hingga dosis maksimum 150 mg
  • Renadinac® injeksi tidak boleh diberikan selama lebih dari 2 hari. Jika diperlukan, pengobatan dapat diteruskan dengan menggunakan Renadinac® tablet

Peringatan Penggunaan Renadinac

  • Diklofenak menyebabkan pengikisan lambung dan memperpanjang waktu pendarahan
  • Tidak boleh diberikan selama kehamilan, terutama pada 3 bulan pertama tanpa alasan-alasan yang kuat untuk melakukannya
  • Tidak boleh diberikan pada Ibu yang sedang menyusui karena diklofenak diekskresikan melalui ASI
  • Tidak cocok diberikan pada anak-anak karena efektivitas dan keamanannya belum diketahui dengan pasti
  • Seperti obat antiinflamasi non steroid lain, dapat terjadi reaksi alergi termasuk reaksi anafilaktik/ anafilaktoid
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita gangguan fungsi jantung, ginjal usia lanjut, pasien yang sedang diobati dengan diuretik, pasien dengan extracellular volume depletion dan penderita porfiria hati
  • Lakukan monitoring terhadap fungsi hati
  • Adanya memicu terjadinya serangan asma akut, shock

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Renadinac Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Renadinac?

Jika Anda lupa menggunakan Renadinac, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Renadinac Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Renadinac?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Renadinac yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Renadinac

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Renadinac yang mungkin terjadi adalah:

  • Gastrointestinal: pendarahan gastrointestinal, tukak lambung, dan usus, perforasi pada pasien penderita tukak lambung dan usus
  • Susunan syaraf pusat: pusing, sakit kepala, myoclonix, encephalopathy, mual, muntah dan kejang
  • Lokal : rasa nyeri dan terbakar pada tempat injeksi, dan pada kejadian yang terbatas abses dan nekrosis lokal
  • Kejadian terbatas ; reaksi kulit yang parah (erithema multiforme, Steve-Johnson sindrom, Lyell’s sindrom dan reaksi bolus), rambut rontok dan fotosensitivitas

Kontraindikasi Renadinac

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Renadinac dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Aktif atau dicurigai menderita tukak lambung atau pendarahan gastrointestinal
  • Hipersensitif terhadap diklofenak natrium
  • Pasien asma yang mendapat serangan asma, urticaria atau rhinitis akut dipercepat oleh aspirin dan obat NSAID yang memiliki aktivitas menghambat prostaglandin sintetase

Interaksi Obat Renadinac

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Renadinac antara lain:

  • Lithium : Diklofenak dilaporkan meningkatkan konsentrasi lithium plasma dengan mengurangi ekskresi ginjal
  • Digoxin : Diklofenak dilaporkan meningkatkan konsentrasi digoxin dalam plasma, tetapi belum pernah ditemukan tanda klinis terjadinya over dosis
  • Diuretik : Obat NSAID berkemampuan menghambat aktivitas diuretik dan menambah efek diuretik hemat kalium
  • Methotrexate : Harus berhati-hati jika diklofenak dan methotrexate diberikan dalam 24 jam setelah masing-masing karena NSAID dapat meningkatkan kadar methotrexate sehingga toksisitasnya meningkat
  • Bertambahnya nefrotoksisitas dari siklosporin dapat terjadi melalui efek obat-obat anti-inflamasi non-steroid pada prostaglandin ginjal

PENYIMPANAN
Renadinac® Tablet     : Simpan pada suhu kamar dibawah 30°C
Renadinac® Injeksi     : Simpan pada suhu 15°-30°C

Izin, Kemasan & Sediaan Renadinac


Renadinac® 25 Tablet : Dus isi 10 strip @ 10 tablet , No. Reg. DKL9131503115B1
Renadinac® 50 Tablet : Dus isi 10 strip @ 10 tablet , No.Reg.DKL9131503115A1
Renadinac® Injeksi : Dus isi 5 ampul @ 3 mL, No. Reg. DKL9931520443A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Diproduksi oleh :
PT PRATAPA NIRMALA
Tangerang – Indonesia

PT Pratapa Nirmala Fahrenheit atau yang biasa kita kenal dengan nama Pratapa Nirmala atau Fahrenheit adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 8 Agustus 1988. Menurut informasi, asal kata penamaan perusahaan ini berasal dari bahasa Sansekerta, "Pratapa" yang berarti "glory" atau "kejayaan" dan "Nirmala" yang berarti "murni" yang singkatnya, untuk mencapai kejayaan, perusahaan perlu untuk mendapatkan loyalitas dan penghormatan dari pelanggan dan satu-satunya jalan untuk meraihnya adalah perusahaan harus mampu menjual produknya dengan bentuk yang murni dengan kualitas tinggi.

Fasilitas manufaktur perusahaan ini ada di Tangerang, Banten yang awalnya seluas dua hektar. Pada waktu itu perusahaan hanya memproduksi obat kardiovaskular dan vitamin dalam bentuk sediaan oral. Kemudian perusahaan terus meningkatkan teknologi dan fasilitas produksi dan pada tahun 1994, PT Pratapa Nirmala Fahrenheit memproduksi produk sefalosporin dengan sediaan oral dan injeksi. Di tahun 1995 perusahaan mulai memproduksi produk small volume parenteral (SVP) dan juga produk-produk untuk mata. Krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1998 tidak menghambat perusahaan untuk bergerak maju bahkan terus memperluas dan menambah kapasitas produksinya untuk mengembangkan produk parenteral dengan volume yang lebih besar yang berfokus pada produk antibiotik. Di tahun 2004 perusahaan mulai memproduksi produk pengendali kehamilan baik untuk sediaan oral maupun injeksi hormonal.

Pengembangan fasilitas produksi terus dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan akan produk sefalosporin dalam sediaan oral dan injeksi pada tahun 2010. Tahun 2012 perusahaan berinvestasi pada fasilitas produksi SVP yang lebih besar dan pembangunannya selesai pada 2015 kemudian dilanjutkan pembangunan gedung baru untuk menambah kapasitas produksi hingga selesai pada 2017.

Saat ini PT Pratapa Nirmala Fahrenheit telah memproduksi berbagai macam produk seperti untuk kardiovaskular, hematopoietik, pernapasan, metabolisme, pencernaan, sistem genitourinari, antibiotik dan vitamin dari bentuk oral, injeksi termasuk larutan IV. Perusahaan ini telah mengantongi sertifikat CPOB, GMP oleh NA-FDC, ISO 9001:2000, ISO 9001:2008, dan lain-lain.

PT Pratapa Nirmala Fahrenheit memiliki beberapa anak perusahaan seperti PT Yarindo Farmatama yang bergerak dibidang produksi obat-obatan generik, PT Dian Langgeng yang bergerak di bidang penyediaan alat-alat medis. Selain itu ada juga PT Fahrenheit Synthon Pharma yaitu perusahaan joint venture dengan Synthon BV dari Belanda. Perusahaan hasil joint venture ini berfokus pada produksi dan pengembangan produk-produk onkologi, neurologi, dan urologi.

Selain di Indonesia, produk-produk PT Pratapa Nirmala Fahrenheit telah dipasarkan di beberapa negara lain seperti Filipina, Myanmar, Singapura, dan Papua New Guinea.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *