Regit

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Regulator GIT, Antiflatulen, & Antiinflamasi > Regit

By | 03/08/2018

Kandungan dan Komposisi Regit

Produsen:

Landson

Domperidone maleate.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Mual & muntah fungsional, organik, infeksi atau diet, atau diinduksi oleh radioterapi atau terapi obat; sindrom kompleks dispepsia fungsional; mual & muntah krn pemberian levodopa & bromokriptin pada kemoterapi kanker & radioterapi pada anak.

Dosis dan Aturan Pakai

Dispepsia fungsional Dws & lanjut usia 10-20 mg 3 x/hari & 10-20 mg/hari menjelang tidur, selama tidak > 12 minggu. Mual & muntah Dws & lanjut usia 10-20 mg tiap 4-8 jam. Anak 0.25 mg/kg BB 3 x/hari. Kemoterapi & radioterapi kanker 0.2-0.4 mg/kg BB/hari tiap 4-8 jam.

Pemberian Obat:

Sebaiknya diberikan pada saat perut kosong : Berikan 15-30 mnt sblm makan atau sblm tidur.

Kontra Indikasi:

Tumor pituitari yang melepaskan prolaktin. Anak (kecuali untuk mual & muntah pada kemoterapi & radioterapi kanker).

Perhatian:

Penggunaan jangka lama. Gangguan hati & ginjal. Hamil & laktasi.

Efek Samping:

Galaktore, ginekomastia; mulut kering, diare, sakit kepala, ruam kulit, rasa haus, gatal, gugup.

Interaksi Obat:

Bromokriptin; antikolinergik, obat muskarinik & opiat.

Kemasan/Harga:

Tablet salut selaput 10 mg x 10 mg x 5 x 10 (Rp115.500). Sirup 5 mg/5 mL x 60 mL x 1 (Rp26.250). Tetes 5 mg/mL x 10 mL x 1 (Rp27.300).

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA):

Kategori C: Studi terhadap binatang percobaan, memperlihatkan adanya efek-efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Sekilas Tentang Domperidone

Domperidone adalah suatu obat antagonis reseptor dopamin D2 dan D3 yang digunakan sebagai antiemetik. Obat ini digunakan untuk meredakan mual dan muntah seperti pada penderita migrain akut dan gastroparesis.

Sebagai antiemetik domperidone bekerja dengan memblokir reseptor D2 pada zona pemicu kemoreseptor yang terletak di sistem saraf yang memediasi mual. Obat ini dapat meningkatkan produksi ASI dengan memblokir reseptor dopamin di kelenjar hipofisis anterior sehingga meningkatkan pelepasan hormon prolaktin yang memicu peningkatan produksi ASI.

Domperidone relatif aman untuk digunakan oleh ibu menyusui sepanjang sesuai dosis yang ditetapkan dan walaupun dapat meningkatkan produksi ASI, namun domperidone tidak diperuntukkan untuk itu, oleh sebab itu obat domperidone ini tidak dijual di Amerika Serikat karena dikhawatirkan menimbulkan efek samping akibat penggunaannya tidak sesuai peruntukannya. Sementara itu keamanan penggunaannya pada wanita hamil masih diragukan.

Domperidone pertama kali dibuat pada 1974 di laboratorium Janssen Pharmaceutica di Belgia yang kemudian dipatenkan pada Januari 1978 di Amerika Serikat dengan mencantumkan nama Jan Vandenberk dkk, sebagai penemunya. Kemudian dipasarkan pertama kali dengan nama Motilium. Domperidone tersedia dalam berbagai sediaan seperti tablet, suspensi, dan supositoria.