REMAGO

Farmasi-id.com > Jamu > Jamu Rematik > REMAGO

By | 25/01/2016

Komposisi :

Ekstrak Zingiberis officinale var Rubra Rhizoma 300 mg (setara dengan 14000 mg rimpang segar), ekstrak Kaempferia galanga 65 mg (setara dengan 7500 mg rimpang segar).

Manfaat :

  • Membantu pengobatan rematik dan gangguan pada persendian (nyeri sendi, bengkak-bengkak, kaku sendi).
  • Menekan rasa mual dan muntah.
  • Meringankan gejala pusing-pusing dan migrain.
  • Mencegah mabuk perjalanan.
  • Melancarkan sirkulasi darah.

Mekanisme kerja :

  • Meningkatkan sirkulasi darah.
  • Sebagai efek anti-inflamasi.
  • Sebagai anti-piretik, yang menurunkan suhu tubuh yang disebabkan oleh radang dan infeksi.
  • Mengandung gingerol sebagai agen analgesik.

Aturan minum :

2 x 1 kapsul sehari atau sesuai petunjuk dokter.

Untuk pencegahan : 1 kapsul sehari.

Perhatian :

Tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan menyusui.

Kemasan :

Dus, Botol @ 50 kapsul

Izin:

POM TR. 092 303 941

Harga:

Rp 50.000

Produsen:

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul – Kab. Semarang, Jawa Tengah

Sekilas tentang rematik

Rematik (Radang sendi atau artritis reumatoid (bahasa Inggris: Rheumatoid Arthritis, RA)) merupakan penyakit autoimun (penyakit yang terjadi pada saat tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri) yang mengakibatkan peradangan dalam waktu lama pada sendi. Penyakit ini menyerang persendian, biasanya mengenai banyak sendi, yang ditandai dengan radang pada membran sinovial dan struktur-struktur sendi serta atrofi otot dan penipisan tulang.

Umumnya penyakit ini menyerang pada sendi-sendi bagian jari, pergelangan tangan, bahu, lutut, dan kaki. Pada penderita stadium lanjut akan membuat si penderita tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari dan kualitas hidupnya menurun. Gejala yang lain yaitu berupa rasa nyeri atau radang pada otot, sendi-sendi atau jaringan-jaringan badan; encok, sakit pada tulang, demam, nafsu makan menurun, berat badan menurun, lemah dan kurang darah. Namun kadang kala si penderita tidak merasakan gejalanya. Diperkirakan kasus RA diderita pada usia di atas 18 tahun dan berkisar 0,1% sampai dengan 0,3% dari jumlah penduduk Indonesia.